Sabtu, 14 Desember 2019
Indonesia | English

Sanubari Teduh: Bertoleransi dan Mengendalikan Diri

Saudara se-Dharma, kita semua tak dapat lepas dari masyarakat. Manusia adalah makhluk sosial. Bagaimana manusia hendaknya saling berinteraksi? ada orang yang terhadap orang lain sangat ketat, tetapi sulit untuk mengatur diri sendiri. Kita seharusnya dapat mendisplinkan diri sendiri. Kita hendaknya mendisiplinkan diri sendiri sesuai peraturan dan pedoman hidup yang ada.

Kita juga hendaknya bertoleransi terhadap orang lain. Jika kita dapat berinteraksi seperti ini dengan orang lain, maka akan diliputi sukacita. Jika kita kita ketat pada orang, tetapi longgar pada diri sendiri, maka sulit untuk membina hubungan baik. Kita akan mudah merasa tidak suka dengan orang karena kita selalu menuntut mereka.

Kita selalu melihat orang lain salah. Dengan begitu, saat melihat orang lain, kita tidak dapat membangkitkan rasa sukacita. Inilah orang yang sombong. Jika kita terlalu sombong, selamanya kita akan kesepian.


Kita hidup di tengah masyarakat. Jika kita menutup diri, maka kita akan menderita dan tak bahagia. Jadi kita harus bertoleransi terhadap orang dan mendisplinkan diri sendiri. Inilah cara menumbuhkan berkah dan kebijaksanaan. Inilah prinsip interaksi yang benar.

Jika kita tahu cara memperlakukan orang, kita akan tahu cara mengatur diri sendiri. Jika kita tak dapat mengatur diri sendiri, kita tak akan mampu menghadapi orang lain. Berhubung kita hidup di tengah masyarakat, maka kita harus bertoleransi dan mendisplinkan diri. Inilah orang yang penuh berkah dan kebijaksanaan.

Saudara se-Dharma, harap kita semua bisa bersungguh hati.  Dalam kehidupan sehari-hari, di tengah masyarakat, kita harus lebih lapang dada terhadap orang lain. Jangan perhitungan terhadap orang lain. Kita hendaknya bisa mundur selangkah. Terhadap batin sendiri, kita harus displin dan memegang teguh pedoman. Kita harus mendisplinkan diri. Dengan begitu, meski dalam kehidupan ini berbagai hal tidak berjalan lancar atau tidak semua orang bersikap baik pada kita, kita hendaknya dapat memahami bahwa hal itu adalah jodoh yang kita jalin di kehidupan lampau.

Kini kita harus berlapang dada terhadap orang lain, tetapi juga harus menjaga pikiran sendiri. Dengan begitu berkah dan kebijaksanaan akan tumbuh. Bagaimanapun, yang lalu sudah berlalu. Kita harus berfokus pada saat ini. Dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana kita berperan sebagai manusia, bagaimana kita menjalin jodoh baik ? Inilah yang paling penting. Jadi Harap selalu bersungguh hati.

Demikianlah dikutip  dari video Sanubari Teduh: Bertoleransi dan Mengendalikan Diri 

 

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisatwa

Artikel dibaca sebanyak : 1580 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat