Rabu, 26 Juni 2019
Indonesia | English

Sanubari Teduh: Lenyapnya Keburukan dan Timbulnya Berkah

Buah karma tidak dapat dihindari. Saat tubuh menderita akibat karma buruk, batin hendaknya membangkitkan kebijaksanaan untuk menerima dengan berani. Dengan begitu, barulah buah karma buruk dapat diatasi dengan kebijaksanaan.

Fisik memang tetap menderita, tetapi mereka tetap menerimanya, tidak berusaha menolak. Mereka menerima dengan sukarela. Dengan begitu batin mereka tidak menderita Mengapa mereka dapat menerima dengan sukarela? Karena batin mereka ada air Dharma. Mereka memahami hukum karma, jadi Dharma bagaikan air.

Orang yang tidak paham pasti mereka bertanya-tanya mengapa menderita, padahal mereka merasa tidak berbuat jahat. Mereka bertanya-tanya mengapa mereka terus dilanda kemalangan. Ini terjadi pada diri kita karena benih sebab yang ditanam masa lalu harus kita terima buahnya di masa kini.

Jika kita tahu bahwa ini adalah buah dari benih yang kita tanam sendiri, maka kita pasti rela menerimanya. Ini adalah sebuah cara untuk mengikis karma masa lampau. Meski fisik kita menderita. Jika di tengah penderitaan ini kita dapat menciptakan berkah, maka ini lebih luar bisaa. Kita akan dapat menjalin jodoh baik.

doc tzu chi

Saat menciptakan berkah, janganlah mengharapkan imbalan. Jika terinspirasi saat menciptakan berkah, di tengah penderitaan, maka kita tak akan terus menciptakan karma buruk. Inilah yang disebut membedakan baik dan buruk. Berhubung pernah berbuat jahat, kita harus menerima buahnya. Berhubung telah melihat penderitaan, maka kita harus menciptakan berkah. Dengan demikian, kebajikan dan kejahatan dapat di bedakan dengan jelas.

Jadi, kita harus selalu punya hati yang bertobat. Saat bertemu orang seperti apapun, jalinan jodoh seperti apapun, dan bertemu kondisi yang buruk, kita harus bertobat dan memperbaiki diri. Untuk mengubah jodoh buruk menjadi jodoh baik, dibutuhkan pertobatan.

Jika senantiasa memiliki hati yang bertobat, saat bertemu kondisi yang tidak baik, tidak timbul kerisauan di dalam batin, maka dapat mengubah jalinan jodoh buruk menjadi jodoh baik. Apa gunanya? kita terus berniat untuk menjalin  jodoh baik dan melenyapkan jodoh buruk dengan seseorang. Tetapi mengapa saat melihat atau mendengar tentangnya, kita kembali risau? Jadi, kita harus bertobat.

Jika bisa seperti ini, barulah kita dapat mengubah keburukan menjadi kebaikan. Jadi, pertobatan sangat penting. Kita harus bertobat, barulah dapat melenyapkan karma buruk. Jika di masa lalu kita telah menjalin jodoh, dan menanam benih buruk. Kini kita harus bertobat. Barulah karma buruk dapat dikikis, tidak lagi kita ulangi.

Saat karma buruk lenyap, berkah akan tumbuh. Saat kejahatan lenyap, kebajikan akan tumbuh. Saat kebodohan lenyap, kebijaksanaan akan tumbuh. Ini adalah prinsip, yang pasti kita harus meyakini ajaran Buddha.

Jika kita terus dalam ajaran Buddha dan tindakan kita dalam keseharian selalu sesuai dengan Dharma, maka kondisi apapun yang kita temui, seiring berlalunya waktu, secara alami juga akan terlewati. Dengan kebajikan, kita menghadapi semua orang dan hal dalam keseharian. Perlahan-lahan, kita memupuk jodoh baik. Dengan begitu, tentu berkah akan tumbuh.

Tiga racun merusak segala kebajikan, pertobatan melenyapkan segala kejahatan. Jika kejahatan berakhir, dengan sendirinya niat baik akan tumbuh. Melatih diri berarti memupuk rasa pertobatan. Kita harus tahu bahwa kebajikan pasti berbuah kebaikan dan kejahatan pasti berbuah keburukan. Keburukan hanya dapat dikikis oleh kebajikan.

Intinya jika kita senantiasa membangkitkan hati yang bertobat, barulah batin kita dapat senantiasa cemerlang. Setelah bertobat, barulah kita tak akan terus diselimuti kegelapan batin. Jadi kita harus bertobat. Pertobatan adalah pemurnian. Harap semua selalu bersungguh hati

Demikianlah diintisarikan dari video Sanubari Teduh: Lenyapnya Keburukan dan Timbulnya Berkah

 GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva

Artikel dibaca sebanyak : 780 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Apa yang kita lakukan hari ini adalah sejarah untuk hari esok.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat