- Home
- Berita & Kegiatan
- Berita Foto
- Tzu Ching Camp 2026: Menemukan Kebahagiaan Sejati dengan Menjadi Bodhisatwa Dunia
Tzu Ching Camp 2026: Menemukan Kebahagiaan Sejati dengan Menjadi Bodhisatwa Dunia
Para peserta Tzu Ching Camp 2026 melakukan registrasi ulang di meja pendaftaran untuk mengetahui pembagian kelompok, sekaligus menerima nametag dan suvenir yang telah disiapkan relawan panitia.
Fotografer : Vincent Salimputra (He Qi Jakarta Utara 3)
Suasana akrab tampak di meja peserta saat disapa ramah oleh salah satu mentor relawan Tzu Chi, Giok Cin. Obrolan santai penuh kehangatan ini menjadi penyemangat tersendiri bagi peserta sebelum memulai sesi materi di kelas.
Fotografer : Vincent Salimputra (He Qi Jakarta Utara 3)
Bryan Edward selaku ketua kelas memberikan arahan mengenai tata tertib dan alur kegiatan yang harus diikuti para peserta demi kelancaran seluruh rangkaian acara Tzu Ching Camp 2026.
Fotografer : Michelle Aprilia (He Qi Tangerang)
Gerakan isyarat tangan Mars Tzu Ching diperagakan dengan anggun dan kompak oleh ratusan peserta Tzu Ching Camp 2026, menyatukan semangat serta tekad bersama dalam balutan budaya humanis.
Fotografer : Michelle Aprilia (He Qi Tangerang)
Rasa canggung para peserta dicairkan melalui sesi ice breaking yang penuh tawa dan keakraban. Melalui berbagai permainan seru, 211 relawan Tzu Ching saling mengenal dan memadukan energi positif bersama.
Fotografer : Vincentius Xavier Haryathama (He Qi Jakarta Utara 4)
Melalui sesi Tur Aula Jing Si, relawan Tzu Chi, Lily Brahma memaparkan mekanisme survei kasus dan kunjungan kasih agar peserta memahami pentingnya menyalurkan bantuan secara langsung, cepat, dan tepat sasaran.
Fotografer : Dharma Candra (He Qi Jakarta Barat 1)
Esensi Misi Pendidikan Tzu Chi dipaparkan oleh Kelvin, seorang guru bahasa Mandarin di Tzu Chi School, saat memandu peserta Tzu Ching Camp 2026 di Aula Jing Si untuk mendalami pendidikan berbasis budi pekerti.
Fotografer : Vincentius Xavier Haryathama (He Qi Jakarta Utara 4)
Tim sekretariat eksternal Tzu Chi Indonesia, Aron Arnaldo memaparkan peran penting bantuan tanggap darurat Tzu Chi dalam sesi Tur Aula Jing Si. Ia mengisahkan ketangguhan relawan yang senantiasa hadir paling awal untuk merangkul para korban bencana.
Fotografer : Vincent Salimputra (He Qi Jakarta Utara 3)
Peran media cetak dan elektronik dalam Misi Budaya Humanis Tzu Chi diuraikan oleh Rita Dewi kepada peserta kamp, menegaskan komitmen Tzu Chi untuk terus mengalirkan pesan positif dan menjernihkan batin manusia.
Fotografer : Elysa (He Qi Jakarta Barat 4)
Dora, Shellen, dan Kevin (alumni Tzu Ching) membagikan kisah perjuangan mereka dalam talk show Fireflies in Community, membuktikan bahwa langkah kecil yang konsisten laksana cahaya kunang-kunang dapat menerangi jalan sesama.
Fotografer : Elysa (He Qi Jakarta Barat 4)
Peserta Tzu Ching Camp 2026 menuliskan pesan penyemangat di atas kertas berpendar dalam gelap. Laksana kerlip cahaya kunang-kunang, pesan tulus yang dibagikan secara acak ini hadir untuk menghangatkan hati siapa pun yang menerimanya.
Fotografer : Vincentius Xavier Haryathama (He Qi Jakarta Utara 4)
Untaian kalimat penyemangat ditulis dengan penuh ketulusan oleh seorang peserta Tzu Ching Camp 2026. Pesan penuh kehangatan ini disiapkan untuk menyalakan kembali harapan dan rasa percaya diri bagi siapa pun yang membacanya.
Fotografer : Vincentius Xavier Haryathama (He Qi Jakarta Utara 4)
Dalam forum diskusi kelompok, Okmonrow tampak memandu teman-temannya merumuskan solusi berkelanjutan bagi Desa Lestari. Kerja sama solid ini mereka bangun demi menampilkan presentasi terbaik di hadapan para juri.
Fotografer : Vincent Salimputra (He Qi Jakarta Utara 3)
Kelompok 24 memaparkan strategi pemberdayaan pendidikan Desa Harapan di hadapan para juri. Melalui pendekatan terstruktur, mereka meyakinkan dewan penilai bahwa pendampingan yang tepat mampu memutus rantai putus sekolah.
Fotografer : Vincent Salimputra (He Qi Jakarta Utara 3)
Relawan Tzu Chi, Amelia Devina berinteraksi hangat dengan para peserta pada sesi Tzu Ching Night. Sapaan penuh kasih dan kesediaannya mendengar cerita para relawan muda kian mempererat rasa persaudaraan malam itu.
Fotografer : Michelle Aprilia (He Qi Tangerang)






Sitemap