Amanat Cinta Kasih

Jurnalis : Meiliana (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Antony , Benny, Sartono(Tzu Chi Pekanbaru)
 
 

fotoRelawan muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) turut bersumbangsih untuk membawakan beras warga .

Bulan Desember sepertinya menjadi bulan penuh berkah bagi relawan Tzu Chi Pekanbaru untuk merealisasikan amanat cinta kasih universal dari Master Cheng Yen, yaitu pembagian beras cinta kasih. Pada tanggal 4 Desember 2011 telah disalurkan beras  kepada 1.316 keluarga kurang mampu di Kelurahan Sail. Selanjutnya pada tanggal 11 Desember 2011 diadakan pembagian beras kepada 1.035 keluarga kurang mampu di Kelurahan Kulim.

 

Pada hari ini juga, relawan Tzu Chi melakukan survei pembagian kupon beras cinta kasih di wilayah Kelurahan Rejosari, sebagai persiapan pembagian beras tepat sasaran berikutnya yang akan dibagikan pada tanggal 18 Desember 2011. Kelurahan Sail, Kelurahan Kulim, dan Kelurahan Rejosari berada dalam satu naungan kecamatan Tenayan Raya-Pekanbaru.

Terpancar kegembiraan dari semua relawan terutama libero-libero ketika membantu menghantarkan beras warga. “Yok digandeng…… digandeng…..“ Inilah sepatah kata yang sarat terdengar dari libero-libero (relawan Tzu Chi yang bertugas membawakan beras para Lansia dan ibu hamil –red) selama kegiatan pembagian beras cinta kasih.

Atas prinsip pemberian bantuan yang harus tepat sasaran, ternyata mendatangkan cukup banyak tanggapan positif dari warga setempat terhadap kegiatan pembagian beras ini. Seperti Nuraida yang telah kehilangan kepala keluarga di rumahnya (suami-red) beberapa waktu lalu, membuat ibu ini harus berjuang sendiri untuk menghidupi 2 orang anak yang masih sekolah. Nurhaida mencari obyekan cuci baju, ataupun panggilan-panggilan untuk membersihkan rumah. “Walaupun hanya 1 karung, namun beras ini sungguh berharga sekali bagi saya. Saya dapat memanfaatkan uang yang seharusnya saya gunakan untuk membeli 1 karung beras ini  sebagai tambahan uang jajan atau membeli buku untuk anak saya. Oleh sebab itu saya sangat menghargai beras ini,” kata Nurhaida.

foto    foto

Keterangan :

  • Dalam kegiatan pembagian beras ini relawan Tzu Chi juga memanfaatkannya untuk bersosialisasi dan mengenal lebih dekat masyarakat di Pekanbaru (kiri).
  • Beras yang diberikan mungkin akan habis dalam beberapa waktu, namun kebahagiaan dan kenangan ini akan terus teringat dalam benak para penerima bantuan (kanan).

Begitu juga Mawarni yang meninggalkan dagangannya (sayur-mayur) di pasar untuk menjemput beras cinta kasih. Penghasilan yang didapatnya dari berjualan sayur tidaklah seberapa sehingga masih dirasakan cukup berat jika harus membeli makanan pokok (beras-red) ini.

Menurut Camat Tenayan Raya Azwan, “Saya selaku camat di daerah ini, selalu mengupayakan yang terbaik bagi warga saya. Saya dan aparat lainnya juga Yayasan Buddha Tzu Chi dengan niat tulus dan murni ingin membantu warga. Saya berharap kita dapat menjaga silaturahmi yang baik di antara sesama manusia.“

Kerjasama yang indah tidak hanya terjalin di antara sesama insan Tzu Chi. Pihak keamanan (polisi) setempat dan juga beberapa Bodhisatwa muda (Tzu Ching), juga turut berkontribusi dengan membantu menertibkan arus lalu lintas sehingga aktivitas di jalan raya tidak terganggu  karena adanya keramaian pembagian beras cinta kasih.

foto  foto

Keterangan :

  • Relawan bekerja dengan penuh sukacita sesuai dengan tugasnya masing-masing (kiri).
  • Usai kegiatan, para relawan saling memijat punggung sebagai bentuk terima kasih dan kekompakan di antara mereka (kanan).

Masyarakat senang, relawan pun turut bergembira, bersuka cita dengan sepenuh hati, dan begitu bersemangat untuk bersumbangsih bagi umat manusia. Tiada tersirat wajah letih diantara mereka hingga akhir kegiatan.

Beras cinta kasih dari Taiwan adalah sarana bagi relawan Tzu Chi untuk menjalin jodoh yang lebih luas lagi di antara sesama umat manusia. Jika tidak ada amanat pembagian beras ini, mungkin saja, kita tidak akan pernah bersentuhan langsung dengan saudara-saudara kita yang kurang mampu. Kita tidak akan pernah mengenal ‘syukur‘ dan ‘puas diri‘. Dengan jalinan jodoh yang baik di antara sesama, maka hakikat umat manusia yang sebenarnya dapat terwujud, yaitu masyarakat yang dapat hidup damai dan tenteram sehingga dunia pun dapat terbebas dari bencana.

 

  
 

Artikel Terkait

Mengembalikan Senyuman Faidoh

Mengembalikan Senyuman Faidoh

23 Mei 2014 Seorang wanita berjilbab ungu nampak sesekali meneteskan air mata saat menghadiri acara penyerahan kunci asrama Ex Brimob di Cilincing, Jakarta Utara.
Gempa Nepal: Menggunakan Cinta Kasih untuk Mengobati Luka Batin

Gempa Nepal: Menggunakan Cinta Kasih untuk Mengobati Luka Batin

12 Mei 2015 Relawan Tzu Chi Internasional kembali melakukan pembagian bantuan sembako untuk korban gempa di Nepal. Pembagian kedua ini dilakukan pada Senin, 11 Mei 2015, pukul 10.00 di Khwopa Secondary Higher School yang untuk sementara waktu digunakan sebagai tempat pengungsian bagi warga korban gempa.
PAT 2022: Mewariskan Dharma, Memperpanjang Jalinan Cinta Kasih

PAT 2022: Mewariskan Dharma, Memperpanjang Jalinan Cinta Kasih

10 Desember 2022
Rasa sukacita meliputi Tzu Chi Indonesia yang tahun ini dapat kembali menyelanggarakan Pemberkahan Akhir Tahun. Kegiatan ini mengusung tema: Berbuat Baik Dengan Welas Asih Mendatangkan Berkah, Membawa Diri Dengan Kebijaksanaan Mewariskan Nilai Luhur Bagi Keluarga.
Giat menanam kebajikan akan menghapus malapetaka. Menyucikan hati sendiri akan mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -