Program Berkelanjutan Untuk periode pertama, isi celengan bambunya telah diserahkan kepada Tzu Chi di bulan Maret lalu. Tujuan dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk menumbuhkan kepedulian dan cinta kasih kepada sesama di hati setiap karyawan. “Kita sebagai karyawan yang telah bergabung di Tzu Chi telah banyak melakukan penyuluhan celengan bambu. Alangkah baiknya kalau kita sendiri juga bersumbangsih di celengan bambu,” terang Viny. Maka setiap tiga bulan sekali, celengan bambu pun dibuka dan isinya diserahkan kepada Tzu Chi. “Ini adalah untuk yang ketiga kalinya,” tambah Viny. Sri P Christiningsih, salah seorang sekretaris di divisi Brain juga mengatakan bahwa kegiatan menabung di celengan bambu ini sesungguhnya sangat bermanfaat. Karena di balik uang koin yang semula terabaikan, sesungguhnya ada nilai yang berguna. Jika saja seseorang itu mau menyimpan dan menyerahkannya untuk kegiatan sosial. Sejak mengikuti celengan bambu di tahun 2005, Sri sangat merasakan manfaatnya. “Sedikitnya memberikan kebahagiaan bagi diri sendiri,” ungkap Sri. Ket : - Sri P Christiningsih merasa berbahagia karena dapat menyisihkan sebagian uangnya untuk membantu kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan oleh Tzu Chi. (kiri) - Hari itu, 47 karyawan Sinarmas mewakili divisi mereka masing-masing menyerahkan celengan bambu yang dimiliki. Antusiasme para karyawan yang hendak bergabung dalam program celengan bambu terlihat dengan makin bertambahnya permintaan celengam bambu.(kanan) Tujuan dan Cara yang Baik Menurutnya lagi, pada awal kegiatan celengan bambu diterapkan, tidak semua para staf di divisinya menyambut antusias. Namun, menyadari pentingnya program ini, Sri tanpa segan-segan berkeliling menghampiri setiap staf untuk mengumpulkan uang koin dari uang kembalian belanja mereka. “Eh, tadi habis makan siang ada uang logam sisa ga? Kalau ada masukin ke celengan ini,” bujuk Sri kepada setiap staf. Setahap demi setahap, perilaku ini akhirnya menjadi kebiasaan. Para staf mulai terbiasa menyisihkan uang mereka untuk celengan bambu tanpa lagi harus diminta. “Dengan tujuan yang baik, cara yang baik dan dikomunikasikan setiap hari akhirnya menjadi budaya di divisi Brain,” kata Sri. Ket::- Setelah dibuka, celengan bambu pun dirapikan dan diserahkan kembali kepada pemiliknya. Dengan begitu, benih-benih cinta kasih pun akan terus berlanjut di hati setiap pemilik celengan bambu. (kiri). - Peragaan bahasa isyarat tangan yang merupakan budaya humanis Tzu Chi menjadi penutup di acara penyerahan celengan bambu yang dilaksanakan di Menara Sinarmas Thamrin Jakarta. (kanan) Berbuat Sesuatu yang Lebih Berarti Membangkitkan kesadaran untuk peduli terhadap sesama bukanlah hal yang mudah. Tetapi bila berhasil dilakukan tentu akan memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka yang melakukannya. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Sri selama mengikuti program celengan bambu. Ia merasa berbahagia karena bisa turut memberi meski dalam jumlah yang tidak besar. “Sebenarnya bukan masalah seberapa besar jumlahnya. Tetapi apa yang diajarkan kepada kita adalah menyisihkan sebagian dari yang kita miliki untuk membuat sesuatu yang lebih berarti.” jelas Sri P Christiningsih di akhir wawancara. |