Timmy Jawira: Relawan Tzu Chi Medan
Kita Bisa Belajar Bersyukur di Tzu Chi


“Jangan hanya mendengar, tapi juga harus mempraktikkan ajaran Master Cheng Yen.”

*****

Saya masih ingat betul bagaimana saya pertama kali mengenal Tzu Chi di 7 Desember 2008. Waktu itu awalnya saya melihat ada relawan sedang berkegiatan di Kompleks Perumahan Royal Sumatera. Jadi ya saya tanya-tanya,’ini dari mana?’ mereka jawab ‘kami relawan Tzu Chi’. Dari situ lalu kita berdiskusi, dan setelahnya saya diajak gabung dan ikut berkegiatan

Awalnya saya diajak untuk ikut kegiatan pelestarian lingkungan, setelah itu ikut kegiatan baksos kesehatan bahkan sampai luar kota, kunjungan kasih ke panti asuhan, bagi beras dan lain-lain. Dulu sebelum bergabung di Tzu Chi, saya punya hobi berburu. Setelah masuk Tzu Chi langsung stop total dan mulai belajar berpola hidup vegetaris sekaligus untuk menjaga kesehatan.

Karena banyak hal baru, hampir semua kegiatan di Tzu Chi saya ikuti karena saya senang. Contoh survei kasus, kita bisa bertemu relawan lainnya dan penerima bantuan. Ada happy-happy-nya juga karena kita bisa bertukar pikiran. Bahkan belum genap satu tahun di Tzu Chi saya sudah belajar ikut Tim Tanggap Darurat (TTD) juga.

Jadi berbekal pengalaman bersama TTD saya bisa mempraktikkan dengan ikut memberikan bantuan bagi korban bencana. Saat Gunung Sinabung erupsi, saya ikut turun. Banjir bandang di Mandailing Natal dan di Padang Sidempuan, saya juga ikut andil. Dan tentunya banyak yang saya pelajari di Tzu Chi dengan kegiatan-kegiatannya. Salah satunya ya kita bisa bersyukur dan diberi kesehatan sampai sekarang karena masih banyak orang-orang yang hidupnya kurang beruntung.

Keluarga terutama istri juga terus memberi dukungan karena dia juga relawan Tzu Chi. Kalau anak-anak ya tentunya setuju dan mendukung. Jadi kalau saya sering ikut berkegiatan di Tzu Chi karena saya kerjanya kan fleksibel. Istri saya kan bisa jaga di toko, jadi kalau dia bilang bisa handle ya saya bisa ke ikut berkegiatan di luar kota.

Setelah keluarga, saya juga banyak bercerita kepada teman-teman saya tentang Tzu Chi. Ada yang akhirnya mau menjadi donatur untuk ikut berkontribusi, ada juga yang memberikan pendapat bahwa kegiatan yang saya ikuti merupakan kegiatan positif. Intinya ya saya banyak bercerita tentang Tzu Chi kepada teman lama, ataupun teman yang baru saya kenal.

Selama bergabung menjadi relawan Tzu Chi tentunya saya juga banyak mendapat ilmu dari guru kita Master Cheng Yen. Beliau itu sangat menginspirasi banyak orang, tidak membedakan suku, ras, dan agama, serta bisa menjadi salah satu contoh yang harus kita teladani. Karena yang utama itu Master Cheng Yen mengajarkan kita cinta kasih.

Hikmah yang saya ambil dari ajaran Master Cheng Yen yaitu kita harus menjadi orang bijaksana, karena banyak orang pintar tapi tidak bijaksana. Kita juga harus punya cinta kasih, rendah hati, dan belajar menghilangkan ego. Intinya adalah kita jangan hanya mendengar, tapi harus mempraktikkan juga ajaran Master Cheng Yen.

Harapan saya kalau masih ada kesempatan, dikasih Tuhan badan sehat dan hal yang lain juga mendukung ya tentu kita jalankan sepenuh hati (menjadi relawan). Dan untuk saat ini, saya bersama relawan Tzu Chi Medan lainnya juga fokus ikut mendampingi proses pembangunan Huntap bagi warga korban banjir khususnya di Sumatera Utara dan Aceh.

Karena dengan pembangunan Huntap ini kita bisa meringankan beban para korban bencana. Harapan saya semoga jangan ada bencana lagi, supaya mereka yang menjadi korban banjir di Sumatera pulih kembali bisa beraktivitas seperti biasa.

Seperti yang dituturkan kepada: Arimami Suryo A
Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -