Jumat, 14 Agustus 2020
Indonesia | English

Ceramah Master Cheng Yen: Memahami Hukum Sebab Akibat dan Menjalin Jodoh Baik

Lihatlah bencana alam yang semakin kerap terjadi. Setiap kali bencana alam terjadi, kerusakan yang ditimbulkan sangatlah besar. Kehidupan manusia sangatlah rentan dan tidak kekal. Bumi saja begitu rentan dan tidak kekal, apalagi kehidupan manusia. Seiring meningkatnya populasi dunia, bencana alam dan akibat ulah manusia juga semakin sering terjadi. Inilah yang terjadi pada kalpa penurunan. Karena itulah, kita harus lebih memperhatikan kehidupan manusia.

Berhubung mempelajari Dharma, kita hendaknya memahami hukum sebab akibat. Bukankah kita sering berkata bahwa Dharma bagaikan air? Kita harus tahu jelas tentang karma yang kita ciptakan. Apakah saya bertutur kata buruk atau membangkitkan pikiran buruk hari ini? Apakah saya menjalin jodoh buruk dengan orang lain? Kita harus berintrospeksi diri setiap waktu.

Jika dapat senantiasa mengingat hukum sebab akibat, kita dapat menjaga pikiran kita serta tidak akan menciptakan karma buruk ataupun menjalin jodoh buruk. Dengan senantiasa meningkatkan kewaspadaan, kita tidak akan menciptakan karma buruk ataupun menjalin jodoh buruk. Sebaliknya, kita akan menciptakan karma baik dan menjalin jodoh baik dengan orang lain. Dengan demikian, kita bisa kembali pada sifat hakiki kita.

Dengan membangkitkan sebersit niat baik, kita telah membina kebijaksanaan dan berkah. Jadi, kita harus selalu berintrospeksi diri. Kondisi kita hari ini adalah buah dari karma kita di masa lalu dan karma yang kita ciptakan hari ini menentukan kondisi kita di masa mendatang. Jadi, hukum sebab akibat mencakup masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.

 

Perbuatan kita di masa lalu menentukan kondisi kita sekarang dan perbuatan kita sekarang menentukan kondisi kita di masa mendatang. Jadi, kondisi kita di masa mendatang bergantung pada apa yang kita lakukan sekarang. Kita harus percaya bahwa benih yang baik akan menghasilkan buah yang baik. Segala kebajikan berawal dari sebersit niat baik. Segala kejahatan juga berawal dari sebersit kegelapan batin.

Dalam Sutra dikatakan bahwa Tiga Bencana Besar dan Tiga Bencana Kecil akan kerap terjadi. Salah satu dari Tiga Bencana Kecil ialah kelaparan. Apa penyebab kelaparan? Kekeringan dan iklim yang tidak bersahabat. Meski tanaman pangan bertumbuh dengan baik, tetapi bencana topan ataupun banjir bisa merusak tanaman-tanaman itu. Bayangkanlah, bagaimana mungkin orang-orang tidak dilanda kelaparan?

Kini, bencana-bencana yang terjadi hanyalah peringatan bagi umat manusia. Berdasarkan isi Sutra, pada puncaknya, hujan tidak akan turun selama tujuh tahun dan akan muncul tujuh matahari sekaligus di langit. Bayangkanlah betapa seriusnya kelaparan yang ditimbulkan akibat kekeringan selama 7 tahun berturut-turut. Selain itu, juga akan ada wabah penyakit yang merebak selama tujuh bulan. Bukankah kita sering mendengar tentang ketakutan orang-orang akan wabah penyakit?

 

Mengenai wabah penyakit, saya masih ingat wabah SARS pada tahun 2003. Saat itu, seluruh dunia sangat takut. Wabah penyakit yang diulas dalam Sutra adalah wabah yang merebak ke seluruh dunia, tidak dapat diobati, dan terus berlangsung selama tujuh bulan. Bayangkanlah, ini sungguh mengkhawatirkan. Selain itu, juga akan terjadi peperangan selama tujuh hari yang menghancurkan umat manusia. Bencana-bencana yang terjadi sekarang tak luput dari Tiga Bencana Kecil dan Tiga Bencana Besar.

Sungguh, kini kita telah menyaksikan bencana-bencana itu. Kita hendaknya meningkatkan kewaspadaan, berintrospeksi diri, dan memahami hukum sebab akibat. Kita harus berintrospeksi atas apa yang telah kita lakukan sehingga bisa timbul sebersit kegelapan batin dalam sifat hakiki yang murni. Kegelapan batin yang timbul akan bertumbuh menjadi benih kejahatan.

Sebersit kegelapan batin saja bisa membangkitkan ketamakan, kebencian, dan kebodohan di dalam batin kita. Orang yang baik hati juga mungkin membangkitkan ketamakan dan memiliki pamrih. Orang yang berbuat baik juga mungkin menyimpan kebencian. Orang yang tidak memiliki pamrih juga mungkin menyimpan benih kebodohan. Jadi, untuk menyelamatkan fisik dan batin manusia, Buddha hanya bisa mengajarkan hukum sebab akibat. Dengan memahami hukum sebab akibat, kita akan tahu untuk mengasihi diri sendiri.

 

Jika orang-orang bisa berintrospeksi diri dan tidak menciptakan karma buruk, kekeruhan akan berkurang dan bencana tidak akan terus terjadi. Pada kalpa penurunan ini, panjang usia manusia terus berkurang setahun setiap seratus tahun. Kita memiliki banyak waktu untuk berintrospeksi diri. Jika kita bisa kembali pada sifat hakiki yang bajik dan murni, secara alami, bencana akan berkurang dan dunia akan damai. Bencana akan terus berkurang dan manusia akan hidup tenteram. Namun, hingga saat itu, manusia yang bertahan hidup akan sangat sedikit dan segalanya harus dimulai dari nol.

Hingga saat itu, sumber daya yang ada sangat terbatas. Umat manusia perlu bertobat secara mendalam untuk memulai segalanya dari awal. Berhubung peradaban manusia telah tiada dan sumber daya pun terbatas, segalanya harus dimulai dari awal. Untuk itu, umat manusia harus bertobat. Karena itu, kini kita harus mulai bertobat secara mendalam atas perbuatan kita di masa lalu.

Kini kita harus memahami hukum sebab akibat dan bertobat atas perbuatan di masa lalu, baru bisa melihat masa depan. Jadi, kita juga harus paham tentang Tiga Bencana Besar dan Tiga Bencana Kecil. Akumulasi karma buruk dan Lima Kekeruhan di dunia ini mengakibatkan bencana kerap terjadi. Kita harus ingat bahwa masa yang penuh Lima Kekeruhan ini termasuk kalpa penurunan.

Pada kalpa penurunan ini, kehidupan manusia semakin rentan karena bencana alam dan akibat ulah manusia terus terjadi. Sebagai umat Buddha, kita harus memahami hal ini dan lebih bersungguh hati setiap waktu.

Berkah dan kebijaksanaan berawal dari sebersit niat baik
Membangkitkan pikiran baik dan menjalin jodoh baik
Memahami hukum sebab akibat dan meminum air Dharma
Bersih dari sumbernya dengan melenyapkan kegelapan batin

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 7 Februari 2020          
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina, Stella
Ditayangkan tanggal 9 Februari 2020

Artikel dibaca sebanyak : 873 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menggunakan kekerasan hanya akan membesarkan masalah. Hati yang tenang dan sikap yang ramah baru benar-benar dapat menyelesaikan masalah.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat