Koerniawan Soesilo: Relawan Tzu Chi Cikarang
Langkah Kecil untuk Bumi, Perubahan Besar untuk Diri


“Tzu Chi membawa banyak perubahan dalam diri saya"

 *****

Jalinan jodoh saya dengan Tzu Chi sekitar bulan Agustus 2017, saat itu saya masih menjadi relawan kembang. Awalnya itu dari pertemuan saya dengan relawan senior He Qi Cikarang, Budi Permana yang berlanjut memperkenalkan saya dengan Veriyanto (Ketua He Qi Cikarang). Setelah itu, saya diajak untuk ikut kegiatan bakti sosial kesehatan di RS Sentra Medika, Cikarang.

Dari kegiatan itu lalu saya diajak bergabung ke Tzu Chi dan awalnya saya tolak. Tetapi salah satu relawan senior Tzu Chi, Like Hermansyah berkata kepada saya. ‘Kita tidak tau sampai kapan umur kita, jika tidak mau mulai berbuat baik dari sekarang, mau kapan mulainya’. Ucapan ini pun saya renungkan dan akhirnya saya resmi bergabung ke Tzu Chi pada 2018.

Selama hampir 8 tahun menjadi relawan, saya aktif di kegiatan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi hingga mendapatkan kesempatan studi banding di Malaysia. Selama disana saya belajar tentang pemilahan barang daur ulang, juga belajar bagaimana sebuah Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan beroperasi.

Semenjak saya bergabung di Misi Pelestarian Lingkungan Tzu Chi, saya belajar melakukan pemilahan barang yang masih bermanfaat dan bisa didonasikan. Lewat kegiatan pelestarian lingkungan pula saya menyadari bahwa langkah kecil yang kita lakukan bisa membawa perubahan untuk bumi.

Menjadi relawan Tzu Chi tentunya membawa banyak perubahan dalam diri saya. Dulu itu saya orang yang tidak bisa mengontrol ego dan tidak percaya diri ketika harus berbicara atau jika diberikan tanggung jawab. Tetapi setelah mengikuti banyak kegiatan dan bertemu dengan relawan lain membuat saya bisa lebih percaya diri saat diberikan tugas dan juga bisa mengontrol ego saya.

Perjalanan saya menjadi relawan Tzu Chi tak lepas dari Dharma Master Cheng Yen. Bagi saya, beliau adalah sosok guru teladan yang penuh kebijaksanaan. Beliau tidak hanya mengajarkan nilai-nilai kehidupan melalui teori, tetapi juga memberikan teladan nyata dalam mempraktikkan welas asih. Hal ini menjadi sumber inspirasi bagi saya untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

“Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang punya potensi yang tak terhingga”. Kata Perenungan Master Cheng Yen ini menjadi salah satu kata-kata renungan yang relate dengan kehidupan saya. Karena kalau mengingat saya yang dulu, saya sering menganggap diri saya tidak bisa melakukan apa-apa dan tidak mampu mengerjakannya.

Tetapi semenjak saya dipercaya menjadi Wakil Ketua He Qi Cikarang khususnya di bidang Pelestarian Lingkungan saya berusaha mengerjakannya dengan baik, walaupun tidak sempurna tetapi itu jadi koreksi untuk saya.

Kesibukan saya menjadi relawan Tzu Chi juga tak lepas dari dukungan keluarga. Istri saya yang menjadi support system utama mendukung penuh kegiatan yang saya lakukan bersama relawan di Tzu Chi. Untuk memperkenalkan Tzu Chi, saya menginformasikan ke customer toko saya, toko-toko lain, juga ke karyawan saya sendiri. Banyak yang mulai yang ikut berdonasi. Tak hanya berdonasi sampah daur ulang, mereka juga mulai ikut donasi di celengan bambu juga donasi rutin tiap bulannya di Tzu Chi.

Tentunya selama masih dikasih kesehatan dan kemampuan, saya masih tetap menjadi relawan Tzu Chi. Kedepannya untuk jangka pendek ini saya ingin lebih berkonsentrasi untuk pengembangan relawan dengan mengenalkan Tzu Chi di lingkungan komunitas. Selain itu, pengembangan depo pendidikan dan pelestarian lingkungan yang sudah vakum selama 3-4 tahun ini akan kembali kami aktifkan seiring dengan dibangunnya Depo Pendidikan dan Pelestarian Lingkungan He Qi Cikarang.

Seperti yang dituturkan kepada Nur Al Fajar Rumsari
Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -