Pheobe Chandra: Relawan Tzu Chi Palembang
Benih Kebajikan Yang Kembali Bertunas


“Inilah (Tzu Chi) tempat saya untuk melatih diri."

*****

Jalinan jodoh saya dengan Tzu Chi itu awalnya di tahun 2010. Waktu itu saya ikut Tzu Ching di Jakarta dan beberapa kali mengikuti pelatihan. Setelah itu saya pulang ke Palembang dan ikut berkegiatan di Tzu Chi Palembang tetapi tidak begitu aktif karena saya bekerja. Akhirnya karena kesibukan dalam dunia kerja, perlahan-lahan saya tidak aktif lagi.

Namun pada tahun 2022, tiba-tiba salah satu relawan senior Tzu Chi Palembang, Subianto menghubungi saya dan meminta saya mengemban tanggung jawab sebagai koordinator perayaan Waisak di Tzu Chi Palembang. Saat itu saya tidak ada gambaran sama sekali kegiatan Waisak yang dimaksud itu seperti apa dan bagaimana. Tapi dalam hati kecil saya ini acaranya kan berkah karena mengajak orang berdoa. Dan dari sinilah saya menerima tawaran tersebut dan mulai aktif kembali menjadi relawan Tzu Chi.

Akhirnya saya mulai lagi dari nol, belajar lagi karena wawasan saya tentang Tzu Chi terbatas. Saya menonton video perayaan Waisak berkali-kali dari kantor-kantor Tzu Chi lainnya, minta saran dari relawan-relawan senior dan sebagainya. Dan akhirnya bertekad inilah (Tzu Chi) tempat saya untuk melatih diri. Mungkin kepulangan saya ke Tzu Chi ini ibarat benih kebajikan yang dulu pernah saya tanam kini kembali bertunas setelah vakum satu dekade.

Selama aktif kembali menjadi relawan Tzu Chi, tentunya juga membawa perubahan dalam diri saya. Dulu itu saya orangnya kalau berbicara ya nyablak, ceplas-ceplos tanpa basa-basi. Tetapi setelah banyak berkegiatan, bertemu dengar relawan lain dan orang banyak perlahan tabiat buruk saya itu mulai terkikis. Master Cheng Yen itu berpesan bahwa ‘banyak pintu Dharma terpapar di hadapan kita’ jadi setiap orang adalah pintu Dharma dan kita bisa belajar dari setiap orang. Makanya saya pun menyadari walaupun maksud kita baik, tetapi jika gaya bicaranya kurang baik ya pemahaman orang lain akan berbeda. Jadi saya terus belajar berbicara dengan lebih baik lagi dan nggak ceplas-ceplos lagi.

Apa yang saya pelajari di Tzu Chi tentunya tidak lepas dari Dharma Master Cheng Yen. Bagi saya beliau itu sosok teladan dalam kebajikan dan dalam kebijaksanaan. Master Chen Yen melakukan apa yang dia ucapkan dan memberikan contoh kepada kita dalam tindakan, dalam ucapan, dalam pikiran juga. Salah satu kata perenungan beliau yang terus saya ingat itu. “Setiap orang hendaknya menyadari berkah, menghargai berkah, dan menciptakan berkah kembali.” Dari kata perenungan ini, Master Cheng Yen ingin memberitahu kita bahwa banyak berkah di sekitar kita, kemudian kita menghargai berkah tersebut dengan mempraktikkan, kemudian menciptakan berkah kembali dengan mengajak orang lain untuk mengambil berkah tersebut bersama-sama.

Saat ini di komunitas saya dipercaya untuk menggengam berkah dengan menjadi Ketua Korbid Kegiatan dan Ketua Korbid Kebaktian Hu Ai Palembang Timur. Kenapa saya mau menggenggam berkah ini, karena kita selalu didampingi oleh relawan-relawan lainnya. Segala hal yang terkait dengan kegiatan Tzu Chi ataupun hal lainnya bisa kita tanyakan ke relawan yang lebih senior. Ternyata harus seperti ini, ohh di Tzu Chi itu seperti ini, jadinya pengetahuan kita bertambah, kita bisa berkembang dan mengerti jika dipercaya untuk memegang tanggung jawab.

Setelah dilantik menjadi relawan Abu Putih Logo (APL) tentunya saya bahagia, tetapi juga banyak merenung. Karena saya tau waktu itu terus berjalan, jadi kalau kita tidak genggam berkah sekarang kita belum tentu bisa berjodoh dengan Master Cheng Yen. Dengan semua hal yang sudah saya pelajari, saya renungkan, dan praktikkan di Tzu Chi mudah-mudahan batin ini tetap baik dan saya akan menjadi relawan Tzu Chi sampai tubuh ini sudah tidak bisa kuat menopang semuanya.

Kedepannya bersama teman-teman relawan di Tzu Chi Palembang mungkin kita akan membuat kegiatan yang terbaik. Sehingga ketika banyak masyarakat Palembang yang melihat Tzu Chi itu seperti apa bisa membuat hati mereka tergugah untuk ikut sama-sama berbuat baik di Tzu Chi.

Seperti yang dituturkan kepada Arimami Suryo A.
Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -