Lilies Janto: Relawan Tzu Chi Padang
Senang Menjadi Bagian dari Relawan Tzu Chi


“...Selama badan saya masih kuat, saya akan terus menjadi relawan Tzu Chi...”

*****

Pertama kali mengenal Tzu Chi itu dari Shixiong (suami) saya karena dia lebih dulu gabung jadi relawan. Jadi dulu sebelum Tzu Chi Padang memiliki kantor sendiri, kegiatan relawan seperti berkumpul, rapat, dan kegiatan lainnya itu lokasinya bergantiganti. Kebetulan rumah saya menjadi salah satu lokasinya, waktu itu sekitaran tahun 2004-2005. Jadi ya saya melihat sendiri waktu ada acara di rumah. Dalam satu kesempatan, waktu itu saya langsung terharu ketike melihat isyarat tangan dalam sebuah acara Tzu Chi. Dari situlah mulai timbul keinginan untuk ikut menjadi relawan.

Awal-awal berkegiatan relawan itu saya ikut bagi sembako, kunjungan ke penerima bantuan, dan beberapa kegiatan lainnya. Dari kegiatan-kegiatan itulah saya belajar banyak hal. Dulu saya itu orangnya agak malas, tetapi setelah mulai ikut menyelam dalam kegiatan Tzu Chi lama-lama sifat pemalas saya mulai terkikis.

Terlebih lagi saya juga dipercaya menjadi Koordinator Tim Konsumsi Tzu Chi Padang karena saya itu hobinya masak-masak. Jadi setiap ada kegiatan Tzu Chi di Padang seperti baksos kesehatan, pemberkahan akhir tahun, dan kegiatan lainnya saya selalu koordinasikan dan atur untuk masalah konsumsinya. Jadi sifat pemalas saya itu ya harus dibuang jauh-jauh dan saya harus memberikan contoh yang baik kepada relawan lainnya.

Selama menjadi relawan Tzu Chi saya sudah tiga kali pulang ke kampung halaman batin di Hualien, Taiwan. Dan terakhir saya dilantik menjadi relawan Komite Tzu Chi pada tahun 2018 oleh Master Cheng Yen. Saat dilantik, saya melihat beliau itu spontan menangis, terharu. Bagi saya Master Cheng Yen itu auranya positif sekali dan merupakan sosok guru yang baik.

Ada salah satu Kata Perenungan Master Cheng Yen yang terus menginspirasi saya. “Menyayangi dan melindungi benda di sekitar kita berarti menghargai berkah dan mengenal rasa puas.”

Itulah kalimat yang terus membuat saya selalu bersemangat berkegiatan Tzu Chi bersama relawan lainnya di Padang. Bukan hanya itu, anak-anak saya setuju dan mendukung sekali saya dan shixiong (suami) saya ikut menjadi relawan Tzu Chi. Mereka bahkan juga suka bantu ikut sosialisasi kalau Tzu Chi Padang mau mengadakan kegiatan.

Saat kegiatan Bulan Tujuh Penuh Berkah, saya bersama relawan Tzu Chi Padang lainnya juga ikut mensosialisasikan tentang pola hidup vegetarian dengan membuat makanan vegetaris dan dijual kepada masyarakat. Karena menurut saya bervegetaris itu penting dan sangat bagus untuk kesehatan. Disisi lain dengan bervegetaris kita juga ikut melindungi dan menjaga makhluk hidup lainnya, serta kelestarian lingkungan.

Teman-teman saya juga mendukung saya menjadi relawan Tzu Chi. Walaupun saya ibu rumah tangga dan biasa dirumah, dengan menjadi relawan kita bisa mengenal banyak orang lain juga. Jadi kalau ketemu teman-teman ya saya banyak cerita tentang kegiatan Tzu Chi. Kebanyakan teman-teman juga menjadi donatur saya.

Jujur, saya enggak pernah capek kalau berkegiatan bersama relawan Tzu Chi. Justru merasa puas dan senang, karena kita berkumpul bukan untuk hal-hal yang lainnya tapi justru untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Jadi selama badan saya masih kuat, ya akan terus saya jalani menjadi relawan Tzu Chi.

Seperti yang dituturkan kepada Arimami Suryo A.
Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -