"Bersyukur, Menghormati, dan Mencintai"
Jurnalis : Neysa (He Qi Timur), Fotografer : Kurniawan (He Qi Timur)
| Pameran Budaya Kemanusiaan Tzu Chi yang diselenggarakan oleh Hu Ai Kelapa Gading di forum Mal Kelapa Gading 3 Jakarta selama 3 hari, dari tanggal 14 – 16 Nopember 2008 mendapat sambutan yang positif dari para pengunjung. Pameran ini bertujuan memperkenalkan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia lebih dekat kepada masyarakat luas dengan segala misi kegiatan yang telah dan sedang berlangsung. Selain itu juga mengajak masyarakat luas untuk bergandengan tangan bersama untuk peduli menyelamatkan bumi kita yang tua ini. |
| Melalui stan-stan yang tersedia, Yayasan Buddha Tzu Chi berharap masyarakat dapat terlibat langsung mengetahui kegiatan-kegiatan tersebut. Selain itu Yayasan Buddha Tzu Chi juga menyediakan voucher gratis makanan vegetarian yang diperuntukan bagi para donatur, calon relawan baru dan mereka yang berbelanja produk Jingsi Books & café. Lebih dari 40 restoran di Mal Kelapa Gading yang ikut andil menyukseskan acara ini. Terlihat para relawan di setiap stan, sehingga memudahkan pengunjung untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci. Di bawah ini aktivitas di tiap-tiap stan selama 3 hari penuh cinta kasih itu. Stan Celengan bambu “Dana Kecil Amal Besar” Stan Shou yu ( kelas isyarat tangan ) Stan Istana Dongeng Ceria (IDC) Siapa yang tak ingin melihat anaknya begitu lincah dan ceria? Semuanya ingin! Maka jumlah pendaftaran anak-anak yang akan mengikuti kelas IDC tahun 2009 mencapai 107 orang. Stan Jing-Si Books and Café Stan Budaya Minum Teh Setelah mendapat penjelasan lebih jauh kegiatan setiap minggunya, pengunjung yang berminat mengisi fomulir pendaftaran. Yang mendaftar menjadi relawan mencapai 200 orang. Dari 200 orang ini, jika 1 orang mampu membicarakan perasaan apa yang dilihat, didengar dan ingin dilakukan ke 10 orang saja, mudah-mudahan minimal sudah 2.000 orang yang mendengar, mengerti, dan mulai melakukan kebajikan. Mereka pun pulang membawa celengan bambu, dengan tekad setiap hari sebelum melakukan rutinitas menyempatkan diri menyisihkan uang belanja pada celengan tersebut untuk membantu orang lain. Dengan begitu tiap hari kita telah melatih diri untuk selalu Berpikiran dan Berbuat kebajikan. Seperti nasehat Master Cheng Yen, “Gengamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Bila hanya menunggu, kesempatan itu akan berlalu dan semuanya sudah terlambat”. | |
Artikel Terkait
TIMA Edukasi Bahaya Narkoba kepada Murid Budi Pekerti Pekanbaru
24 Maret 2025Kelas Budi Pekerti Tzu Shao Tzu Chi Pekanbaru, 73 murid dan 11 pendamping mengikuti penyuluhan tentang bahaya narkoba yang dibawakan oleh dr. Saverin dari TIMA Pekanbaru.
Suara Kasih: Memahami dan Mempraktikkan Dharma
18 Juli 2012 Untuk menciptakan keharmonisan dalam masyarakat, setiap orang hendaknya bersumbangsih bersama. Sedikit demi sedikit kekuatan yang terhimpun dari setiap orang dapat digunakan untuk membantu banyak orang. Saya berharap setiap orang dapat menyerap Dharma yang benar ke dalam hati. Janganlah berjalan menyimpang. Berjalan menyimpang sedikit saja, kita akan jauh tersesat.
"Dagusibu"
12 Agustus 2015Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (Dagusibu) Obat dengan Baik menjadi topik seminar yang diadakan TIMA Indonesia pada Sabtu, 8 Agustus 2015 di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara.Seminar ini ditujukan untuk para relawan dan masyarakat umum lainnya untuk menambah pengetahuan tentang obat-obatan serta manfaat donor darah.







Sitemap