Yuliana Suteja: Relawan Tzu Chi Palembang
Belajar Membenahi Diri di Tzu Chi


“...Dengan berkegiatan Tzu Chi, dapat kita jadikan sebagai contoh dalam kegiatan sehari-hari..”

*****

Saya mengenal Tzu Chi itu awalnya dikenalkan oleh Suharjo Shixiong pada tahun 2018. Saat itu saya diberikan informasi tentang Tzu Chi dan akan ada kamp pengusaha di Jakarta tepatnya di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. Lalu saya datang sendiri ke Tzu Chi Center pada saat acara tersebut karena memang saya memiliki keinginan agar hidup saya bisa berguna untuk orang lain.

Sebelumnya ada beberapa aktivitas sosial untuk kemanusiaan yang saya ikuti juga. Tetapi setelah saya mengenal Tzu Chi, saya merasa inilah yang cocok untuk saya. Karena di Tzu Chi selain berkegiatan sosial, kita juga banyak belajar, salah satunya belajar untuk membenahi diri sendiri. Ternyata semakin dalam belajar di Tzu Chi, semakin saya merasa tidak ada apa-apanya dan harus banyak belajar lagi.

Awal-awal ikut menjadi relawan Tzu Chi saya bergabung di bagian konsumsi dan dipercaya menjadi PIC-nya. Lalu di misi amal juga ikut berkegiatan seperti kunjungan kasih dan lainnya karena itu misi utama di Tzu Chi. Jadi apa yang dipercayakan di bagian apa saja, pasti saya laksanakan. Setelah beberapa tahun menjadi relawan Tzu Chi, secara tidak langsung ternyata banyak perubahan yang terjadi pada diri saya. Saya bisa menjadi lebih sabar, dapat berpikir dengan lebih baik dan fokus, melakukan segala sesuatu dengan Yong Xin (bersungguh hati), lebih bijaksana, dan sampai saat ini masih terus berproses untuk belajar lebih baik lagi.

Karena kebetulan saya dipercaya menjadi Ketua Xie Li Tamken di Tzu Chi Palembang, jadi segala macam kegiatan relawan kalau saya bisa ikut, pasti akan saya ikuti. Karena di sisi lain kan saya juga sering keluar kota untuk urusan pekerjaan dan lain-lainnya. Jadi kalau saya sudah berada di Palembang, pasti sebisa mungkin kegiatan relawan Tzu Chi saya ikuti.

Karena dengan berkegiatan Tzu Chi, kita dapat jadikan sebagai contoh dalam kegiatan sehari-hari. Jika ingin melakukan sesuatu hal maka dari persiapannya, kerapihannya, keindahannya semua harus dilakukan dengan sepenuh hati, sehingga hasilnya pun juga baik.

Selama perjalanan menjadi relawan Tzu Chi akhirnya saya dilantik menjadi relawan komite Tzu Chi dan itu dua kali karena pandemi Covid-19. Yang pertama pada bulan Desember 2022 di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara, kemudian dilantik kembali oleh Master Cheng Yen pada bulan Juli 2023 di Taiwan. Bagi saya Master Cheng Yen adalah sosok yang sangat luar biasa. Sosok yang welas asih dan terus menyerukan kedamaian dunia. Walaupun beliau tidak pernah keluar dari Taiwan untuk menyebarluaskan Tzu Chi, tapi kami murid-muridnya dapat merasakan apa yang telah Master Cheng Yen lakukan untuk kita semua.

Saya pun senang dengan semua Kata Perenungan Master Cheng Yen, tapi yang saya jadikan pedoman adalah lagu Murid Idaman Master. Kalau saya dengarkan dan mengikuti lirik-liriknya, kadang bisa meneteskan air mata sendiri, terharu, dan merasa saya masih harus banyak belajar agar dapat menjadi murid Master Cheng Yen yang berguna.

Tanggapan keluarga pun sangat bagus ketika saya menjadi relawan Tzu Chi. Suami dan menantu pun ikut juga menjadi relawan Tzu Chi. Jadi tidak ada kendala sama sekali untuk saya menjalankan dan berkegiatan relawan di Tzu Chi.

Jika ada kesempatan dimanapun, kapanpun, dengan siapapun pasti saya memperkenalkan Tzu Chi. Misalnya saya sedang keluar kota, terkadang ngobrol dengan orang yang tidak saya kenal. Setelah mulai ngobrol, kadang saya selipkan obrolan tentang Tzu Chi. Intinya saya akan terus menjadi relawan Tzu Chi selagi saya masih bisa. Jadi di sisa hidup saya ini akan saya baktikan untuk berkegiatan sosial di Tzu Chi bersama dengan relawan-relawan lainnya.

Seperti yang dituturkan kepada Arimami Suryo A.
Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -