Sabtu, 21 September 2019
Indonesia | English

Saringan Air Sederhana

Air adalah sumber kehidupan. Setiap orang menggunakannya untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mencuci pakaian, membersihkan perlengkapan rumah, menyiram tanaman, sebagai air minum sehari-hari hingga kebutuhan memasak makanan. Akan tetapi, semakin hari semakin kita melihat adanya penurunan kualitas air yang kita konsumsi. Mulai dari air yang keruh, kotor bahkan berbau. Dalam jangka panjang, kualitas air yang tidak baik tersebut tentu merugikan bagi kesehatan tubuh kita. Namun jika permasalahan air yang kita hadapi di rumah tidak terlalu berat, seperti misalnya air di rumah tidak terlalu jernih, keruh, kuning, hitam, ataupun bau kita dapat menjernihkannya dengan membuat sendiri saringan air yang terbuat dari ijuk, pasir, dan bahan-bahan lainnya.  

Cara pembuatan saringan itupun cukup mudah. Pembuatan saringan dimulai dengan membuat lapisan pasir, ijuk, arang aktif, pasir, dan batu. Hasilnya... SERR... air yang tadinya keruh, kuning atau bahkan hitam plus bau sekalipun akan menjadi jernih dan tanpa bau setelah melewati saringan ini. Dengan metode penyaringan sederhana ini, air yang awalnya tak layak kita konsumsi sekarang dapat dipergunakan kembali dalam kehidupan sehari-hari. 

Bahan :


  • 3 buah wadah dapat berupa tong, drum, ember ataupun sambungan kaleng/botol plastik yang berfungsi sebagai wadah pengendapan, wadah penyaringan, dan wadah tempat air bersih.
  • Batu kali
  • Ijuk
  • Pasir halus
  • Arang tempurung kelapa
  • Batu zeolit
  • Kerikil
  • Batu-batu kecil
Membuat Saringan Air Sederhana 


  1. Siapkan wadah pertama yang berfungsi untuk mengendapkan kotoran yang ada di dalam air. Agar proses pengendapan berjalan sempurna, di bawah wadah ini kita letakkan batu-batu kali.
  2. Di bawah wadah pertama itu, lalu kita buat wadah kedua yang berfungsi untuk menyaring air yang keluar dari wadah pengendapan.
  3. Dalam wadah kedua (penyaringan) itu, kita masukkan komposisi bahan yang telah kita persiapkan sebelumnya. jika diurutkan dari bawah, lapisan itu terdiri dari lapisan batu-batu kecil setebal 15 cm, lapisan kerikil setebal 10 cm, lapisan arang tempurung kelapa setebal 15 cm (untuk arang kita dapat menambahkan ketebalannya untuk lebih mengurangi bau atau dapat juga menambahkan satu buah lapisan batu zeolit di dalamnya jka masalah yang kita hadapi cukup berat), lapisan pasir halus setebal 20 cm, lapisan ijuk lagi setebal 20 cm, pasir halus setebal 15 cm, dan terakhir sebagai lapisan paling atas adalah lapisan ijuk kembali setebal 15 cm. Dari lapisan paling atas inilah air dari wadah pengendapan kita masukkan ke dalamnya.
  4. Air yang kemudian keluar dari lapisan terbawah wadah penyaringan lalu kita salurkan ke wadah ketiga yang berfungsi sebagai bak penampung air bersih yang sudah selesai disaring. Wadah penampung ini posisinya tepat berada di bawah wadah penyaringan. 

Catatan :

  1. Satu hal yang perlu kita ketahui dalam pembuatan saringan ini adalah setelah saringan selesai dibuat, air yang pertama kali keluar dari wadah penyaringan dapat dipastikan tidak terlalu jernih. Perkiraan waktu yang dibutuhkan agar air menjadi jernih adalah sekitar 10 menit sejak air pertama kali dimasukkan.
  2. Selain itu, kita juga harus mengatur dan menghitung debit air yang masuk ke dalam wadah pengendapan. Hal itu bertujuan agar air dari wadah pengendapan debitnya tidak lebih besar dari debit air yang keluar dari wadah penyaringan. Hal ini karena air yang keluar dari wadah penyaringan pasti lebih kecil debitnya dibandingkan air yang keluar dari wadah pengendapan karena disebabkan harus melewati berlapis-lapis saringan di dalamnya. (Himawan Susanto)

Artikel dibaca sebanyak : 128449 kali
Hakikat terpenting dari pendidikan adalah mewariskan cinta kasih dan hati yang penuh rasa syukur dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat