Kho Ki Ho: Relawan Tzu Chi Pekanbaru
Mengasah dan Mengabadikan Jejak Kebaikan


“Bersumbangsih di Tzu Chi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya"

*****

Bermula dari melihat tayangan DAAI TV sekitar tahun 2006 yang menayangkan kisah nyata ketulusan para relawan dalam bersumbangsih, dari situ saya sudah tertarik menjadi relawan Tzu Chi. Kemudian pada waktu itu kakak saya pulang dari kantornya membawa Majalah dan Buletin Tzu Chi, kemudian saya baca-baca dan makin tertarik bergabung di Tzu Chi.

Pada tahun 2010, saya memberanikan diri datang ke Kantor Tzu Chi Pekanbaru, lalu saya memutuskan untuk menjadi donatur setiap bulan. Lalu di tahun 2011 merupakan awal pertama kali saya diajak untuk bergabung menjadi relawan oleh Wismina Shijie. Kegiatan pertama yang saya ikuti adalah pelatihan relawan setelah itu, kegiatan baksos kesehatan gratis. Dari kegiatan itu, saya berlanjut aktif ikut di berbagai kegiatan Tzu Chi hingga akhirnya resmi bergabung menjadi relawan Abu Putih pada 23 Maret 2012.

Perubahan dalam diri saya itu berawal ketika mengikuti Persamuhan Dharma Sutra Teratai pada 2011. Saat itu, saya diajak untuk bervegetaris selama 108 hari. Dari sana, saya mulai menjalani pola hidup vegetarian hingga sekarang.

Selama hampir 18 tahun menjadi relawan, bagi saya semua kegiatan di Tzu Chi itu menyenangkan. Namun, saya paling aktif menjadi relawan dokumentasi Tzu Chi (Zhen Shan Mei). Awalnya saya hanya membantu dalam bidang fotografi, terus melihat kebutuhan akan dokumentasi video, saya pun mencoba terjun ke sana. Meskipun belum begitu ahli, tetapi saya terus belajar.

Hikmah yang saya dapat dari ikut kegiatan Tzu Chi, saya menjadi lebih banyak bersyukur ketika melihat para penerima bantuan merasa terbantu. Dari Tzu Chi juga banyak keahlian dalam bidang fotografi dan videografi yang mulai saya pelajari dan itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya.

Perjalanan saya menjadi relawan Tzu Chi tentu tak lepas dari Dharma Master Cheng Yen. Bagi saya, beliau sosok guru yang sangat inspiratif, bijaksana dan penuh teladan. Ketulusan beliau dalam menjalani kehidupan begitu menginspirasi. Master Cheng Yen tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi selalu memberikan cinta kasihnya kepada semua mahluk hidup. Cinta kasih beliau yang begitu luas menjadi salah satu sumber semangat saya untuk terus bersumbangsih bersama Tzu Chi.

“Memiliki kemampuan dan menggunakannya untuk membantu orang lain itu adalah wujud dari rasa syukur,” Kata Perenungan Master Cheng Yen ini menjadi salah satu yang saya ingat. Karena dari sinilah kita berpikir untuk terus bersyukur dan tentunya kita bisa menggunakan kemampuan yang kita miliki untuk membantu sesama dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Kesibukan saya menjadi relawan Tzu Chi juga tak lepas dari dukungan keluarga. Istri saya juga relawan Tzu Chi dan dari awal ia yang mengajak saya bergabung. Jadi ya sekarang kami banyak melakukan kegiatan dan bersumbangsih bersama di Tzu Chi.

Saat ini saya juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai staf sekretariat He Qi Pekanbaru sekaligus fungsionaris pelatihan Hu Ai. Saya sudah 8 tahun menjalankan tugas ini. Kedepannya saya ingin membuat kelas untuk menginventarisasikan atau mewariskan jejak-jejak cinta kasih relawan Tzu Chi, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang dan generasi berikut. Seperti yang Master Cheng Yen katakan kita harus mewariskan Tzu Chi bukan hanya ke 50 orang, tetapi ke 50 generasi.

Seperti yang dituturkan kepada Nur Al Fajar Rumsari
Hakikat terpenting dari pendidikan adalah mewariskan cinta kasih dan hati yang penuh rasa syukur dari satu generasi ke generasi berikutnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -