Rabu, 26 Juni 2019
Indonesia | English

Sanubari Teduh: Aktif Mengembangkan Jiwa Kebijaksanaan

Kehidupan tergerus seiring waktu. Jiwa kebijaksanaan tergerus seiring bertambahnya noda batin. Setiap orang hendaknya meningkatkan kewaspadaan dan aktif mengembangkan kecemerlangan jiwa kebijaksanaan. Dengan demikian, barulah manusia tak akan diliputi kegelapan batin dan tabiat buruk.

Kemampuan dan pengetahuan tidak dibuktikan lewat ucapan, melainkan lewat praktik nilai nilai luhur. Tiada yang lebih besar di antara sesama manusia, tetapi orang yang berbudi luhur pasti memperoleh penghormatan. Dengan keluhuran moral, seseorang dapat memimpin semua. Keluhuran moral bukan dibicarakan melainkan diwujudkan secara nyata agar orang-orang bisa melihat dan  merasakannya.

Inilah keharuman kebajikan. Ia mungkin tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan. Inilah keluhuran kebajikan. Jadi dalam mempelajari ajaran Buddha, kita harus mempelajari hal ini. Siapakah diri kita? kita hanya satu bagian dari masyarakat, kita hanya satu makhluk di bumi ini. Terhadap semua makhluk di bumi, kita harus berusaha untuk membalas budi. Kita juga harus bersumbangsih di masyarakat. Inilah cara mewujudkan kebajikan sebagai manusia.

Jadi manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Buddha datang ke dunia untuk membimbing semua makhluk dan memberi teladan kualitas sebagai manusia. Inilah pendidikan yang Buddha berikan di dunia. Perbedaan manusia dengan makhluk lainnya terletak pada kemampuan manusia untuk membalas budi bumi dan membantu sesama. Inilah keteladanan kualitas manusia yang hendak ditekankan Buddha saat mengajar di dunia.

doc tzu chi

Buddha mengajarkan kepada kita untuk menjauh dari noda batin. Artinya segala kebocoran harus diakhiri. Kita harus berusaha melenyapkan  noda batin. Jika segala noda batin telah dilenyapkan barulah kebocoran dapat diakhiri.

Saat berhasil mengikis sedikit noda batin, janganlah kita menambah noda batin baru. Kita harus menjalankan tekad kita untuk berubah. Dalam hubungan antar manusia sulit dihindari terjadinya gesekan. Jika bertekad untuk memaafkan, kita harus segera memaafkan. Jangan lagi mengingat kesalahan masa lalu. “Orang berbudi tidak mengingat kesalahan lama orang lain”.

Dalam mempelajari ajaran Buddha, kita harus belajar untuk sadar. Jika kita membersihkan batin dari pikiran buruk, mengubah total tabiat buruk, dan melenyapkan jalinan jodoh buruk, barulah kita bisa benar-benar sadar dan tercerahkan. Hendaklah senantiasa membangkitkan niat baik dan menjalin jodoh baik agar noda batin tidak lagi meliputi pikiran kita dan membuat kita kembali terjebak dalam penderitaan di kehidupan mendatang.

Kita kini sudah berada di era kalpa kerusakan dan era kemunduran Dharma. Nilai-nilai kebajikan semakin tergerus. Alam telah rusak dan semakin tidak normal. Pada kehidupan mendatang, sesungguhnya seperti apa tempat tinggal kita? Akankah kita tinggal di tempat penuh bencana? Nilai-nilai kebajikan manusia semakin tenggelam. Kelak, di kehidupan mendatang akankah kita bertemu dengan orang jahat?

Jadi kita harus menjalin jodoh baik dengan banyak orang. Janganlah kita hanya memikirkan kebaikan diri sendiri. Tidak boleh begitu, kita tetap harus memikirkan kebaikan banyak orang. Inilah kesetaraan. Kita harus menggangap setiap orang sebagai guru. Kita juga harus meneladani para orang bijak dan berintropeksi saat melihat sesuatu yang tidak benar. Untuk itu harap semua selalu bersungguh hati.

Demikianlah diintisarikan dari video Sanubari Teduh: Aktif Mengembangkan Jiwa Kebijaksanaan. 

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisatwa

Artikel dibaca sebanyak : 686 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Jika menjalani kehidupan dengan penuh welas asih, maka hasil pelatihan diri akan segera berbuah dengan sendirinya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat