Rabu, 26 Juni 2019
Indonesia | English

Sanubari Teduh: Mengubah Tiga Racun Menjadi Tiga Kebijaksanaan

Semua makhluk di enam alam memiliki kebajikan dan kejahatan. Saat kebajikan terhimpun, berkah akan tumbuh. Saat berkah habis dinikmati, giliran karma buruk yang berbuah. Dengan senantiasa bertobat, berpikiran dan berbuat baik. Barulah karma buruk dapat terkikis dan berkah dapat tumbuh.

Saat hidup dipenuhi berkah, kita harus berinstrospeksi. Jangan menunggu berkah habis. Jika karma buruk berbuah, maka akan terlambat. Jadi, orang yang hidup penuh berkah, hendaknya menyadari berkah itu. Kita hendaknya menyadari, menghargai, dan kembali menciptakan berkah. Jangan lagi menciptakan karma buruk.

Jadi, kita harus bertobat. Bertobat berarti mengingatkan diri sendiri dan senantiasa berinstropeksi. Jika ada kesalahan, kita harus segera memperbaiki. Kesalahan yang belum terjadi harus kita waspadai. Inilah yang disebut pertobatan. Pertobatan seperti ini dapat melenyapkan keburukan dan menumbuhkan berkah.

Jika keburukan lenyap, kebajikan akan tumbuh. Dengan begitu, tidak akan timbul niat jahat. Tanpa niat jahat kita dapat senantiasa membangkitkan niat baik, senantiasa memiliki niat baik di hati dan selalu berbuat baik. Niat dan perbuatan baik akan menumbuhkan berkah. Dengan pahala yang timbul dari pertobatan atas segala noda dari tiga racun batin, dari kehidupan ke kehidupan.

doc tzu chi

Semoga tiga kebijaksanaan dipahami, tiga penembusan diketahui jelas. Kita harus senantiasa mengingatkan diri sendiri. Segala pahala yang tercipta dapat membuat kita terus berada di tengah  jalinan jodoh dan kondisi lingkungan yang baik dari kehidupan ke kehidupan. Bukan hanya pada kehidupan sekarang.

Jika pada kehidupan ini kita berbuat baik, maka di kehidupan mendatang kita akan memiliki jodoh berkah. Jalinan jodoh baik di kehidupan ini akan membawa berkah di masa yang akan datang. Jadi kita harus menjaga pikiran kita.

Orang pada umumnya berkata bahwa makhluk awam pada dasarnya diliputi ketamakan, kebencian, kebodohan dan kegelapan batin maka disebut makhluk awam. Praktisi spiritual harus berusaha segera keluar dari kondisi batin seperti itu. Jadi, kita harus mengubah tiga racun batin menjadi  mendengar, merenungkan, dan mempraktikkan Dharma. Ini disebut tiga kebijaksanaan.

Orang yang memiliki akar kebajikan jika mendengar Dharma, kata-kata baik, atau perubahan orang ke arah yang baik, akan turut merasa sukacita. Inilah rasa sukacita mendengar Dharma. Setelah mendengar, mereka juga berinstrospeksi. Inilah yang disebut merenungkan Dharma. Meneladani orang lain dalam memperbaiki diri, inilah yang disebut praktik Dharma.

Mendengar, merenung dan praktik adalah tiga cara membangkitkan kebijaksanaan. Karena itu dikatakan “Tiga Kebijaksanaan dipahami”. Jika kita dapat merubah tiga racun batin, maka kita akan mampu mendengar, merenungkan dan mempraktikkan Dharma sehingga kebijaksanaan kita terbangkitkan.

Dengan mengerahkan segenap kemampuan untuk menciptakan berkah di masyarakat, bersumbangsih tanpa pamrih, hanya berusaha menyucikan pikiran, barulah terbebas dari keduniawian dan memperoleh pahala tak terhingga. Inilah yang disebut mempelajari ajaran Buddha. Semua terletak pada pikiran manusia. Kita harus menjaga pikiran kita dengan baik.

Jika manusia mampu mengendalikan ketamakan dan mengulurkan sedikit kemampuan untuk menolong orang yang menderita, maka akan ada banyak orang yang menciptakan berkah. Saudara sekalian kita harus bertanya ke dalam diri, apakah kita memiliki berkah, jika ya, kita harus menyadari, menghargai dan kembali menciptakan berkah. Bukan berarti jika saat ini dipenuhi berkah maka selamanya kita dipenuhi berkah, bukan. Jika pikiran tidak dijaga dengan baik, maka saat berkah habis dinikmati, giliran karma buruklah yang akan berbuah.

Jadi, kita harus selalu membangkitkan hati yang bertobat dan senantiasa mengingatkan diri sendiri. Dengan demikian, barulah kita dapat mengikis karma buruk dan dapat senantiasa menumbuhkan berkah. Ini karena kita selalu berpikiran baik dan senantiasa  berbuat baik. Jika setiap orang bisa melakukan ini, maka semua orang di dunia dapat saling menjaga dan saling bersyukur. Jadi, kita harus selalu bersungguh hati.

Demikianlah diintisarikan dari video Sanubari Teduh: Mengubah Tiga Racun Menjadi Tiga Kebijaksanaan.

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisatwa

Artikel dibaca sebanyak : 724 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Dengan kasih sayang kita menghibur batin manusia yang terluka, dengan kasih sayang pula kita memulihkan luka yang dialami bumi.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat