Beverly Clara: Relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun
Semangat dan Harapan Dari Pulau Penuh Berkah


“Saya tetap bisa mengembangkan diri, bisa menjadi versi yang terbaik dari diri saya.”

Saya merasa beruntung banget bisa mengenal Tzu Chi dari kecil. Karena waktu itu tahun 2005, mama suka ajak saya berkegiatan Tzu Chi di Tanjung Balai Karimun dan saat itu usia saya masih 3 tahun. Hingga ketika umur 6-7 tahun, disitu baru perlahan-lahan mulai memahami kegiatan-kegiatan yang dilakukan Tzu Chi.

Tentunya ya senang, kan saya sudah dari kecil ikut Tzu Chi-nya. Mulai dari kelas budi pekerti, lalu ke Tzu Shao, Tzu Ching, sampai sekarang ini jadi staf dan relawan abu putih di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Teman-teman juga terkadang ada yang tanya, kenapa sih masih muda mau jadi relawan Tzu Chi? Jadi pernah kepikiran juga kenapa saya disini terus. Waktu saya kuliah juga banyak kesempatan untuk mengembangkan potensi seperti teman-teman lainnya. Entah kenapa tapi saya nggak bisa. Ujung-ujungnya kepikiran nggak bisa ninggalin Tzu Chi.

Sampai ada kejadian (kecelakaan) saya tersetrum mesin pemanas air yang korslet. Itu benar-benar saya sampai jatuh dan nggak bisa bangkit. Saya sampai kepikiran ‘wahh, ini gimana? Saya belum sempat ngapa-ngapain, masa udah mau pergi.’ Jadi saya pikirkan matang-matang dan kayaknya memang saya harus stay di Tzu Chi. Kalau misalnya saya nggak di Tzu Chi, tentunya saya akan membiarkan kesempatan untuk mendalami bidang amal dan kemanusiaan. Disitu mungkin saya merasa sangat menyesal.

Terlepas dari keputusan yang saya ambil ini benar atau tidak, tapi kan kesempatan bagus itu bisa dimana saja. Lagipula kalau kita bisa bekerja sambil beramal itu mungkin sebuah hal yang didambakan orang-orang. Tapi ya tidak bisa dipungkiri bahwa dalam bekerja atau berorganisasi ya selalu ada gesekan dan perbedaan pendapat. Terlepas dari itu semua yang terpenting di Tzu Chi saya tetap bisa mengembangkan diri, bisa menjadi versi yang terbaik dari diri saya.

Padahal dulu sempet protes juga kalau orang tua terutama mama berkegiatan Tzu Chi. Tapi setelah saya makin tumbuh besar, secara langsung ikut merasakan dan melihat apa yang mama kerjakan, saya jadi paham. Sekarang ditengah-tengah kesibukan, kadang di rumah saya yang gantiin masak buat keluarga. Jadi saling mengerti.

Sejak 2015 saya juga sudah sepenuhnya berpola hidup vegetaris mengikuti dan menjalankan anjuran Master Cheng Yen. Karena bagi saya beliau itu Guru, Pedoman, dan Harapan. Kenapa? Kalau guru ya jelas, guru batin, guru dalam segi apapun. Beliau juga jadi pedoman yang sangat baik apalagi di zaman sekarang. Saya nggak bisa bayangin apa yang jadi pedoman hidup keluarga dan saya sendiri kalau nggak ada Tzu Chi. Tiap kali kalau ada masalah dan saya mengingat Master Cheng Yen itu, saya selalu merasa apapun yang terjadi pasti ada harapan.

“Asalkan ada tekad pasti ada kekuatan”. Walaupun singkat, tapi Kata Perenungan Master Cheng Yen ini sangat mengena di hati saya. Karena setiap kali ada tantangan atau masalah saya kan sudah menanam tekad saya disini (Tzu Chi). Jadi dari tekad itu saya percaya daripada saya memohon mendapatkan hidup yang lebih gampang, lebih baik saya memohon diberikan kekuatan.

Saya juga aktif menjadi relawan Zhen Shan Mei (dokumentasi) di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Dalam satu kesempatan saya pernah ikut untuk mendokumentasikan survei kasus dan saya merasa beruntung dengan kehidupan ini. Saat itu betul-betul membuka mata saya karena saya baru tau ada orang di Tanjung Balai Karimun yang masih kelaparan. Waktu itu saya merasa terpukul melihat kondisi keluarga yang kami survei tersebut. Saya pun berpikir apalagi yang tidak saya syukuri dalam hidup ini.

Jadi ya banyak keuntungannya menjadi relawan Tzu Chi, belajar banyak hal. Tetapi saya percaya keuntungan itu tidak bisa disebutkan satu persatu karena terlalu banyak. Kalau mau tau ya langsung daftar menjadi relawan nanti dirasakan sendiri, hehehe. Sampai nggak tau cara ngomongnya, pokoknya banyak banget kentungannya.

Rencana ke depannya saya pengan stay di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Bersama relawan-relawan lainnya ya mau memajukan organisasi ini, supaya bisa semakin menjangkau daerah-daerah pelosok secara langsung. Kalau kata Master Cheng Yen kan Tanjung Balai Karimun adalah pulau yang penuh berkah, jadi ya mau berusaha agar semua orang di pulau ini bisa menjadi donatur Tzu Chi. Pokoknya selama saya diberi kesempatan, saya akan lakukan yang terbaik buat Tzu Chi.

Seperti yang dituturkan kepada: Arimami Suryo A.
Bila sewaktu menyumbangkan tenaga kita memperoleh kegembiraan, inilah yang disebut "rela memberi dengan sukacita".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -