Sabtu, 21 September 2019
Indonesia | English

Ekoenzim: Larutan Ajaib dari Sampah Organik


“Ini paling mudah, modalnya murah lagi, cukup gula jawa saja.(Suryadi Kurniawan, relawan Tzu Chi).

Tahun 2003, seorang doktor dari Thailand menerima penghargaan dari FAO (lembaga PBB yang mengurus soal pangan–red) Regional Thailand untuk penemuannya yang bernama eco-enzyme. Dalam bahasa Indonesia kita menyebutnya ekoenzim. Penemuan ini merupakan suatu upaya yang dilakukan Dr. Rosukon Poompanvong, nama doktor itu, bagi lingkungan dengan membantu para petani di sana memperoleh hasil panen yang lebih baik sekaligus ramah lingkungan. Eco-enzyme memiliki manfaat yang berlipat ganda. Dengan memanfaatkan sampah organik sebagai bahan bakunya, kemudian dicampur dengan gula aren dan air, proses fermentasinya menghasilkan gas O3 dan hasil akhirnya adalah cairan pembersih serta pupuk yang ramah lingkungan.

Sejak berhasil dalam penelitiannya, Dr. Rosukon dengan arif mempersembahkan penemuan ini bagi masyarakat luas, tanpa meminta royalti apa pun. Pengetahuan ini bersikap terbuka untuk siapa saja, demi kepentingan lingkungan. Masyarakat Malaysia, Australia, Taiwan, hingga Amerika Serikat telah membuat ekoenzim dari sampah dapur mereka sejak beberapa tahun lalu. Di Indonesia, tren ini baru dimulai beberapa tahun belakangan.

Suryadi Kurniawan, pertama kali mendengar tentang ekoenzim sewaktu mengikuti pelantikan komite di Taiwan bulan November 2009. “Teman satu kelompok saya dari Tzu Chi Malaysia cerita tentang enzyme ini,” katanya bercerita. Ketertarikan membawa Suryadi mencari tahu lebih dalam, dan mencoba membuatnya sendiri di rumah. Hampir bersamaan dengan itu, Tzu Xin, relawan Tzu Chi Malaysia yang sudah lama tinggal di Jakarta, juga mulai mensosialisasikan hal yang sama pada relawan di komunitas Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tzu Xin menuturkan, sudah hampir 5 tahun ekoenzim dikenal di negara asalnya.

Ekoenzim menggunakan bahan baku yang mudah didapat dan murah. Proses fermentasinya yang selama 3 bulan, memang membutuhkan kesabaran tersendiri. Namun, larutan yang dihasilkan memiliki khasiat yang sangat banyak. Dalam proses fermentasinya saja, sudah terus dihasilkan gas O3 (ozon) yang sangat dibutuhkan atmosfer bumi. Larutan ekoenzim bila dicampur dengan air, akan bereaksi serta dapat digunakan sebagai cairan pembersih mulai dari piring, lantai, pakaian, kakus, sampai dengan pencuci rambut dan sabun mandi. Bila dibutuhkan, juga bisa melancarkan saluran air yang tersumbat. Campuran dengan air bila digunakan untuk menyiram tanaman akan memberi hasil buah, bunga, atau panen yang lebih baik. Kabarnya juga dapat mengusir serangga-serangga pengganggu. Ampas sampah organik yang sudah difermentasi bisa digunakan sebagai pupuk organik yang baik.

Banyaknya fungsi dari ekoenzim ini membuatnya seolah “larutan ajaib” serba bisa. Dan fungsinya bagi lingkungan tentu juga sangat banyak. Sebab sepanjang pemakaiannya baik sebagai pembersih, pupuk atau yang lain, terus terjadi pelepasan O3 ke udara. “Bila makin banyak yang memakai ekoenzim ini, tentu sangat baik untuk lingkungan, dan juga sampah dapur kita bisa bermanfaat,” ungkap Suryadi penuh harap.

Cara membuat ekoenzim:

Bahan:

           Air bersih

            Gula jawa/gula aren

            Sampah organik (kulit buah/sayur)

            Botol/jeriken plastik (jangan gunakan bahan kaca)

 

Perbandingan air : gula : sampah organik = 10 : 1 : 3

Langkah-langkah:

  1. Masukkan air ke dalam botol yang mempunyai tutup yang rapat. Air tidak boleh mengisi penuh botol, harus tersisa ruang dalam botol untuk gas hasil fermentasi.
  2. Potong kecil gula, masukkan ke dalam botol, lalu kocok sebentar.
  3. Masukkan potongan sampah organik ke dalam botol, lalu tutup rapat-rapat.
  4. Diamkan selama 3 bulan agar proses fermentasi sempurna dan menghasilkan ekoenzim.

(Selama 1 bulan pertama, buka tutup botol setiap hari paling lama 5 detik, untuk membebaskan gas hasil fermentasi)

  1. Campurkan larutan ekoenzim yang sudah sempurna dengan takaran sesuai penggunaan. Ampasnya dapat dijadikan pupuk organik.

Takaran pemakaian:

Pemakaian

Perbandingan

Larutan ekoenzim

Air

Mencuci piring

(dapat dicampur sedikit sabun cuci piring cair agar berbusa)

1

10

Penyegar udara

1

200

Menyiram tanaman

1

500

Disinfektan

1

500

Mengepel lantai

1

1.000

 

Artikel dibaca sebanyak : 16063 kali
Keharmonisan organisasi tercermin dari tutur kata dan perilaku yang lembut dari setiap anggota.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat