Sabtu, 24 Agustus 2019
Indonesia | English

Tidak Hanya Ikan, Tapi Juga Kailnya

06 Agustus 2008 Jurnalis : Hadi Pranoto, Fotografer : Hadi Pranoto

 
foto

Relawan Tzu Chi, Chandra Chaidir dan Jodi menyerahkan mesin jahit secara simbolis kepada Wakil Lurah Kapuk Muara disaksikan Ketua Dewan Kelurahan dan perwakilan warga di Kantor Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Setelah berbagai bantuan seperti pembersihan Kali Angke, penanaman pohon, pembangunan MCK dan pembagian beras, kini relawan Tzu Chi memberikan sesuatu yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga Kapuk Muara secara jangka panjang melalui pemanfaatan sampah daur ulang.

Meski saat ini bukan musim penghujan, jangan heran jika beberapa sudut dan ruas di sepanjang jalan wilayah Kapuk Muara banyak terdapat genangan air. Rupanya bukan hanya hujan yang sering membuat wilayah ini kebanjiran, tapi air laut yang pasang juga membuat daerah ini sulit benar-benar terbebas dari genangan air. Terlebih, di sepanjang wilayah ini terbentang Kali Angke yang sangat rawan terkena banjir kiriman dari wilayah lain. Sampah dan perilaku warga yang kurang menjaga kebersihan turut menyumbang bagaimana kali yang dikenal sebagai jantung hitam Jakarta ini sering mendatangkan masalah bagi warganya.

Tapi, sepertinya cerita itu hanya akan jadi kenangan. Warga Kapuk Muara kini sudah mulai sadar dan mengolah sampah-sampah—organik dan nonorganik—menjadi sebuah berkah. Bekerja sama dengan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap kelestarian alam, Jakarta Green Monster (JGM), warga mulai mengolah sampah-sampah plastik menjadi barang-barang yang berguna, seperti tas, keranjang, dan kerajinan tangan lainnya. Untuk mendukung program ini, Tzu Chi yang sebelumnya sudah menjalin kerja sama dengan warga Kapuk Muara melalui program pembersihan Kali Angke, penanaman pohon, pembangunan MCK, dan pembagian beras, kali ini memberikan bantuan berupa 4 buah mesin jahit untuk mengembangkan usaha ini.

foto  foto

Ket : - Wakil Lurah Kapuk Muara, Kelik Sutanto menandatangani Berita Acara penyerahan bantuan mesin jahit. (kiri)
         - Sebanyak 14 relawan Tzu Chi beserta 8 Ketua RW dan perwakilan warga Kapuk Muara mengikuti acara
          penyerahan mesin jahit di Kantor Kelurahan Kapuk Muara. (kanan)

Bermanfaat untuk Semua Warga
Rabu, 6 Agustus 2008 sebanyak 14 relawan Tzu Chi menyerahkan bantuan mesin jahit tersebut secara simbolis kepada Wakil Lurah Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Selain Wakil Lurah, hadir pula Ketua Dewan Kelurahan, Delapan Ketua Rukun Warga (RW), perwakilan warga, dan juga tokoh masyarakat lainnya. Dalam sambutannya, Chandra Chaidir, relawan Tzu Chi menyampaikan bahwa mesin jahit ini diserahkan kepada pihak kelurahan untuk dipergunakan sebaik mungkin untuk semua warga Kapuk Muara. “Kami berharap mesin ini juga dirawat dan diatur penggunaannya supaya bisa dipakai semua warga. Siapa yang memakai, dia harus bisa bertanggung jawab atas mesin jahit ini,” kata Chaidir.

Wilayah Kapuk Muara sendiri terdiri dari 8 RW dan 58 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 13.069 jiwa, atau 3.311 keluarga. Agar mesin jahit ini bisa sampai ke tangan yang berhak dan tepat sasaran, pihak kelurahan dan Dewan Kelurahan akan berkoordinasi dengan seluruh warga. Wakil Lurah Kapuk Muara, Kelik Sutanto menyampaikan apresiasinya kepada Tzu Chi yang peduli terhadap kehidupan warganya, baik dari aspek kebersihan dan ketertiban lingkungan, pendidikan, dan juga perekonomian. “Mudah-mudahan ini juga bisa meningkatkan sumber pendapatan masyarakat melalui sentra-sentra industri kecilnya,” Harap Kelik. Tidak hanya itu, dengan adanya mesin jahit ini nantinya akan membantu warga membuat berbagai karya dari hasil sampah daur ulang yang ujung-ujungnya sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan, khususnya kebersihan Kali Angke. “Sekarang proses pemilahan sampah sudah mencakup tiap-tiap keluarga,” tambah Kelik senang.

foto  foto

Ket : - Penyerahan 4 unit mesin jahit ini bertujuan untuk mendukung pemberdayaan warga Kapuk Muara agar dapat
          lebih mandiri. (kiri)
         - Relawan Tzu Chi memeriksa kondisi mesin jahit yang akan diserahkan kepada warga Kapuk Muara untuk
          mengolah sampah-sampah daur ulang (plastik) menjadi barang-barang yang berguna, seperti tas dan
          kantung belanja. (kanan)

Kegembiraan yang sama juga dirasakan H. Zaelani Nur, Ketua Dewan Kelurahan Kapuk Muara. “Tzu Chi begitu fokus memberi bantuan dan memperhatikan perkembangan wilayah Kapuk Muara, baik dari segi kebersihan, pendidikan, dan juga menyangkut pemberdayaan ekonomi masyarakat diperhatikan juga,” kata Zaelani. Pria yang juga tokoh masyarakat di Kapuk Muara ini berharap agar relawan Tzu Chi dapat memberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan-pelatihan kepada masyarakat atau kelompok usaha yang mendapat bantuan mesin jahit ini sebagai bekal mereka untuk bisa berkarya lebih baik lagi. “Jika ini bisa terlaksana dengan baik, maka akan dapat meningkatkan pendapatan warga, sekaligus membuka lapangan kerja baru di masyarakat,” tambah Zaelani. Selain pemanfaatan limbah daur ulang, warga Kapuk Muara juga sedang merintis upaya pembuatan kompos dari sampah organik (yang mudah terurai) dengan memanfaatkan teknik lubang biopori.

Sebagai tahap awal, wilayah RW 04 akan mendapat prioritas untuk dijadikan sebagai pilot project program ini. Jika program ini sudah bisa berjalan dan berhasil, maka akan pindah ke wilayah RW lainnya, sehingga akhirnya manfaat program ini bisa dirasakan oleh seluruh warga Kapuk Muara. Selain penghasilan warga meningkat, di masa yang akan datang, kita tak lagi melihat air menggenangi jalan-jalan di Kapuk Muara pada musim kemarau.

 

Artikel dibaca sebanyak : 887 kali


Berita Terkait


Yang Spesial di Bulan Tujuh Penuh Berkah

21 Agustus 2019

Menggunakan Kesempatan Berdonor darah

19 Agustus 2019

Memotivasi Diri untuk Tetap Tegar Menghadapi Kanker

16 Agustus 2019

Meningkatkan Kepedulian Melalui Donor Darah

15 Agustus 2019

My Dream di Surabaya: Teladan dan Inspirasi yang Berharga

15 Agustus 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kebahagiaan berasal dari kegembiraan yang dirasakan oleh hati, bukan dari kenikmatan yang dirasakan oleh jasmani.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat