Ceramah Master Cheng Yen: Mengajak Insan Mulia untuk Menghimpun Berkah


“Ini pertama kalinya ada organisasi amal yang datang memberi perhatian. Sebelumnya tidak ada,”
kata salah seorang warga Guatemala.

“Terima kasih banyak atas bantuan Tzu Chi bagi lima desa di Sumpango,” kata Mario Rene Azurdia Fernandez anggota dewan legislative.

Saya sering mengatakan bahwa Bodhisatwa dibutuhkan oleh dunia ini karena adanya makhluk yang menderita. Sebutan Bodhisatwa juga muncul karena adanya makhluk yang menderita. Singkat kata, Bodhisatwa muncul karena adanya makhluk yang menderita.

Semua makhluk yang menderita membutuhkan orang yang memiliki tekad, kekuatan, kerelaan, dan cinta kasih untuk bersumbangsih. Cinta kasih tidak membedakan agama. Cinta kasih adalah tujuan bersama.

Umat manusia hendaknya saling membimbing dengan cinta kasih dan kebajikan sebagai arahnya. Saya rasa semua agama memiliki arah seperti ini.
Zaman ini adalah masa bagi pelajaran besar. Inilah saatnya bagi berbagai agama untuk bekerja sama di arah yang sama secara nyata demi membantu meringankan penderitaan semua makhluk.

Yang terpenting ialah pendidikan. Selain meringankan kesulitan, pendidikan amat dibutuhkan. Ada orang yang berkata, "Kehidupan saya tidak begitu baik, bagaimana saya membantu orang lain?"


Saya sering menceritakan kisah dari Myanmar, yakni kisah warga yang menyisihkan segenggam dari beras yang akan dimasak di panci. Beras yang tadinya bisa untuk makan 100 persen kenyang, kini mungkin hanya cukup untuk 80 persen kenyang. Dua puluh persennya disisihkan untuk membantu orang lain.

Asalkan ada 4 orang yang makan cukup 80 persen kenyang, mereka bisa menolong satu orang untuk bisa makan kenyang. Jika orang-orang hanya makan 70 atau 80 persen kenyang, maka empat orang dapat menolong satu orang.

Saat kekuatan orang-orang dihimpun, kita dapat membantu sesama. Meski dalam kehidupan ini kondisi lingkungan setiap orang berbeda-beda, tetapi kita memiliki pemikiran yang sama. Kita memiliki tekad yang sama. Kita bertekad dan berikrar dengan pemikiran yang berlandaskan cinta kasih.

Belakangan ini saya sering mengatakan tentang inventarisasi kehidupan. Sesungguhnya, berapa lama kita telah berjalan dengan tekad yang sama di jalan Tzu Chi? Saya rasa sayalah yang paling senior. Saya sudah berjalan di jalan Tzu Chi selama 50 tahun lebih.

Belakangan ini, saya terus menginventarisasi kehidupan saya. Namun, yang paling membuat saya merasakan pencapaian dan rasa syukur ialah adanya Anda, dia, dan semua orang. Tanpa Anda, dia, dan semua orang yang banyak ini, sulit dipastilkan apa yang bisa Tzu Chi lakukan hari ini.


Tzu Chi mungkin tidak bisa melakukan apa-apa. Pencapaian ini terwujud berkat semua orang yang memiliki tekad yang sama. Karena itu, saya sering mengatakan bahwa tetes-tetes air yang terhimpun sedikit demi sedikit dapat membentuk sungai.

Saudara sekalian, kalian telah mendengar kata-kata saya dan telah membagikannya kepada orang lain. Benar, kita dapat mengairi batin semua makhluk.

Saat ini, semua makhluk mengalami kekeringan dan kehausan. Banyak orang yang mengalami kelaparan. Kita, sekumpulan orang yang bersumbangsih entah dengan memberi segelas ataupun seember air ini, sulit untuk melepaskan dahaga semua orang yang menderita di seluruh dunia.

Kekuatan kita masih belum cukup. Karena itu, kita harus menggalang Bodhisatwa dunia. Setiap orang dapat mengurangi sesuap porsi makan. Setiap orang dapat menghemat sedikit air. Kekuatan seorang diri tidak cukup. Kita harus mengajak lebih banyak orang.

Kita menghimpun kekuatan dari sepuluh gelas air menjadi dua belas gelas air. Sepuluh orang dapat menolong satu atau dua orang. Asalkan ada niat untuk sedikit lebih banyak berusaha, kita dapat menolong lebih banyak orang.


Kita telah melihat kondisi di Haiti. Sepuluh sampai dua puluh tahun lalu, kita melihat kondisinya seperti itu. Sepuluh sampai dua puluh tahun kemudian seperti hari ini, kondisi kehidupan warga di sana belum berubah. Penderitaan mereka justru makin parah karena pertambahan populasi. Intinya, bagaimana kita mengubah kehidupan orang-orang yang menderita? Saat memikirkan ini, pundak saya terasa berat. Sungguh, pundak saya terasa berat.

Namun, kita tetap harus memiliki keyakinan. Marilah kita semua bertekad dan berikrar. Dengan kekuatan satu orang, dua orang, sepuluh orang, kita bisa berbagi tanggung jawab ini. Kita memikul tanggung jawab ini bukan dengan kekuatan sendiri atau segelintir orang saja. Kita harus menghimpun banyak orang. Dengan demikian, beban ini akan menjadi lebih ringan.

Ketika banyak orang yang berbuat baik, barulah bencana alam dapat berkurang. Sering dikatakan bahwa jika banyak orang menciptakan berkah, barulah bencana akan berkurang.

Pandemi kali ini juga telah membawa bencana. Kita semua harus menjaga diri. Kita harus memiliki tubuh yang sehat. Kita harus sungguh-sungguh menjalankan protokol kesehatan, menjaga kesehatan tubuh kita, serta menjaga cinta kasih dalam hati kita.

Kita harus berusaha agar tetap berada dalam kondisi aman tanpa menghentikan penyaluran bantuan cinta kasih. Dibutuhkan usaha semua orang untuk bersama-sama mengerahkan kebijaksanaan dengan cinta kasih. Inilah yang disebut menginventarisasi kehidupan.


Saya sendiri terus memeriksa diri sendiri setiap hari. Saya juga menyerukan kepada murid-murid saya untuk bersama-sama memeriksa apa yang telah kita lakukan di masa lalu, bersemangat pada saat ini, dan terus melangkah hingga masa depan. Untuk itu, kita harus benar-benar bersungguh hati.

Saya berharap kalian semua menyosialisasikan vegetarisme. Selain menjaga kesehatan diri sendiri, kita berharap semua orang juga sehat. Untuk itu, semuanya harus bervegetaris. Inilah obat mujarab untuk saat ini. Bervegetaris adalah satu-satunya cara. Jadi, kita semua harus berusaha.

Selain menjaga kesehatan diri sendiri, kita harus menyosialisasikan vegetarisme. Inilah yang harus kita usahakan saat ini. Tentu, sebelum menyosialisasikannya kepada orang lain, kalian sendiri juga harus bervegetaris. Jika kalian bervegetaris, saya akan merasa tenang karena bervegetaris berarti menghindarkan kita dari virus. Ini adalah "isolasi" yang paling aman.

Jadi, harap kalian semua menjaga diri sendiri serta mengembangkan cinta kasih untuk menenangkan masyarakat. Inilah pelajaran besar yang harus kita petik dalam pandemi kali ini. Inilah arah kita bersama.  

Membebaskan semua makhluk dari penderitaan
Menjadikan cinta kasih sebagai tekad dan tujuan
Mengajak insan mulia untuk menghimpun berkah
Jangan terlambat memetik pelajaran besar           

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 08 Oktober 2021
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina, Devi
Ditayangkan tanggal 10 Oktober 2021
Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -