Rabu, 19 September 2018
Indonesia | English

Guru yang Welas Asih

Master Cheng Yen dilahirkan di kota kecil bernama Chingshui di Taiwan bagian tengah pada tahun 1937. Master Cheng Yen memulai untuk hidup sebagai vegetarian saat doanya untuk kesembuhan sang bunda terkabul. Wafatnya sang ayah di tahun 1960 menjadikan beliau memahami bahwa hidup ini hanyalah sementara dan selalu berubah.

Saat Ayahnya meninggal, Master Cheng Yen bertanya pada dirinya sendiri, apa sebenarnya hakikat kehidupan ini? Datang dari mana dan setelah meninggal akan menuju ke mana? Pertanyaan inilah yang membuka titik perubahan kehidupan yang dicarinya.

Baginya kebahagiaan sejati adalah dengan memperluas kasih sayang, memberi kepedulian kepada masyarakat, dan menyayangi semua makhluk. Pada usia 23 tahun, beliau meninggalkan rumah untuk menjadi seorang biksuni.

Master Cheng Yen selalu menerapkan cara hidup yang sederhana dan saleh. Agar dapat hidup mandiri, beliau dan murid-muridnya membuat lilin dan tepung sereal yang terbuat dari kacang-kacangan untuk mempertahankan hidup. Beliau memegang teguh semangat kemandirian dengan prinsip “satu hari tidak bekerja, satu hari tidak makan”.

Pada tahun 1966, Master Cheng Yen mendirikan Yayasan Kemanusiaan Buddha Tzu Chi. Semua kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Tzu Chi tidak memandang perbedaan agama, ras, suku, dan negara.

 

Karena kepeduliannya dalam menebarkan cinta kasih universal, beliau dianugerahi penghargaan, diantaranya: Ramon Magsaysay Award, Filipina (1991), Penghargaan Kedua Orang Paling Berpengaruh di Taiwan (2003), Asian American Heritage Award for Humanitarian Service (2004), dan Penghargaan Bidang Perdamaian dari Niwano Peace Foundation, Jepang (2007).

Artikel dibaca sebanyak : 8040 kali


5 komentar


Uays Hasyim On Thursday, 06 Juli 2017, 14:36:21 wrote:

Sangat menginpirasi, semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan terus menebarkan kebaikan dalam kebahagiaan, Salam hormat

Heru Suharto On Thursday, 23 Maret 2017, 12:15:19 wrote:

Keteladanan beliau membawa ketentraman di kehidupan masyarakat ,membantu sesama manusi tidak memandang latar belakang agama,ekonomi,sosial.Keteladanan beliau untuk menciptakan kehidupan yang damai.SEMOGA MASYARAKAT KITA BISA PUNYA RASA TOLERANSI DAN GOTONG ROYONG SEPERTI BELIAU SEBARKAN.Semoga Panjang Umur MASTER CHENG YEN.

gunarto hadi On Monday, 16 Januari 2017, 02:57:29 wrote:

Walaupun saya berbeda keyakinan tetapi prinsip, falsafah dan segala contoh perbuatan, perkataan master Chen Yen adalah yang saya selalu ikuti. Kasih sayang tulus terhadap sesama manusia dan makhluk hidup akan membuat kedamaian dan kebahagiaan hati setia insan.

deny bernhard pantouw On Sunday, 03 April 2016, 21:30:30 wrote:

Saya sangat bersyukur bahwa di dunia ini masih ada tokoh yang mengajarkan Cinta Kasih kepada sesama tidak memandang ras, agama atau latar belakang orang. Kasih yang tulus di berikan menjadikan hati kita semakin murni dan indah dihadapan Sang Kebaikan itu sendiri.

JHONNY SATRIA SINUKABAN On Tuesday, 16 Desember 2014, 08:44:06 wrote:

"Seandainya 50% saja",....orang Indonesia dari SARA apapun mempunyai prinsip hidup "MASTER Cheng Yen" : Kebahagiaan Sejati adalah dengan Memperluas KASIH SAYANG, Memberi KEPEDULIAN kepada Masyarakat, dan MENYAYANGI SEMUA Makhluk. Saya YAKIN & PERCAYA,... Indoneisa akan jauh lebih MAJU, Bermartabat, Berakhlak, Berilmu,..... Amin...Amin....Amin



Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Memiliki sepasang tangan yang sehat, tetapi tidak mau berusaha, sama saja seperti orang yang tidak memiliki tangan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat