Sabtu, 10 April 2021
Indonesia | English

Sanubari Teduh - Berpaling Dari Kesehatan Menuju Kesadaran (405)

Saudara se-Dharma sekalian, Sutra Makna Tanpa Batas bersumber dari “Kediaman para Buddha”; terpancar ke hati setiap makhluk; berada di ladang praktek para Bodhisattva; ada sepuluh pahala dari Sutra ini yang bermanfaat bagi semua makhluk. Penggalan ini seharusnya sangat akrab. Ini adalah lirik lagu Sutra Makna Tanpa Batas. Ini adalah kutipan dari Sutra. Penggalan ini dapat membuat kita paham. Dharma apakah yang ingin diteruskan oleh Sutra ini; metode apa yang digunakan untuk membimbing semua makhluk.  Kita harus tahu Sutra adalah jalan. Jalan harus di praktikkan. Ia adalah sebuah kebenaran. Jalan kebenaran haruslah kita tapaki.

Dimanakah jalan ini berada ? di “kediaman Para Buddha”. Dimanakah “Kediaman Para Buddha”? di hati  setiap orang. “Kediaman” ibarat sebuah ruangan. Ia merujuk pada “rumah tinggal” Buddha. Dimanakah rumah tinggal Buddha ?  Di dalam hati setiap orang.   Kita sering mendengar insan Tzu Chi berkata, “Pulang ke kampung halaman batin.” Benar. Kita semua memiliki kampung halaman batin. Kampung halaman batin yang sesungguhnya adalah hati Buddha.

Jadi, “Kediaman Para Buddha” adalah hati Buddha. Hati Buddha dimiliki oleh setiap orang. Jadi, Kebenaran  Sutra Makna Tanpa Batas berasal dari hati Buddha. Ini ada di dalam hati kita  semua. Jadi sesungguhnya ke mana kebenaran ini harus dijalankan ?  ke hati semua makhluk. Hati Buddha adalah hati semua makhluk. Semua makhluk pada hakikatnya memiliki hati Buddha. Hanya saja akibat kegelapan batin, kita telah tersesat tanpa sadar dalam waktu yang panjang. Jadi, sering dikatakan, “Kehilangan Hakikat sejati sejak masa tanpa awal.” Hakikat sejati ini telah tertutup sejak masa tanpa awal. Jadi, pikiran kita semua telah tersesat. Buddha datang ke dunia untuk membimbing kita agar dari kesesatan ini, kita dapat kembali ke kampung halaman batin dan menemukan kembali “Kediaman Para Buddha”. Jadi Jalan ini dibuka atas dasar welas asih Buddha yang datang ke dunia ini demi membimbing semua makhluk.


Semua makhluk memiliki 84.000  noda batin. Buddha harus membuka  84.000 pintu metode terampil untuk mengakomodasi sifat dan daya tangkap  semua  makhluk. Jadi, jalan ini sangat panjang. Ke mana jalan ini membawa kita ? Ke hati semua makhluk. Kita semua makhluk tengah tersesat. Buddha mengajar semua makluk ini sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing sejak masa tanpa awal. Tabiat orang tidaklah sama. Karena itu, dibutuhkan cara yang berbeda-beda agar kebenaran dapat meresap ke dalam hati mereka. Inilah “terpancar ke hati semua makhluk”     Di mana kebenaran ini berada ?  Di Ladang praktik Para Bodhisattva. Jalan yang ditapaki semua Bodhisattva adalah jalan yang diajarkan Buddha, yaitu terjun ke tengah umat Manusia untuk membimbing semua makhluk agar menyerap ajaran ke dalam hati. Jadi saya sering mengatakan bahwa di hati setiap orang harus ada Buddha, di dalam perbuatan harus ada Dharma. Artinya sama dengan ini. Pada dasarnya kita memiliki hakikat kebuddhaan, hanya saja kita telah tersesat. Kini kita dapat mengenal ajaran Buddha, maka kita harus membangkitkan Bodhicitta dan mempraktikkan Jalan Bodhisattva. Jadi, di hati harus ada Buddha, di dalam perbuatan harus ada Dharma. Jadi, dikatakan bahwa kebenaran ini berada di ladang praktik para Bodhisattva. 

Sejak masa tanpa awal  hingga kini, entah berapa banyak karma buruk yang kita lakukan akibat kebodohan.  Jadi, saudara sekalian kita harus selalu bersungguh hati dan terus meningatkan diri sendiri. Kita harus meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kebodohan timbul dalam batin kita. Jadi, harap semua selalu bersungguh hati.

Demikianlah dikutip  dari video Sanubari Teduh - Berpaling Dari Kesehatan Menuju Kesadaran (405)

Penyelaras: Hadi Pranoto


 

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva

 

Artikel dibaca sebanyak : 514 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cemberut dan tersenyum, keduanya adalah ekspresi. Mengapa tidak memilih tersenyum saja?

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat