Rabu, 24 Juli 2019
Indonesia | English

Tzu Chi Bergerak ke Sijeruk, Lokasi Longsor

06 Januari 2006 Jurnalis : Jennifer (DAAI Tv), Fotografer : Widodo (DAAI Tv)

Di Desa Sijeruk, Jawa Tengah pada hari rabu dini hari terjadi longsor yang menghabiskan 4 RT beserta warga, rumah dan harta benda mereka.

3 hari pasca kejadian, tim relawan tzuchi dari Jakarta tiba di Cilacap, Jawa Tengah untuk membagikan bantuan kemanusiaan berupa 200 paket perlengkapan pribadi, selimut, tikar, dan baju layak pakai. Salah satu penerima bantuan ini adalah sebuah keluarga besar yang beberapa orang kerabatnya telah meninggal tertimbun tanah.

selang 3 hari setelah kejadian tanah longsor di banjar negara, relawan Tzu Chi langsung terbang menuju lokasi dan mempersiapkan paket bantuan, rumah keluarga Andreas yang merupakan salah satu sukarelawan Tzu Chi di Cilacap jawa tengah menjadi posko bantuan Tzu Chi di Banjarnegara, .dan cilacap merupakan tempat yang terdekat dari lokasi Dari sinilah, bantuan kemanusiaan berupa 200 paket perlengkapan pribadi, selimut, tikar, dan baju layak pakai didistribusikan kepada korban.setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, akhrinya relawan Tzu Chi sampai di lokasi bencana di desa Sijeruk.

Suasana di lokasi sangat berbeda dari perkiraan semula, jalan yang berlumpur dan cuaca yang berubah ubah seakan menantang niat baik sukarelawan Tzu Chi untuk membantu para pengungsi

Sekitar 3 orang relawan sinar mas dari Jakarta dan 20 orang relawan local berpartisipasi dalam pembagian paket bantuan ini Mereka membagikan paket bantuan sampai malam hari, dikarenakan kondisi kamp pengungsian yang jauh letaknya maka relawan harus berjalan door to door untuk membagikan paket bantuan.

Secara tak sengaja, relawan Tzu chi menemukan sebuah keluarga besar yang beberapa sanak saudaranya meninggal karena tertimbun longsor. Walau 25 anggota keluarga mereka kehilangan tempat tinggal dan harta mereka keluarga rusmini masih berbaik hati membiarkan rumah mereka untuk dijadikan tempat pengungsian

Rusmini sempat menitikkan air mata, ketika menceritakan tentang keluarganya yang meninggal namun dilain pihak niat baik Rusmini membuka pintunya bagi para korban bencana seakan menjadi berkah bagi para pengungsi.

Dimana ada bencana disana pasti ada harapan, apa yang diperbuat oleh relawan Tzu Chi dan keluarga rusmini adalah bukti nyata sebuah cinta kasih yang memberikan cahaya bagi mreka yang sedang ditimpa bencana.

Artikel dibaca sebanyak : 3543 kali


Berita Terkait


Sumbangsih untuk Korban Kebakaran Manggarai

22 Juli 2019

Rumah Oma Haw Lie Tjoan Sudah Terbebas dari Sampah

17 Juli 2019

Wujudkan Cinta Kasih Melalui Celengan Bambu

16 Juli 2019

Penghiburan Kepada Oma Opa, Kebahagiaan Bagi Semua

16 Juli 2019

Paket Bantuan Bagi Korban Banjir di Sidrap

15 Juli 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat