Tulus Bervegetaris Lewat Vegan Catering


Mewaspadai Wabah Covid-19, relawan Tzu Chi berupaya mensosialisasikan berbagai manfaat pola hidup vegetaris sekaligus mengajak masyarakat luas untuk mengurangi konsumsi produk makanan hewani. Program Tulus Bervegetaris Mewaspadai Wabah dan Vegan Catering merupakan langkah nyatanya.
*****
Di tahun 2020, dunia diliputi oleh pandemi virus Covid-19. Virus yang diduga berasal dari hewan ini menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan hampir satu juta orang dari berbagai negara meninggal, 31 juta lebih lainnya terinfeksi hingga saat ini (data John Hopkins University, 22 September 2020). Saat wabah Covid-19 semakin mengkhawatirkan, pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen mengimbau semua insan Tzu Chi di dunia untuk berpola hidup sehat dengan bervegetaris.

Di Indonesia, imbauan Master Cheng Yen tersebut direalisasikan dengan Program Tulus Bervegetaris Mewaspadai Wabah yang dimulai sejak Maret 2020. Berlangsung dengan lancar, program itu dilanjutkan dengan Program Vegan Catering pada Agustus 2020 yang diadakan dalam suasana Bulan Tujuh Penuh Berkah. Kedua program ini sama-sama bertujuan mengajak masyarakat luas untuk belajar bervegetaris sekaligus menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari Covid-19.

Tak hanya di Tzu Chi Jakarta, kegiatan ini juga dilakukan serentak di kantor Tzu Chi di berbagai kota lainnya, seperti Tangerang, Medan, Batam, Pekanbaru, Palembang, Padang, Lampung, Bandung, Surabaya, Singkawang, Makassar, dan Biak.

Tetap Berjalan di tengah Keterbatasan
Konsep Vegan Catering di masa pandemi dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, mengikuti imbauan Pemerintah untuk pencegahan penularan wabah Covid-19, relawan juga menerapkan protokol kesehatan dalam menyiapkan maupun mengirimkan makannya.

Khusus untuk Jakarta, kegiatan Vegan Catering yang rencananya dilakukan sejak awal Agustus hingga akhir September harus dihentikan lebih awal (13 September 2020) terkait kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Tetapi kegiatan Vegan Catering di luar kota tetap berjalan, namun lagi-lagi relawan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Tentu kendala tidak hanya sampai di sana. Di komunitas relawan He Qi Barat 1 misalnya, tim relawan konsumsi di komunitas ini lebih banyak berusia 50 tahun ke atas. Sebagian besar tentu khawatir untuk keluar rumah karena imunitas yang rentan. Nelly Kosasih, Koordinator Vegan Catering He Qi Barat 1 pun mencari solusi atas kendala tersebut. Kebetulan Nelly memiliki adik yang merupakan pengelola restoran vegetaris di daerah Jakarta Barat. Ia lalu mengajaknya berpartisipasi dalam program ini.

“Visi mereka juga sama dengan Tzu Chi, mereka juga mengajak go vegan, go green,” terang Nelly. Kesamaan misi itu membuat adiknya tersebut langsung setuju membantu pelaksanaan Vegan Catering.

Sementara itu di Tzu Chi Medan, dalam kurun waktu 24 hari, mereka menyediakan 24 menu yang berbeda setiap harinya. Tentu saja di masa pandemi, relawan harus menyesuaikan jumlah personil dalam satu perkumpulan. Termasuk ketika memasak atau lainnya. Tzu Chi medan pun memanfaatkan media sosial sebagai tempat promosi.

“Setiap awal pekan, kami broadcast pilihan menu untuk 6 hari ke depan. Karena setiap hari permintaan meningkat, akhirnya kami batasi menjual 300 paket per harinya,” jelas Nuraina, PIC Vegan Catering Tzu Chi Medan. “Kami berharap para pembeli tidak hanya bervegetaris ketika ada Vegan Catering, tetapi juga terus melanjutkan belajar bervegetaris supaya bisa hidup berdampingan bersama makhluk hidup lain dengan tenteram seperti pesan Master Cheng Yen,” lanjut Nuraina.

Di Tzu Chi Batam, relawan yang biasanya mengajak masyarakat untuk menikmati menumenu vegetaris di Aula Jing Si Batam, tahun ini harus menyiapkan tenaga lebih. “Kali ini kami menggunakan kotak makan untuk para pemesan yang nantinya dikembalikan lagi. Tentu setelah itu kami bersihkan dengan baik,” kata Yasin Zhu, PIC Vegan Catering di Batam.

Selain itu, masyarakat yang mengikuti kegiatan Vegan Catering di Batam wajib mendukung dan mengikuti program Tulus Bervegetaris dan Veggie Warrior. Walaupun begitu ada 2.822 pemesan yang ikut dalam kegiatan ini. Seluruhnya diakumulasikan dari wilayah Batam, termasuk Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, dan Selat Panjang.

“Kami mau masyarakat merasakan kalau pertama, menjadi vegetarian itu tidaklah susah, kedua vegetarian juga bermanfaat untuk kesehatan, dan ketiga seperti kata Master Cheng Yen adalah salah satu cara supaya pandemi Covid-19 cepat selesai,” jelas Yasin Zhu.

Antusias untuk Bervegetaris


Relawan menyiapkan langsung beragam jenis menu vegetaris yang disajikan dalam Vegan Catering. Mereka ingin masyarakat tahu bahwa rasa masakan vegetaris tidak kalah lezat dan juga mudah diolah.

Selama dua bulan, Vegan Catering berhasil menyediakan 47.395 paket makanan untuk 7.333 pelanggan. Hasil penjualan dari Vegan Catering ini dialokasikan bagi kegiatan sosial Tzu Chi. Di Jakarta, hasilnya didonasikan untuk pembangunan Tzu Chi Hospital.

Tentunya pencapaian atau target utama dari Program Vegan Catering di Bulan Tujuh Penuh Berkah selama 2 bulan tersebut adalah mengajak banyak orang untuk menerapkan pola hidup vegetaris.

“Harapannya melalui Vegan Catering ini semua orang bisa bervegetaris. Dan untuk yang sudah vegetarian mereka bisa konsisten. Yang belum bisa, kita belajar bervegetaris. Karena bukan hanya melalui Vegan Catering saja, setiap hari pun kita bisa belajar bervegetaris,” jelas Ernie Lindawati atau yang akrab disapa Mei Rong, PIC He Xin dari kegiatan Bulan Tujuh Penuh Berkah.

Membantu Belajar Bervegetaris
Vegan Catering yang diadakan Tzu Chi nyatanya memberikan dampak positif bagi masyarakat yang mengikutinya. Setelah mencoba beberapa menu dalam kurun waktu tertentu, ada masyarakat yang ingin tahu lebih dalam tentang Tzu Chi. Bahkan ada juga yang mendapatkan pengalaman baru setelah mengonsumsi makanan vegetaris. Seperti pasangan suami istri Erniwati (50) dan Willianto (54) yang tinggal di wilayah Tangerang, Banten.

Erniwati dan suami mengenal dan menjadi donatur Tzu Chi setelah melihat kiprah Tzu Chi dalam memberikan bantuan saat tsunami melanda Aceh tahun 2004 silam. “Kebetulan kami punya keluarga di Aceh. Saat itu saya tahu Tzu Chi aktif membantu masyarakat di sana. Dari situ saya mulai mencari tahu dan menjadi donatur,” cerita Erniwati.

Selain menjadi donatur, Erniwati juga mengikuti akun Instagram Tzu Chi Indonesia. Dari sini, ia melihat banyak kegiatan Tzu Chi termasuk kegiatan Vegan Catering yang membuatnya tertarik untuk ikut. Kebetulan Erniwati juga mengenal Livia, relawan yang bertanggung jawab di Jing Si Book and Café. Livia lah yang memberikan informasi mengenai Vegan Catering di Tangerang. “Dari situ saya menghubungi relawan He Qi Tangerang untuk ikut Vegan Catering,” cerita Erniwati.

Sebelum mengikuti Vegan Catering, Erniwati dan suami sudah mencoba bervegetaris dua hari dalam seminggu. “Niat (bervegetaris) sudah ada, makanya kami mencoba dalam seminggu beberapa kali bervegetaris. kami belajar melepas ketergantungan,” tambahnya.

Berbagai cara ditempuh oleh relawan agar menu-menu Vegan Catering sampai kepada para pemesan, salah satunya dengan mengantarkannya langsung.

Setelah mendaftar Vegan Catering, Erniwati dan suami, selama 2 minggu berturut-turut mengonsumsi makanan vegetaris dari Vegan Catering Tzu Chi Tangerang. “Saya pesan macam-macam, ada nasi goreng 5 rasa, sate padang vegetarian, lontong sayur ceria, dan lain-lain,” ungkap Erniwati.

Menurut pengakuan Erniwati, dirinya tidak pintar memasak, jadi Vegan Catering dari Tzu Chi sangat membantunya dan suami untuk belajar bervegetaris. Setelah 2 minggu bervegetaris lewat Vegan Catering, mereka pun semakin menyukai masakan vegetaris. “Iya suami saya sempat bilang, ‘ternyata makanan vegetaris enak juga ya, ada banyak variasinya,’ begitu,” jelas Erniwati.

Selain Erniwati ada juga Chen Hui Ling dari Medan. Ia merupakan salah satu pembeli Vegan Catering dan juga telah ikut Program Tulus Bervegetaris Melawan Wabah di Tzu Chi Medan. Awalnya Chen Hui Ling hanya bertekad bervegetaris selama 15 hari, namun sekarang sudah bertekad untuk bervegetaris seumur hidup. Selama Chen Hui Ling bervegetaris, suaminya In Loong juga ikut serta dan merasakan tubuhnya semakin sehat. Tanpa mengonsumsi obat-obatan, sekarang kolesterol In Loong sudah normal.

“Saya bervegetaris karena ingin menjalin jodoh baik dengan semua makhluk dan juga untuk kesehatan diri serta melindungi Bumi,“ kata Chen Hui Ling menjelaskan. Walaupun belum menjadi relawan Tzu Chi, pada saat penjualan paket Vegan Catering, Chen Hui Ling juga ikut membantu mempersiapkan dan mengemas paket makanan.

Bervegetaris bukanlah hal yang sulit dan dapat dilakukan oleh semua orang. Melalui Vegan Catering Tzu Chi diharapkan banyak orang yang belajar berpola hidup sehat, tentunya dengan mengonsumsi makanan vegetaris.

Penulis:Arimami Suryo A., Khusnul Khotimah Fotografer: Dok. Tzu Chi Indonesia
Kendala dalam mengatasi suatu permasalahan biasanya terletak pada "manusianya", bukan pada "masalahnya".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -