Amanat Cinta Kasih
Jurnalis : Meiliana (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Antony , Benny, Sartono(Tzu Chi Pekanbaru)|
|
| ||
| Pada hari ini juga, relawan Tzu Chi melakukan survei pembagian kupon beras cinta kasih di wilayah Kelurahan Rejosari, sebagai persiapan pembagian beras tepat sasaran berikutnya yang akan dibagikan pada tanggal 18 Desember 2011. Kelurahan Sail, Kelurahan Kulim, dan Kelurahan Rejosari berada dalam satu naungan kecamatan Tenayan Raya-Pekanbaru. Terpancar kegembiraan dari semua relawan terutama libero-libero ketika membantu menghantarkan beras warga. “Yok digandeng…… digandeng…..“ Inilah sepatah kata yang sarat terdengar dari libero-libero (relawan Tzu Chi yang bertugas membawakan beras para Lansia dan ibu hamil –red) selama kegiatan pembagian beras cinta kasih. Atas prinsip pemberian bantuan yang harus tepat sasaran, ternyata mendatangkan cukup banyak tanggapan positif dari warga setempat terhadap kegiatan pembagian beras ini. Seperti Nuraida yang telah kehilangan kepala keluarga di rumahnya (suami-red) beberapa waktu lalu, membuat ibu ini harus berjuang sendiri untuk menghidupi 2 orang anak yang masih sekolah. Nurhaida mencari obyekan cuci baju, ataupun panggilan-panggilan untuk membersihkan rumah. “Walaupun hanya 1 karung, namun beras ini sungguh berharga sekali bagi saya. Saya dapat memanfaatkan uang yang seharusnya saya gunakan untuk membeli 1 karung beras ini sebagai tambahan uang jajan atau membeli buku untuk anak saya. Oleh sebab itu saya sangat menghargai beras ini,” kata Nurhaida.
Keterangan :
Begitu juga Mawarni yang meninggalkan dagangannya (sayur-mayur) di pasar untuk menjemput beras cinta kasih. Penghasilan yang didapatnya dari berjualan sayur tidaklah seberapa sehingga masih dirasakan cukup berat jika harus membeli makanan pokok (beras-red) ini. Menurut Camat Tenayan Raya Azwan, “Saya selaku camat di daerah ini, selalu mengupayakan yang terbaik bagi warga saya. Saya dan aparat lainnya juga Yayasan Buddha Tzu Chi dengan niat tulus dan murni ingin membantu warga. Saya berharap kita dapat menjaga silaturahmi yang baik di antara sesama manusia.“ Kerjasama yang indah tidak hanya terjalin di antara sesama insan Tzu Chi. Pihak keamanan (polisi) setempat dan juga beberapa Bodhisatwa muda (Tzu Ching), juga turut berkontribusi dengan membantu menertibkan arus lalu lintas sehingga aktivitas di jalan raya tidak terganggu karena adanya keramaian pembagian beras cinta kasih.
Keterangan :
Masyarakat senang, relawan pun turut bergembira, bersuka cita dengan sepenuh hati, dan begitu bersemangat untuk bersumbangsih bagi umat manusia. Tiada tersirat wajah letih diantara mereka hingga akhir kegiatan. Beras cinta kasih dari Taiwan adalah sarana bagi relawan Tzu Chi untuk menjalin jodoh yang lebih luas lagi di antara sesama umat manusia. Jika tidak ada amanat pembagian beras ini, mungkin saja, kita tidak akan pernah bersentuhan langsung dengan saudara-saudara kita yang kurang mampu. Kita tidak akan pernah mengenal ‘syukur‘ dan ‘puas diri‘. Dengan jalinan jodoh yang baik di antara sesama, maka hakikat umat manusia yang sebenarnya dapat terwujud, yaitu masyarakat yang dapat hidup damai dan tenteram sehingga dunia pun dapat terbebas dari bencana.
| |||
Artikel Terkait
Anak-Anak Gereja Ora Et Labora Belajar Daur Ulang Bersama Relawan Tzu Chi
16 Oktober 2024Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan sosialisasi mengenai daur ulang kepada anak-anak sekolah minggu di Gereja Ora Et Labora. Sebanyak 38 peserta ikut dalam kegiatan ini.
Ingin Segera Tinggal di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi
11 November 2019Verifikasi calon penerima bantuan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako hadir lagi. Ini adalah bagian yang kedua. Jika di bulan Agustus 2019 yang lalu verifikasi berlangsung selama tiga hari, kali ini berlangsung sehari, Minggu, 10 November 2019. Masih di lokasi yang sama di Aula Baruga, Taman Vatulemo Palu, Sulawesi Tengah.
Cinta Kasih Relawan Tzu Chi di Bandung Selatan
14 November 2016Relawan Tzu Chi Bandung pergi menuju lokasi banjir di kawasan Baleendah dan Bojongsoang, Bandung Selatan. Bersama Relawan Palang Merah Indonesia, para relawan memasak untuk para korban banjir.










Sitemap