Yenny Waty: Relawan Tzu Chi Medan
Menjalankan Kebajikan dengan Bersungguh Hati


“saya belajar melepas keterikatan serta memanfaatkan waktu secara bijaksana"

*****

Jalinan jodoh saya dengan Tzu Chi bermula pada 9 Mei 2010. Waktu itu atas ajakan suami (Shu Tjeng Shixiong), kami menghadiri perayaan Waisak di Yang Lim Plaza, Kota Medan. Setelah itu, saya mulai mengikuti latihan isyarat tangan. Dari sinilah yang membuka jalan saya menjadi relawan Tzu Chi.

Bergabung menjadi relawan Tzu Chi membawa perubahan mendalam bagi diri saya. Setelah ikut berbagai kegiatan, saya belajar untuk lebih melepas keterikatan serta memanfaatkan waktu secara bijaksana. Berbagai kegiatan pun saya ikuti, mulai dari isyarat tangan, seni menyeduh dan menyajikan teh, pelatihan, pelestarian lingkungan, Xun Fa Xiang, Zhong Gu, bakti sosial kesehatan, donor darah, kunjungan kasih, hingga bedah buku.

Salah satu hal yang membuat hidup saya menjadi jauh lebih bermakna dan penuh rasa syukur ketika bisa hadir langsung mendampingi para penerima bantuan Tzu Chi (Gan En Hu). Melihat kondisi hidup dalam berbagai keterbatasan, itu yang membuat saya terus menghargai apa yang telah dimiliki.

"Ada dua hal yang tidak boleh ditunda dalam hidup ini: berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan." Kata Perenungan Master Cheng Yen ini yang menjadi pedoman hidup dan terus saya praktikkan.

Sejak pertama kali bergabung menjadi relawan, pengetahuan saya tentang Tzu Chi juga terus berkembang. Saya juga mulai dipercaya untuk menjadi koordinator beberapa kegiatan di komunitas relawan. Hingga pada awal tahun 2015, saya resmi dilantik menjadi relawan Komite Tzu Chi langsung oleh Master Cheng Yen di Taiwan.

Kini, saya diberi kepercayaan mengemban amanah sebagai Koordinator Bidang (Korbid) Misi Amal He Qi Jati di Tzu Chi Medan. Dengan adanya amanah ini, saya pun berharap dapat terus memajukan misi amal bersama relawan Tzu Chi Medan lainnya. Melakukan pendataan secara bijaksana, saling memberi masukan, bergotong royong, serta hadir dengan empati dan rasa tulus.

Selama menjadi relawan Tzu Chi, dukungan penuh juga saya dapatkan dari keluarga, suami, dan anakanak. Selain itu, semangat menyebarkan kebaikan juga saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Jika sedang berbincang-bincang dengan teman-teman, saya sering menyisipkan tentang kegiatan-kegiatan Tzu Chi.

Setiap pagi saya juga rutin membagikan Kata Perenungan Master Cheng Yen ke beberapa grup Whatsapp. Ada satu hal yang menarik disini, kadang jika saya terlambat membagikan Kata Perenungan Master Cheng Yen, teman-teman pun suka bertanya-tanya bahkan ada yang chat personal, hehe.

Tentunya selagi fisik dan kesempatan masih mendukung, saya bertekad untuk terus bersumbangsih di jalan Tzu Chi. Harapannya saya ingin terus memperkenalkan Visi dan Misi Tzu Chi kepada masyarakat luas, menapaki jalan kebaikan ini dengan tulus dan bersungguh hati. Seperti yang sering diucapkan Master Cheng Yen. “Hal yang benar, lakukan saja.”

Seperti yang dituturkan kepada Liani (Tzu Chi Medan)
Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -