Selasa, 13 April 2021
Indonesia | English

Ceramah Master Cheng Yen: Menyebarkan Cinta Kasih demi Mewujudkan Keharmonisan

“Terima kasih kepada Master dan insan Tzu Chi di seluruh dunia yang membuat kami dapat bersekolah di Sekolah Menahel, Turki. Selama ada niat baik, akan ada berkah, selama ada tekad, akan ada kekuatan,” Kata salah seorang siswa.

“Dapat memberikan cinta kasih merupakan berkah, dapat melenyapkan noda batin adalah kebijaksanaan,” kata siswa lainnya.

“Terima kasih, saya mengasihi kalian semua,” kata siswa lainnya.

“Saya adalah relawan Tzu Chi. Dengan bangga saya katakan, saya adalah anggota keluarga besar yang indah ini. Terima kasih kepada Master dan insan Tzu Chi di seluruh dunia. Cinta kasih membuat umat manusia bersatu. Terima kasih. Terima kasih atas bantuan kalian. Kami mengasihi kalian. Kami cinta Tzu Chi,” kata salah seorang relawan Tzu Chi.

“Selamat Tahun Baru Imlek,” kata relawan Tzu Chi Turki serta para guru dan siswa Sekolah Menahel.

Saat ini saya sungguh merasa seluruh dunia bagaikan tetangga dekat. Suasananya seperti teman lama yang berkumpul bersama, sungguh hangat dan penuh rasa haru. Saya sangat kagum kepada orang-orang di Turki.

 

Di Sekolah Menahel, saya melihat ketulusan. Entah ketulusan ini ditujukan kepada Allah atau siapa pun, saya tetap sangat kagum. Asalkan memiliki keyakinan agama, manusia bisa memiliki arah yang benar karena di dalamnya mengandung prinsip kebenaran. Prinsip kebenaran ini menjadi sumbu pemikiran kita.

Kita sangat mengasihi anak-anak di sana. Kita berharap perdamaian dunia dapat terwujud sehingga taraf hidup mereka dapat meningkat dan mereka dapat menerima pendidikan yang lebih baik di tengah masyarakat yang damai. Kita berharap orang-orang di seluruh dunia memiliki cinta kasih yang sama dan dapat melangkah maju Bersama ke arah perdamaian dunia. Kita juga melihat insan Tzu Chi berdoa bersama dengan tulus untuk mendoakan kedamaian di setiap tempat dan kesehatan serta ketenteraman bagi semua orang.

Saya berterima kasih kepada relawan Tzu Chi, Faisal Hu, Nadya Chou, dan David Yu, yang telah membimbing relawan lokal di Turki. Dalam ajaran Buddha, ini disebut jalinan jodoh. Dengan adanya benih sebab, kondisi bagi kita untuk saling mengenal bisa matang. Jadi, dengan adanya sebab dan kondisi, kita dapat menghimpun cinta kasih tanpa celah. Kita dengan tulus mendoakan semua orang. Kami mendoakan kalian semoga setiap orang dapat berada di lingkungan yang damai. Semoga semua orang hidup tenteram dan selamat. Semoga semua orang bahagia.

“Murid Jing Si di Yordania berikrar kepada Master untuk menyebarkan Empat Misi dan Delapan Jejak Dharma di Yordania; menolong yang kurang mampu, melenyapkan penderitaan, memberi kebahagiaan; menyebarkan konsep pelestarian lingkungan, vegetarisme, melindungi kehidupan, dan melindungi alam; menyucikan hati manusia, mewujudkan masyarakat yang harmonis. Kami mengasihi Master. Selamat Tahun Baru Imlek.”


Terima kasih, semoga kita dapat menghimpun cinta kasih. Cinta kasih ini tidak membedakan bahasa, ras, ataupun agama. Kita harus melapangkan hati untuk mendobrak sekat perbedaan agama. Namun, kita tetap harus tulus pada keyakinan masing-masing. Keyakinan kalian terhadap Allah sangat tulus. Keyakinan kalian juga didasari oleh kasih sayang. Apa pun istilahnya, inilah arah dalam setiap keyakinan.

Saya lebih berharap Tzu Chi di sana dapat berkontribusi lebih banyak. Tzu Chi bagaikan sebutir benih. Benih ini telah sampai ke Yordania dan Turki dan dapat berakar sehingga pohon besar Tzu Chi dapat tumbuh di sana. Cinta kasih tanpa pamrih para relawan setempat dapat melipatgandakan benih ini sampai tak terhingga. Dengan demikian, akan ada lebih banyak pohon besar yang dapat menaungi orang-orang di sana. Inilah semangat kita bersama.

“Master, apa kabar? Kalian telah banyak membantu warga di Battambang. Saya sangat senang bertemu kalian. Terima kasih. Selamat Tahun Baru Imlek. Para murid di Kamboja berikrar dengan tulus untuk bervegetaris dan menyosialisasikan vegetarisme serta menggalang Bodhisatwa dunia.”

Kita melihat Bapak Hsieh dan wakil wali kota setempat juga sangat mendukung Tzu Chi. Kita harus berterima kasih kepada Wakil Wali Kota dan jajarannya yang terus mendukung segala yang Tzu Chi lakukan.

Insan Tzu Chi harus lebih bersemangat untuk bersumbangsih di sana. Semoga semua orang dapat mengembangkan cinta kasih. Berada di sana, kita harus berkontribusi bagi masyarakat setempat. Para relawan Tionghoa di sana dapat membimbing relawan lokal. Ini sangat penting. Semangat dan filosofi Tzu Chi harus ditanamkan di sana. Apa yang dibutuhkan di sana, kita harus segera merespons.

 

Jalinan jodoh Tzu Chi di Kamboja juga sangat istimewa. Setiap kali membahas tentang Kamboja, saya pasti teringat masa-masa dua puluhan tahun yang lalu. Kini saya senang melihat Kamboja begitu aman dan damai. Kita turut berbahagia atas hal ini. Tentu, saya berharap insan Tzu Chi di sana dapat terus tekun dan bersemangat. Terima kasih, saya mendoakan kalian semua semoga terus berakar dan menyebarkan benih kebajikan di sana. Terima kasih.

“Master, kami semua aman dan selamat. Mohon agar Master tidak khawatir. Master yang terkasih, kami sangat merindukan Master. Semoga Master dipenuhi kebaikan di tahun baru dan sehat selalu. Meski kondisi di sini agak kacau, tetapi kami mengerti dengan jelas bahwa kelak tanggung jawab yang harus dipikul akan lebih banyak. Jadi, semangat celengan bambu dan celengan beras akan terus kami sebarkan. Ajaran Master kami terima dengan senang hati dan kami praktikkan. Terima kasih, Master. Mohon agar Master tidak khawatir.”

Terima kasih, belakangan ini saya terus memperhatikan kondisi Myanmar setiap hari. Saya juga sering membahas bagaimana warga setempat dapat menghimpun sekitar 3 ribu kg beras dengan menyisihkan segenggam beras setiap kali makan. Kini mereka bahkan berhasil mengumpulkan lebih dari 20 ribu kilogram beras.

 

Kita melihat bahwa segenggam demi segenggam beras yang terhimpun cukup untuk membantu warga yang membutuhkan. Jadi, semua orang telah mengembangkan cinta kasih dan saya percaya kalian juga telah memupuk, mengembangkan, dan menghimpun berkah.

Saya percaya Myanmar akan segera damai dan harmonis. Dengan adanya tabungan cinta kasih yang cukup, berkah yang terhimpun akan besar dan dapat meredam bencana. Dengan tulus saya mendoakan kalian semua senantiasa aman dan tenteram.

Setiap relawan di setiap negara sangat tekun dan bersemangat. Dalam berusaha, setiap orang memiliki kelebihan masing-masing dan harus saling belajar. Kita bersama-sama menapaki Jalan Bodhisatwa. Terima kasih.

Saya mendoakan kalian semua. Terima kasih. Semoga selalu aman dan tenteram. Selamat Tahun Baru Imlek. Semoga semua insan Tzu Chi di seluruh dunia senantiasa tenteram dan bahagia. Terima kasih.

Berdoa bersama insan Tzu Chi di seluruh dunia
Menyebarkan cinta kasih demi mewujudkan keharmonisan
Benih Bodhi dan kebajikan tersebar melampaui batas negara
Berakar di daerah masing-masing dan mewujudkan hutan Bodhi

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 18 Februari 2021         
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 20 Februari 2021

Artikel dibaca sebanyak : 273 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tidak terhingga.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat