Ketika Semua Berita Adalah Berita Baik

Sebelum menayangkan suatu program yang sesuai dengan pakemnya: benar, bajik, dan indah, para kru di belakang layar bekerja keras dan memastikan tayangan terbaik untuk para Sahabat DAAI.

Melalui perjalanan yang panjang, sebuah tayangan televisi menjadi layak untuk dipertontonkan. Namun bukan hanya tontonan, DAAI TV ingin seluruh programnya bisa menjadi tuntunan seperti harapan pendirinya, Master Cheng Yen.

*****

Kesibukan tim liputan DAAI TV setiap harinya masih sama saja seperti hari biasanya. Walaupun situasi kota masih menghadapi pandemi dengan berbagai status PPKM yang terus disesuaikan dari waktu ke waktu, tapi bukan berarti reporter dan kameramen bisa berdiam diri. Target pekerjaan tetap harus selesai, terlebih bagi program berita yang penayangannya stripping. Hanya saja bukan sekadar taget liputan, tantangan yang lebih berat lainnya adalah tetap meliput sesuai pakem: benar, bajik, indah – pakem dari DAAI TV yang tak mungkin bisa lepas darinya.

Bukan hal yang mudah memang untuk tetap memberikan tayangan maupun berita yang baik. Apalagi dengan kaidah jurnalistik yang terkenal dengan konsep bad news is a good news. Menyajikan good news yang nyata malah seakan dianggap membosankan. Apalagi sesuai dengan penelitian, masyarakat butuh tayangan yang banyak “drama” dan “bumbu”. Katanya, sensasi “kejutan” dari hal negatif kerap dicari demi menarik keingintahuan masyarakat yang berakhir dengan rating dan share yang tinggi. Maka dengan pakemnya itu (benar, bajik, indah) DAAI TV seperti melawan arus media massa.

Master Cheng Yen, pendiri Tzu Chi sekaligus Da Ai TV (Taiwan) pernah menjawab pertanyaan seorang muridnya tentang harapan beliau terhadap media massa. Master menjawab, media massa seharusnya memiliki tugas mulia untuk meningkatkan moralitas dalam masyarakat. Tapi, sekarang kebanyakan pemberitaan malah menjadi sumber timbulnya penyakit masyarakat, sangat mengkhawatirkan.


DAAI TV memberikan berbagai tayangan positif untuk masyarakat melalui berbagai program, mulai dari program anak seperti Bitan Ni Hao yang mengajarkan berbagai istilah dalam bahasa Mandarin hingga program talkshow Bincang Sehati yang diisi oleh berbagai pakar kesehatan.

Master Cheng Yen melanjutkan, reporter juga dapat meningkatkan budaya berkehidupan dari masyarakat dan memperluas sudut pandang semua orang akan kehidupan manusia. Reporter bisa dikatakan berperan sebagai “antibodi” bagi masyarakat dan merupakan sebuah profesi mulia untuk mendidik masyarakat. Tapi mirisnya sekarang profesi ini sudah berubah, sebagian reporter sudah menyimpang, bahkan terjerumus menjadi “virus” bagi masyarakat. Mereka terus saja menciptakan informasi yang “mencelakai” masyarakat.

“Bencana alam memang sangat mengerikan, namun sebetulnya bencana dalam batin manusia lebih mengerikan lagi. Masyarakat sekarang penuh dengan perseteruan dan kekerasan, ini membuat banyak orang diliputi kecemasan dan ketidaktenangan. Saya berharap pada media massa agar lebih banyak menyebarkan budaya yang jernih, barulah media massa benar-benar memberikan kontribusi kepada masyarakat,” tutur Master Cheng Yen.

Aliran Jernih untuk Masyarakat
Menilik sejarah panjang televisi cinta kasih ini, Master Cheng Yen dalam salah satu ceramahnya bercerita bahwa misi amal Tzu Chi sangat membutuhkan dukungan dari media massa. Dengan bantuan media massa, masyarakat bisa melihat berbagai hal yang terjadi di dunia.

“Semoga media massa kita bisa meliput lebih banyak hal yang terjadi di dunia agar kita bisa melihatnya dan melakukan sesuatu. Jika tak bisa melihat dan mendengar hal yang terjadi di dunia, kita sama sekali tak bisa melakukan sesuatu. Karena itu, kita membutuhkan Da Ai TV,” kata Master.

Master Cheng Yen pernah mengatakan bahwa kita harus menggali sumur untuk memancarkan aliran jernih. Untuk menggali sumur ini sangatlah sulit. Tujuan menggali sumur ialah agar kita bisa melihat aliran jernih bisa menyucikan hati manusia. Tujuannya adalah agar kita bisa melihat penderitaan di dunia. Selain memberikan bantuan, kita juga harus memahami kondisi kehidupan masyarakat dan menyucikan hati manusia dengan menyiarkan kebenaran dan membimbing ke arah yang benar.

Master Cheng Yen berharap Da Ai TV dapat benar-benar mengembangkan aliran jernih dan menyebarkannya ke seluruh dunia agar bisa menyucikan hati manusia dan melenyapkan perselisihan antarsesama. Hanya dengan melenyapkan kekeruhan dalam batin dan menyiraminya dengan cinta kasih, barulah masyarakat kita bisa harmonis. Ketika hati manusia tersucikan, masyarakat baru bisa harmonis.

Sajian Inspiratif Tak Lekang Waktu

Manager Program DAAI TV Paulus Florianus berbincang dengan staf DAAI TV lainnya untuk menyamakan persepsi tentang tujuan penayangan dan konten-konten positif yang terus disajikan oleh DAAI TV.

Harapan dari Master Cheng Yen itulah yang terpatri pada DAAI TV Indonesia yang sudah berusia 14 tahun. Di tengah tren media massa, juga di tengah pandemi Covid-19, DAAI TV terus konsisten menyiarkan hal-hal baik.

Harapan Master Cheng Yen juga merupakan pedoman bagi seluruh tim DAAI TV, termasuk Manager Program DAAI TV Paulus Florianus yang juga setuju bahwa keberadaan media massa yang kredibel dan bisa memberikan aliran jernih saat ini dirasa sangat penting. Di tengah kondisi masyarakat sangat mudah berubah, ditambah dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, juga luasnya akses informasi masyarakat yang dalam sekali ‘klik’, hoaks (berita bohong) begitu mudah tercipta.

“Di tengah situasi inilah, DAAI TV semakin dibutuhkan,” kata Paulus. “Bayangkan saat ini setiap orang bisa memproduksi sekaligus mengonsumsi berita. Dari satu gadget mereka bisa menuangkan hal-hal yang bisa saja salah namun disebar dan dipercaya oleh orang lain dengan mudahnya. Mudah sekali untuk viral. Makanya, adanya DAAI TV – atau media lain yang mempunyai kekuatan untuk menyaring itu semua, sangat dibutuhkan.”

DAAI TV menekankan bahwa semua konten yang ditayangkan harus benar, tapi benar saja tidak cukup. Kebenaran juga harus disertai dengan kebajikan (tidak menyampaikan informasi-informasi negatif) untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat. Dari sana akan timbul keindahan dari berbagai berita positif dan respon masyarakat yang baik.

Paulus juga masih ingat pesan Master Cheng Yen bahwa, pemberitaan yang baik itu adalah bekal dan pendidikan positif bagi masyarakat. Untuk itu seluruh tayangan DAAI TV, bukanlah tayangan biasa. Paulus selalu membayangkan bahwa setelah pemirsa duduk di sofa dan menonton DAAI TV, mereka bisa bangkit dan terinspirasi dengan apa yang sudah mereka tonton. Bukan sebaliknya, memaki atau menebar ketidakpastian, ketakutan, dan sebagainya.

Mencari berita positif itu sangat mudah,” singkatnya. Paulus mengambil contoh ketika masyarakat dilanda panic buying akibat berita Covid-19 yang merebak di awal tahun 2020, hampir seluruh berita, artikel, dan TV menayangkan kecemasan dan ketakutan. DAAI TV, memilih menayangkan masyarakat yang saling bantu.

“Ada ibu-ibu yang membagikan sembako ke para tetangga, ada anak muda juga yang patungan untuk sedekah dan membagikan bantuan,” ungkap Paulus, “tapi media menghabiskan waktu untuk mengangkat hal-hal negatif, padahal seharusnya kita mengangkat semua hal baik itu karena masyarakat Indonesia ini orang yang baik. Nggak susah menemukan konten yang baik.”

Walau tidak memungkiri pentingnya rating dan share, DAAI TV tetap ingin memberikan inspirasi kepada masyarakat. “Karena menginspirasi untuk melakukan hal positif itu lebih penting daripada rating. Apa gunanya rating tinggi namun tidak berdampak atau malah memberikan dampak negatif,” lanjut Paulus.

“Rasanya sangat berbeda ketika kami menayangkan tentang satu sekolah PAUD, ternyata ada pemirsa yang menonton dan memberikan bantuan keuangan kepada PAUD itu. Itulah namanya dampak positif,” tambahnya.

Bertumbuh Menjadi Tuntunan

Tetap tangguh di usia ke-14 nya, DAAI TV Indonesia telah melalui berbagai proses yang sangat panjang. Pada momen perayaan ulang tahun DAAI TV, Rabu 25 Agustus 2021, Pelaksana Tugas CEO DAAI TV Indonesia Elisa Tsai mengungkapkan terima kasih atas bimbingan BOD juga kerja keras seluruh tim. Bersama tim DAAI yang solid, Elisa yakin dan optimis DAAI bisa keluar dari kondisi pandemi yang tidak menentu ini. Dirinya juga menjamin bahwa DAAI akan terus berada pada jalurnya demi menjadi aliran jernih bagi dunia.

Momen itu juga menjadi momen regenerasi untuk DAAI TV. Untuk itu DAAI memberikan tanda mata dan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan oleh Mansjur Tandiono dan Hong Tjhin. Keduanya telah merintis DAAI TV dari nol, sejak 16 tahun lalu.

Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo menyampaikan harapannya agar DAAI TV terus konsisten menyebarkan cinta kasih dan memberitakan kebaikan untuk masyarakat Indonesia. “Teruslah menjadi media yang bisa menjadi tuntunan kebenaran untuk Indonesia,” pesan Presiden Jokowi.

“Perjalanan masa awal yang kalau kita kenang itu sangat hangat dari keluarga DAAI yang dirintis dari nol dengan kerja sama yang baik. Perjalanan yang membawa rasa keharuan, rasa bersyukur atas kontribusi dari teman-teman semuanya. Namun apapun yang kita lakukan ada musim. Kini ada musim regenerasi,” ungkap Hong Tjhin, CEO DAAI TV Indonesia. “Terima kasih atas dukungan teman-teman. Semoga kita bisa melewati masa sulit dan membuat DAAI lebih baik,” imbuh Hong Tjhin.

Lebih lanjut Hong Tjhin berpesan bahwa seluruh keluarga besar DAAI TV Indonesia harus mengingat pesan Presiden Joko Widodo yang meminta DAAI untuk tetap konsisten, meyebarkan cinta kasih mewartakan kebajikan serta diharapkan menjadi tuntunan. Pun dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang mengatakan bahwa tugas DAAI TV adalah membantu merawat kebhinnekaan, membangun toleransi dan mewujudkan persatuan bangsa.

“DAAI TV adalah televisi yang konsisten menyebarkan cinta kasih dan memberitakan kebaikan kepada masyarakat Indonesia. Teruslah menjadi media yang bisa menjadi tuntunan kebenaran untuk Indonesia,” pesan Presiden Joko Widodo.

Pelaksana Tugas CEO DAAI TV Indonesia Elisa Tsai memotong tumpeng dalam syukuran HUT DAAI TV ke14 yang dilakukan secara internal, 25 Agustus 2021.

Di kesempatan yang berbeda, Wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin juga memberikan ucapan selamatnya. “DAAI TV senantiasa hadir menemani masyarakat Indonesia dengan program yang mengusung pesan cinta kasih, kebajikan, dan keindahan. Kehadiran DAAI TV untuk merajut cinta kasih tak terbatas tentu sangat relevan dengan masyarakat Indonesia yang majemuk,” ujar Wapres RI, Ma’ruf Amin.

Seluruh harapan tersebut sejalan dengan ungkapan Master Cheng Yen, “Semoga setiap orang dapat mengisi setiap hari dan setiap lembar kehidupan dengan sejarah yang bermakna, menulis naskah yang baik bagi kehidupan kita. Menyiarkan kebenaran, kebajikan, dan keindahan serta membimbing ke arah yang benar.”

Penulis: Metta Wulandari
Fotografer: Dok. Tzu Chi Indonesia
Memiliki sepasang tangan yang sehat, tetapi tidak mau berusaha, sama saja seperti orang yang tidak memiliki tangan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -