Menjaga Kesehatan Masyarakat Pascabencana

Para warga menerima bantuan perawatan medis dari tim dokter di posko pengungsian
Setelah bantuan darurat tersalurkan, perhatian relawan berlanjut pada pemulihan kesehatan warga terdampak banjir. Melalui bakti sosial kesehatan, tim medis bersama relawan turun langsung membantu masyarakat yang menghadapi berbagai masalah kesehatan akibat banjir.
*****
Di tahap bantuan jangka menengah, peran tim medis yang dijalankan melalui bakti sosial kesehatan menjadi krusial. Sylvia Chuwardi menjelaskan seiring akses jalan menuju Kuala Simpang, mulai lancar, relawan langsung mengajak tim medis untuk turut membantu dan menjadi pemerhati korban bencana. Pasalnya, minimnya air bersih dan tumpukan lumpur memicu merebaknya penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, serta trauma psikologis, terutama pada anak-anak.
Dalam kegiatan bakti sosial kesehatan ini, mereka tidak hanya berupaya memulihkan kesehatan fisik warga, tetapi juga memberikan perhatian kepada mereka yang mengalami trauma maupun sedang berduka.
“Kami tidak hanya merawat tubuh mereka, tapi juga berusaha merawat hati yang sedang terluka,” ujarnya. Dalam dua bulan, ribuan pasien terlayani dan hal ini diharapkan bisa memulihkan kondisi masyarakat.
Meski harus menempuh perjalanan tiga jam dari Kota Medan, Sylvia dan Tim Medis Tzu Chi setidaknya sudah 14 kali bolak-balik Medan – Kuala Simpang untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga korban banjir. Sejak pagi buta, mereka harus sudah berangkat. “Relawan dari Tebing Tinggi tentu lebih pagi lagi,” ucap Sylvia.

Di sela baksos kesehatan, Sylvia Chuwardi ditemani relawan lainnya menyempatkan diri hadir ke rumah waga yang kesulitan datang ke lokasi baksos untuk memberikan dukungan mental
Bagi Sylvia, penanganan pascabencana juga tidak kalah pentingnya, khususnya dalam kesehatan. Banyak warga yang mengalami sakit atau mengalami luka-luka hanya mendapatkan penanganan seadanya karena Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya juga masih lumpuh. “Banyak yang mengalami luka-luka akibat banjir, dan bahkan ada yang (kakinya) sudah infeksi dan meradang. Tim medis kita langsung bersihkan dan segera jahit lukanya karena cukup dalam,” terangnya. Inilah salah satu yang menjadi keyakinannya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga korban banjir, khususnya di pengungsian.
Terlebih sambutan hangat warga yang sangat menyejukkan hatinya. Mayoritas masyarakat Aceh di Kuala Simpang adalah Muslim yang taat, namun mereka sangat terbuka dengan kehadiran relawan dan tim medis Tzu Chi.
Beberapa Baksos Kesehatan Tzu Chi bahkan diadakan di dalam masjid. Warga juga dengan keterbatasannya menyediakan makanan dan minuman untuk relawan dan Tim Medis Tzu Chi. “Walaupun mereka dalam kondisi yang menderita terkena bencana namun mereka tetap menyambut kita dengan penuh sukacita, memberikan senyuman terindah kepada kita, itu yang buat kita terharu,” ungkap Sylvia.
Teks: Hadi Pranoto, Liani, Loe Rianto, Nuraina (Tzu Chi Medan)
Foto: Liani (Tzu Chi Medan)







Sitemap