Sabtu, 20 Juli 2019
Indonesia | English

Ceramah Master Cheng Yen: Menghimpun Jodoh Baik dengan Berbagi Dharma

Bodhisatwa yang hadir di sini sekarang sudah memiliki karier yang sukses. Sekarang, yang harus kalian kejar ialah kebahagiaan tanpa batas, yaitu sukacita dalam Dharma. Saya ingin berbagi sebuah kisah kepada kalian semua. Ada seorang ayah yang sudah berusia lanjut dan berpikir untuk membiarkan anak-anaknya mengelola usahanya. Jadi, dia memberi ketiga anaknya masing-masing 2.000 dolar NT untuk memilih salah satu anaknya melanjutkan usahanya.

Dia berkata kepada ketiga anaknya, "Gudang kita begitu besar, kalian harus mencari cara untuk mengisi penuh gudang kita dengan uang yang saya berikan." Anak pertamanya berpikir dia harus membeli sesuatu untuk memenuhi gudang dan harus ada sisa uang untuk mengelola bisnisnya. Jadi, suatu hari, dia pergi ke desa dan melihat para petani sedang memanen padi di saat musim gugur akan tiba. Dia juga melihat setumpuk demi setumpuk jerami yang akan petani gunakan sebagai pupuk.

Dia bertanya kepada petani, "Bisakah Anda menjual tumpukan jerami ini dengan harga 1.000 dolar NT kepada saya?" Kemudian, dia pun membawanya pulang. Anak keduanya melihat ada orang yang sedang menebang pohon. Mereka memotong ranting dan daun dari pohon yang ditebang agar pohon itu dapat dimanfaatkan. Anak keduanya bertanya, "Setumpuk ranting pohon dan daun ini akan kalian gunakan untuk apa?"

 

"Tidak ada gunanya."
"Bisakah dijual kepada saya?"
"Bisa."
"Harganya berapa?"
"Lima ratus dolar NT saja."

 

Anak keduanya sangat gembira dan mengangkut pulang ranting-ranting pohon dan daun-daun itu. Anak ketiganya menggunakan 50 sen untuk membeli sebatang lilin. Dia pun menyalakan lilin itu dengan api. "Ayah, saya sudah mengisi seluruh ruangan ini dengan cahaya, bahkan menyinari hingga lubang yang kecil." Ayahnya sangat memujinya karena anak ketiganya menggunakan kebijaksanaannya. Dia hanya menggunakan beberapa sen untuk membeli sebatang lilin dan uangnya masih tersisa lebih dari 1.900 dolar NT. Mudah pula baginya untuk membawa pulang lilin itu dengan menaruhnya di dalam kantongnya.

Setelah pulang, dia hanya perlu mengeluarkannya dari kantongnya dan menyalakannya. Sungguh, untuk menjalankan usaha, dibutuhkan perencanaan dan harus melalui proses yang sangat sulit. Baik membeli jerami maupun ranting pohon, itu semua membutuhkan mobil untuk mengangkut barang-barang itu pulang. Untuk memindahkan semuanya ke gudang, juga dibutuhkan kerja keras. Namun, dengan kebijaksanaan, dia hanya perlu menyalakan lilin untuk mengisi penuh gudang itu.

Prinsip yang sama, jika dapat menyalakan pelita hati kita, kita akan memiliki masa depan yang sangat cemerlang. Saya berharap kita dapat menyalakan pelita hati kita dan menanamkan benih kebajikan di hati kita. Sebutir benih bisa tumbuh menjadi tak terhingga. Dunia ini membutuhkan benih kebajikan  yang tak terhitung jumlahnya.

Di zaman sekarang, orang-orang menikmati kesenangan hidup dan memiliki pola hidup yang berbeda-beda sehingga perlahan-lahan meninggalkan dampak besar bagi lingkungan. Dari laporan berita sekarang, kita bisa sering melihat bahwa banyak orang memakai masker di jalan. Apa sebabnya? Karena polusi udara yang sangat serius dan akan berdampak pada saluran pernapasan. Jadi, orang-orang mencegahnya. Namun, jika hanya memakai masker dan tidak mengubah pola hidup kita, itu juga tidak ada gunanya.

Pada generasi kita, kita sudah merasakan polusi udara yang serius, bagaimana dengan generasi berikutnya? Jadi, kini kita harus segera mengubah pola hidup. Jika tidak, sungguh tiada waktu lagi. Kita harus menyucikan hati manusia. Saya sangat berharap orang-orang dapat mengenal Tzu Chi dan memahami apa yang insan Tzu Chi lakukan. Ketika melihat orang kurang mampu atau orang yang menderita, kita harus membantu mereka meringankan penderitaan.

Insan Tzu Chi dengan satu tekad menjalankan Dharma dan Empat Misi Tzu Chi. Dalam keluarga besar Tzu Chi, semua orang bersumbangsih dengan hati yang tulus. Tadi, saat saya ingin berbelok masuk ke sini, ada sekelompok Tzu Cheng yang berdiri dengan rapi. Saya bertanya kepada beberapa orang, "Anda mengemban tanggung jawab apa?" Dia berkata, "Saya bertanggung jawab dalam tim mobilitas. Ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, saya akan pergi membantu."

Saya juga bertanya kepada relawan yang lain, "Anda bertanggung jawab di tim apa?" "Saya bertanggung jawab untuk menyiapkan teh dan air." Lihatlah, bahkan teh yang kita minum pun, ada tim khusus yang menyiapkannya. Di sini juga ada relawan yang bertanggung jawab atas pelayanan dan akomodasi. Ada juga tim konsumsi yang setiap hari menyiapkan makanan dengan bersungguh hati untuk kita.

Ada juga tim yang menyiapkan buah-buahan. Kita bisa menyantap buah-buahan di sini berkat kesungguhan hati mereka. Semua relawan itu sangat bersungguh-sungguh dan tulus Semoga Bodhisatwa  dari 10 negara dan wilayah yang berkumpul di Hualien saat ini merasa senang bertemu satu sama lain, semakin akrab dalam berinteraksi, serta saling berbagi Dharma dan saling menyemangati.

Saya berharap kalian benar-benar merasakan semangat Tzu Chi dan membangun tekad untuk menjalankan Tzu Chi. Dengan mendedikasikan diri secara langsung, barulah kita dapat benar-benar merasakannya. Jadi, dari satu tumbuh menjadi tak terhingga. Semoga kelak kalian juga dapat menginspirasi orang lain dan mendampingi mereka kembali ke sini. Saya menyemangati kalian semua.


Jangan menunda untuk melindungi Bumi
Menghimpun jodoh baik dengan berbagi Dharma
Menyucikan hati manusia dari satu menjadi tak terhingga
Melatih diri di Jalan Bodhisatwa

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 10 April 2019
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia,
Penerjemah: Hendry, Karlena, Li Lie, Marlina
Ditayangkan tanggal 12 April 2019

 

Artikel dibaca sebanyak : 119 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat