Johan: Relawan Tzu Chi Jakarta
Berusaha Mengemban Tugas dengan Baik


“Master Cheng Yen itu contoh nyata dan teladan cinta kasih.”

Tahun 2015 saya diberikan hadiah buku oleh tetangga, dari buku itulah saya mengenal Master Cheng Yen dan Tzu Chi. Jadi waktu itu tetangga saya yang juga relawan Tzu Chi sedang menggalang dana, jadi saya ikut berdonasi. Setelah itu dia memberikan buku Teladan Cinta Kasih sebagai ungkapan terima kasih.

Setelah membaca buku itu, saya sangat terharu melihat perjuangan Master Cheng Yen. Saya tertarik dan tanya ke tetangga saya itu. “Ci, yayasan ini ada gak sih di Indonesia?” Lalu dijawab ada. Setelah mendapat informasi tentang pendaftaran relawan Tzu Chi, saya berinisiatif datang ke ITC Mangga Dua (Kantor Relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Pusat). Waktu saya datang kebetulan sedang ada kegiatan bedah buku, saya pun langsung ikut kegiatan tersebut.

Sejak tahun 2015 itulah, setiap kali ada kegiatan relawan Tzu Chi di Kantor He Qi Pusat, saya selalu datang. Setelah cukup familiar, beberapa relawan juga menghubungi saya dan diminta ikut membantu kegiatan misi pendidikan khususnya di Kelas Teratai. Kemudian di tahun 2016, saya sudah berseragam Abu Putih. Pelatihan relawan, kunjungan kasih, baksos, dan berbagai kegiatan relawan Tzu Chi di komunitas He Qi Pusat saya ikuti sampai dilantik menjadi relawan Calon Komite di tahun 2018.

Di Tzu Chi, saya merasa masuk ke dalam suatu komunitas yang baik, lalu pelan-pelan sikap dan karakter kita ikut berubah menjadi baik tentu itu satu hal yang patut disyukuri. Sebelum kenal Tzu Chi, kehidupan saya ya hanya kerja dan cari uang. Setelah itu happy-happy sama teman. Kayaknya ya nggak bermanfaat banget. Setelah masuk Tzu Chi saya banyak melihat orang-orang yang kurang beruntung. Jadi akhirnya tergerak hati saya untuk menjadi orang yang lebih bermafaat bagi orang lain, sambil belajar mengontrol emosi, kesabaran dan lainnya.

Bagi saya sosok Master Cheng Yen bukan hanya sebagai guru, tetapi juga seorang ibu bagi saya. Beliau memberikan cinta kasih kepada semua orang secara adil dan universal tanpa membeda-bedakan. Contoh nyata dan teladan cinta kasih yang bisa kita lihat di kehidupan saat ini. Maka dari itu, saya pun mulai berpola hidup vegetaris sejak September 2016 karena sudah bertekad mengikuti ajaran Master Cheng Yen.

“Kita tidak mampu mengendalikan panjangnya sebuah kehidupan, tetapi kita sendiri mampu merintis dan mengembangkan potensi dalam kehidupan yang bermanfaat bagi banyak orang.” Itulah Kata Perenungan Master Cheng Yen yang terus saya pegang teguh. Sebelumnya kehidupan saya jarang digunakan untuk hal yang bermanfaat, selalu menghabiskan waktu untuk kesenangan diri sendiri.

Keluarga ikut mendukung saya dalam berkegiatan di Tzu Chi, walaupun awalnya anak-anak saya agak aneh. Kok pergi-pergi terus, selalu berseragam, jadi mereka agak cemburu. Cuma seiring berjalannya waktu, mereka menerima dan mengetahui kalau Tzu Chi adalah komunitas yang baik. Selain di keluarga, Tzu Chi juga sering saya kenalkan kepada teman dan kolega di lingkungan pekerjaan saya. Intinya harus bisa mengontrol waktu antara keluarga, pekerjaan, dan menjadi relawan Tzu Chi.

Tentunya bisa menjadi murid Master Cheng Yen adalah salah satu anugerah dalam hidup saya. Sejak dilantik menjadi relawan Komite Tzu Chi pada tahun 2019, saya pun bertekad akan mengikuti ajaran Master Cheng Yen seumur hidup saya. Dengan tekad tersebut, saya pun berusaha dengan baik dalam mengemban tugas sebagai Ketua Relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Pusat periode 2022-2023 ini.

Dan tentunya ke depannya, saya bersama-sama dengan relawan lainnya, akan selalu bersatu hati dan bergotong royong dalam memberi perhatian dan bantuan bagi yang memerlukan. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika saya dibutuhkan dimana saja saya akan berusaha untuk selalu siap menyumbangkan tenaga, pikiran, sekaligus menjadi mata dan telinga Master Cheng Yen.

Seperti yang dituturkan kepada Arimami Suryo A.
Bila kita selalu berbaik hati, maka setiap hari adalah hari yang baik.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -