Rabu, 16 Agustus 2017

Ceramah Master Cheng Yen: Menumbuhkan Jiwa Kebijaksanaan dengan Menabur Benih Kebajikan

Terima kasih, Bodhisatwa sekalian. Di Neihu terdapat banyak kisah menyentuh tentang relawan daur ulang. Saya sering bersyukur atas hal ini. Di sana, para Bodhisatwa lansia kita melakukan daur ulang dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Mereka bersumbangsih tanpa pamrih. Yang mereka peroleh adalah rasa syukur. Apa yang disyukuri mereka?

Mereka bersyukur ada kegiatan daur ulang yang dapat mereka lakukan sehingga mereka tetap berguna di usia lanjut. Meski sudah lanjut usia, mereka tetap berguna. Saat sudah berusia lanjut, mereka dapat melindungi Bumi dengan melakukan daur ulang. Saya sering berkata bahwa lansia bukanlah masalah bagi masyarakat. Saya berkata seperti ini karena saya melihat para relawan daur ulang lansia kita.

Jadi, mereka bukan masalah bagi masyarakat. Mereka bahkan melakukan daur ulang dengan penuh rasa pencapaian dan rasa syukur. Bagaimana mungkin mereka menjadi masalah bagi masyarakat? Saya sering berkata bahwa para relawan lansia yang melakukan daur ulang itu memiliki lebih banyak pengetahuan dan kebijaksanaan daripada saya karena begitu memegang kantong plastik, mereka langsung bisa memilahnya.

doc tzu chi

Jika saya bertanya pada mereka mengapa ini dimasukkan ke sini dan mengapa itu dimasukkan ke sana, maka mereka bisa menjelaskan alasannya. Mereka memberi tahu saya bahwa ini adalah polipropilena, itu adalah polikarbonat, dan lain-lain. Saat saya bertanya bagaimana mereka mengetahuinya, mereka berkata bahwa mereka mengetahuinya dengan menyentuhnya. Ada pula yang berkata bahwa mereka mengetahuinya dengan mendengarnya.

Lihatlah, mereka begitu bijaksana dan berpotensi. Pikiran mereka sangat tajam. Jadi, dengan lebih banyak beraktivitas, pikiran lansia akan terus terlatih dan tidak akan menjadi masalah bagi masyarakat. Hidup mereka sangat bermartabat dan sangat bermakna. Saya bersyukur kepada para relawan yang terus mendampingi mereka. Para anggota Tzu Cheng dan komite kita terus mendampingi para relawan lansia bagaikan anak mendampingi orang tua, penuh rasa bakti dan hormat.

Mereka mengasihi para relawan lansia seperti teman dan keluarga sendiri sehingga para lansia memiliki rasa aman. Saya juga bersyukur atas hal ini. Sesungguhnya, seiring berjalannya waktu, setiap orang akan menua. Ini merupakan hukum alam. Karena itu, semangat untuk menginspirasi lansia dan saling memperhatikan dalam jangka panjang harus kita pertahankan untuk selamanya. Ini telah dilakukan dengan sangat baik di posko daur ulang kita.

doc tzu chi

Selain itu, kini kita bisa melihat pameran untuk menyosialisasikan konsep daur ulang diadakan dengan memadukan pengetahuan dan teknologi. Sesungguhnya, kita tidak memiliki banyak relawan yang ahli di bidang elektronik atau komputer, tetapi dengan adanya kesungguhan hati, relawan lain bisa bekerja sama dengan mereka guna melakukan berbagai persiapan untuk pameran tersebut. Dengan kesungguhan hati, mereka bisa mengadakan pameran.

Setiap tempat dan setiap benda dalam pameran menunjukkan Dharma. Jadi, Dharma terdapat di setiap tempat dan benda, bahkan sapi pun menunjukkan Dharma. Sesungguhnya, setiap orang memiliki sebuah kereta lembu putih. Setiap orang merupakan pengendara kereta lembu putih. Tubuh setiap orang adalah kereta lembu putih. Kereta ini bisa mengangkut banyak Dharma.

Buddha mengajari kita bahwa setiap orang bisa menjadi nakhoda perahu cinta kasih yang menyelamatkan semua makhluk. Sutra Makna Tanpa Batas mengajari kita untuk menjadi nakhoda. Kita semua bisa menakhodai perahu cinta kasih. Tidak peduli betapa besarnya perahu ini, kita pasti bisa menakhodainya karena tubuh kita merupakan bagian dari perahu ini. Dengan menjadi nakhoda perahu cinta kasih, kita harus menyeberangkan semua makhluk dari pantai penderitaan ke pantai kebahagiaan dan kebebasan.

doc tzu chi

Jadi, setiap orang merupakan nakhoda perahu cinta kasih dan pengendara kereta lembu putih. Tubuh kita merupakan kereta dan perahu tersebut. Dalam kehidupan ini, jika kita tidak memanfaatkan kereta ini secara maksimal, maka seiring berjalannya waktu, kereta ini akan berkarat. Bagaikan para lansia, jika pikiran mereka tidak dilatih, maka daya ingat mereka akan menurun dan berisiko terkena demensia.

Lansia zaman sekarang tidak perlu mengkhawatirkan apa pun. Karena memiliki banyak waktu senggang, mereka mudah terkena demensia. Kita harus memanfaatkan kereta dan perahu kita dengan baik. Sebagai pengendara dan nakhoda, kita harus bolak-balik untuk menyeberangkan semua makhluk.

Bodhisatwa sekalian, bagaimana kita menciptakan kedamaian dan kebahagiaan? Kita tahu bahwa di dunia yang penuh kekeruhan dan merupakan era kemunduran Dharma ini, moralitas manusia semakin menipis. Bagaimana menyucikan hati manusia? Bagaimana memulihkan moralitas manusia? Dengan menggenggam waktu untuk mempraktikkan Dharma secara nyata. Kita sungguh harus menghargai tubuh kita dan menumbuhkan jiwa kebijaksanaan.

Kita harus bersyukur dan menghormati Buddha yang telah menumbuhkan jiwa kebijaksanaan kita. Buddha merupakan ayah dari jiwa kebijaksanaan. Saya sudah mengulas ini semua dalam ceramah pagi. Karena itu, kita harus bersyukur serta menghargai dan memanfaatkan hidup kita untuk menumbuhkan jiwa kebijaksanaan. Seiring berlalunya waktu, kehidupan kita juga semakin berkurang, ini merupakan hukum alam. Kita juga akan menua dan meninggal dunia suatu hari nanti.

Hanya jiwa kebijaksanaan yang bisa bertahan untuk selamanya. Semua perbuatan kita tersimpan di dalam kesadaran kedelapan kita. Segala perbuatan kita bagaikan benih yang kita tabur. Perbuatan kita ditentukan oleh tubuh dan pola pikir kita. Dengan memiliki pola pikir yang benar dan melakukan hal yang benar, semua itu akan tersimpan di dalam kesadaran kedelapan kita. Inilah pencapaian kita.

Kita berharap lewat tubuh dan perbuatan kita, kita dapat menumbuhkan jiwa kebijaksanaan dan memahami kebenaran. Dengan memahami kebenaran, kita bisa membangkitkan kebijaksanaan yang murni. Inilah sifat hakiki kita yang sesungguhnya. Saya sangat bersyukur kalian semua begitu bekerja keras untuk menumbuhkan jiwa kebijaksanaan.

Relawan senior harus mendampingi relawan baru dengan sepenuh hati.  Bukan hanya itu, kalian juga harus mengajarkan filosofi dan semangat Tzu Chi pada mereka. Lihatlah, potensi kebajikan anak muda bisa mendukung pencapaian kita seperti pameran tersebut. Dengan pola pikir yang benar, kita bisa menumbuhkan jiwa kebijaksanaan.

Melakukan daur ulang untuk melindungi Bumi
Relawan lansia yang melakukan daur ulang merupakan permata bagi masyarakat
Menjadi nakhoda perahu cinta kasih untuk menyelamatkan semua makhluk
Menumbuhkan jiwa kebijaksanaan dengan menabur benih kebajikan

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 11 Juni 2017

Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia,

Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina

Ditayangkan tanggal 13 Juni 2017

Artikel dibaca sebanyak : 254 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Lebih mudah sadar dari kesalahan yang besar; sangat sulit menghilangkan kebiasaan kecil yang buruk.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat