Senin, 22 Juli 2019
Indonesia | English

Master Menjawab: Bagaimana Menguraikan Kesalahpahaman?


Pernah ada dua orang relawan yang menaruh dendam satu sama lainnya, masing-masing bertugas pada Badan Misi Tzu Chi yang berbeda. Sekarang ini mereka berdua memikul tanggung jawab penting untuk menggerakkan tugas yayasan. Mereka berdua datang ke hadapan Master Cheng Yen untuk menyampaikan penyesalan dan pertobatan mereka dengan setulus hati, serta menyatakan bahwa demi Tzu Chi bersedia untuk melupakan berbagai kesalahpahaman yang pernah terjadi pada masa lampau.

Master Cheng Yen Berceramah:

Bukan hanya harus melupakan, tetapi harus memahami dengan jelas bahwa tidak pernah ada yang disebut sebagai “kesalahpahaman”. Sebab maksud dari “kesalahpahaman” adalah pemahaman yang salah. Setiap orang pada dasarnya memiliki sifat Buddha dan hati yang baik, hanya saja kemudian punya tabiat buruk yang terbentuk setelah berada di dunia fana ini. 

Salah atau benar hanya merupakan perbedaan pola pikir saja. Karena perbedaan sudut pandang akan membuat orang atau benda yang dilihat meninggalkan persepsi yang berbeda pula, ini yang melahirkan kesalahpahaman.

Master mengambil teko teh di atas meja sebagai contoh. Ada beberapa orang yang duduk di sekeliling meja, ada yang menghadap pada mulut ceret, ada yang melihat pada pegangan teko. Karena sudut pandangnya berbeda, maka yang dilihat juga berbeda, tapi sama sekali tidak berpengaruh pada keindahan dari teko teh itu sendiri.

Hakikat yang sama, setiap orang pada dasarnya memiliki sifat hakiki yang sama dan arah dari niat kebajikan yang sama, namun tabiat buruk pada diri setiap orang mempengaruhi persepsi masing-masing. Jadi ketika berdiri pada sudut yang berbeda, bukan berarti ada yang salah pada sesuatu yang dilihat.

Dalam setiap hal tiada yang benar atau salah, karena tiada orang yang benar, maka tentu saja juga tiada orang yang salah, hanya saja sudah tertipu oleh rupa yang menimbulkan bayangan gelap dalam batin. Jika bayangan gelap itu dapat dihapus, semuanya menjadi jernih dan semuanya dapat dimulai dari awal kembali.

Jika saling bersabar untuk menjaga keharmonisan sebagai wujud persembahan kepada Master, lalu “melupakan” dendam untuk sementara, tentu saja masih ada kemungkinan untuk “timbul” kembali. Satu-satunya cara adalah benar-benar menguraikan simpul yang ada di dalam hati, barulah dapat mendatangkan ketenangan di dalam hati.

※ Dikutip dari buku “Membabarkan Sutra Tanpa Batas dengan Makna Tanpa batas” karangan Master Cheng Yen.

Artikel dibaca sebanyak : 851 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Tanamkan rasa syukur pada anak-anak sejak kecil, setelah dewasa ia akan tahu bersumbangsih bagi masyarakat.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat