Ang Hoeng Ngo
Belajar Tiada Batasnya

doc tzu chi

“Dengan berani memikul tanggung jawab, saya juga ingin membuktikan apa yang dikatakan Master Cheng Yen, bahwa tidak ada yang sulit di dunia ini asal kita tetap mau belajar.”

Saya bergabung menjadi relawan Tzu Chi sejak tahun 2011. Berbagai kegiatan Tzu Chi saya ikuti, sampai kemudian saya diminta mengemban tanggung jawab di bagian logistik Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Sebelum bergabung di Tzu Chi saya memang sudah berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi sosial yang dapat membantu orang banyak, dan kebetulan saya berjodoh dengan Tzu Chi.

Saya mengenal Tzu Chi tanpa sengaja ketika ikut senam Tai Chi dan bertemu dengan salah satu relawan Tzu Chi yang bernama AA Shijie (panggilan untuk relawan wanita -red). Waktu itu AA Shijie bercerita bahwa Tzu Chi akan mendirikan kantor di Tanjung Balai Karimun. Saya pun tertarik untuk ikut bergabung menjadi relawan.

Sebelumnya saya juga sering mendengarkan ceramah dari Master Cheng Yen (pendiri Tzu Chi –red), hal inilah yang membuat saya lebih yakin untuk ikut bergabung menjadi relawan Tzu Chi. Dari menonton Ceramah Master Cheng Yen pula saya secara tidak langsung belajar untuk menjadi orang yang lebih sabar. Tentu perubahan itu saya rasakan setelah saya bergabung menjadi relawan, karena keluarga dan kerabat sering mengatakan perubahan yang terjadi pada diri saya.

Merasa Terberkahi

Saat mulai bergabung dengan Tzu Chi, saya sudah merasa terberkahi dan bersyukur, karena mengatur waktu untuk melakukan kegiatan Tzu Chi tidak terlalu sulit bagi saya. Pagi hari saya berjualan keliling menawarkan alat-alat makan, sedangkan siangnya saya gunakan untuk berkegiatan di Tzu Chi.

Sambil berdagang, saya pun memanfaatkan kegiatan di pagi hari untuk memperkenalkan Tzu Chi kepada pelanggan saya sehingga mereka bersedia menjadi donatur. Saya juga sering mengajak mereka untuk datang mengikuti kegiatan Tzu Chi, dan ternyata banyak yang antusias untuk ikut.

Selain kepada pelanggan, tentu keluarga juga menjadi teman saya berbagi tentang Tzu Chi. Saya tidak ingin hal-hal baik yang saya dapatkan di Tzu Chi hanya saya simpan sendiri saja. Karena itu saya juga mengajak anak-anak saya untuk ikut berkegiatan Tzu Chi. Awalnya mereka hanya sebatas ikut saja, tapi lama kelamaan mereka tertarik dan akhirnya mereka ikut dalam Kelas Budi Pekerti Tzu Chi.

Kunci Dalam Menjalankan Tanggung Jawab

Ada banyak misi di Tzu Chi, tapi saya lebih fokus di urusan logistik, terutama jika Tzu Chi sedang menggelar kegiatan-kegiatan besar seperti perayaan Waisak, Pemberkahan Akhir Tahun, dan lainnya. Kalau ditanya, “Kenapa suka di logistik?” Jawaban saya sederhana, karena di logistik saya belajar banyak hal, terutama tanggung jawab. Di logistik saya belajar bagaimana kita harus merawat dan mencintai barang sekecil apa pun, dan itu adalah wujud sebuah tanggung jawab.

Pernah saya mendapatkan pengalaman berharga ketika pertama kali bertugas sebagai relawan logistik, ketika itu dalam acara perayaan Waisak. Saat itu saya meminjamkan barang tanpa mencatatnya secara teliti. Saya merasa tugas relawan di bagian logistik ya begitu saja, ada relawan yang pinjam, ya kita kasih. Tapi kemudian saya lupa meminjamkan barang apa dan kepada siapa, sehingga banyak barang yang tidak kembali karena saya tidak mendata dan mencatatnya dengan benar. Dari pengalaman tersebut saya mulai belajar untuk mengatur barang secara teratur dan terperinci. Sekarang kalau ditanya di mana letak barang A atau B, saya sudah hafal, karena setiap saat saya selalu belajar.

Dengan berani memikul tanggung jawab, saya juga ingin membuktikan apa yang dikatakan Master Cheng Yen, bahwa tidak ada yang sulit di dunia ini asal kita tetap mau belajar. Seperti saya yang tidak berpendidikan tinggi, tetapi karena semangat belajar dan selalu berkomitmen maka semua pekerjaan menjadi terasa mudah.

Semua kegiatan yang pernah saya lakukan selalu memberikan pelajaran bagi saya untuk dapat memegang tanggung jawab di misi dan bagian apa saja. Yang perlu diingat adalah kita harus tekun dan terus komitmen karena hal tersebut adalah modal untuk menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik.

Kita sendiri harus bersumbangsih terlebih dahulu, baru dapat menggerakkan orang lain untuk berperan serta.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -