Bahagianya Bersyukur

Jurnalis : Lo Wahyuni (He Qi Utara), Fotografer : Lo Wahyuni (He Qi Utara)
 

fotoPada tanggal 18 dan 19 Februari 2012, diadakan Bakti Sosial Kesehatan ke-81 di RS Sentra Medika Cibinong.

Pada tanggal 18 dan 19 Februari 2012, RS Sentra Medika Cibinong kedatangan tamu-tamu istimewa. Mereka adalah para calon pasien yang diberangkatkan dari RSKB Cinta Kasih Tzu Chi, yang pada hari itu akan mengikuti Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-81 dan mendapatkan tindakan operasi kecil maupun besar.

 

 

 

Para relawan Tzu Chi dari He Qi Utara, Selatan, Barat, dan Timur datang untuk membantu para pasien yang akan mendapat tindakan. Beberapa relawan senior yang bertugas di bagian pengobatan tampak sigap membantu para suster dan dokter di ruang operasi. Pada tanggal 18, sebanyak sekitar 60 orang berhasil dioperasi kecil (mata), dan pada tanggal 19, sebanyak sekitar 40 orang berhasil dioperasi besar.

“Alhamdulillah lega, Krian sudah dioperasi,” ujar Sumiati (31) yang putra semata wayangnya baru saja menjalani operasi hernia. Krian (14) adalah tumpuan harapan masa depannya setelah suaminya meninggal dunia 4 tahun yang lalu. “Sejak jadi anak yatim, Krian disekolahkan di Pondok Pesantren Nurul Iman, Parung sebab biaya sekolah gratis dan tahun lalu ia menjadi juara Pramuka,” tutur Sumiati yang terlihat sangat bangga sewaktu menceritakan tentang putranya yang tengah berbaring di ruang pemulihan lantai 4 rumah sakit ini. Untuk membiayai hidup mereka, Sumiati bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan menetap di daerah Bogor. “Terima kasih telah dibantu oleh Yayasan Tzu Chi. Kalau tidak, uang dari mana saya harus bayar operasi Krian?” katanya lirih sambil menyalami tangan relawan yang berdiri di sampingnya.

Lain halnya dengan cerita dari Nani (52) yang karena tensi darahnya tinggi tidak dapat menjalani operasi benjolan di punggungnya. “Sekarang gagal, tapi saya tidak menyerah. Nanti saya akan coba lagi,” katanya dengan nada optimis. “Setiap bulan, saya sisihkan uang di celengan bambu,” ujar Nani sambil berbaring di ruang pemulihan. Celengan ini setelah penuh akan diserahkan kepada tetangganya, seorang relawan Tzu Chi yang tinggal berdekatan dengannya di daerah Bekasi.

Rasa syukur juga dirasakan oleh pasien lainnya. “Suami saya suka mengeluh, sudah operasi hernia (tapi) belum berhasil. Ini yang kedua kalinya.” Sri Ningsih (43) menceritakan tentang suaminya, Saefruddin (49) yang dulunya bekerja sebagai kuli panggul di pelabuhan Tanjung Priok. “Saya menghiburnya, ‘pak, seharusnya kita harus bersyukur. Lebih banyak mengucapkan kata syukur, maka keluhan akan semakin berkurang’.”  Tuturnya.

foto   foto

Keterangan :

  • Beberapa pasien penderita katarak tidak dapat melihat,karenanya kesiapan relawan untuk selalu mendampingi sangatlah penting (kiri).
  • Baksos Kesehatan ke-81 ini berlangsung dengan baik dan lancar karena kerjasama yang baik dari semua pihak yang terkait (kanan).

“Betul bu, terima kasih.” Ucap pria yang akrab dipanggil Pak Udin. “Dulu bapak sakit waktu masih kerja, bisa pergi berobat. Sekarang dia pensiun dan nggak kerja lagi. Untung ada Tzu Chi yang bantu,” ucap Sri Ningsih setengah terisak.   

Linda Sutanto, seorang relawan dari He Qi Utara menuturkan bahwa selama ia mengikuti baksos, lebih banyak cerita suka daripada dukanya. “Saat ikut baksos di Indramayu, saya pernah dikejar sampai ke toilet oleh seorang pasien wanita yang mau pulang dari rumah sakit, hanya untuk menyampaikan rasa terima kasih.” Ia pun menambahkan, “bahagia banget bisa membantu orang lain dengan sungguh, lalu dihargai dengan ketulusan pula.”

Di rumah sakit ini kita dapat melihat bahwa di negeri ini begitu banyak orang yang butuh diberi bantuan pengobatan oleh Tzu Chi, sebab biaya pengobatan saat ini sudah sangat mahal bagi banyak orang. Biaya hidup yang semakin tinggi di kota-kota besar menambah berat beban kehidupan. Harga obat-obatan yang melambung tinggi mengikuti laju inflasi menambah berat beban yang harus dipikul oleh masyarakat.

Hidup ini harus dipenuhi dengan rasa syukur, saling menghormati dan cinta kasih. Para relawan tidak hanya mengucapkan ini saja, namun mempraktikkannya secara nyata di acara bakti sosial ini. Semangat inilah yang mampu membina jalinan jodoh yang baik dengan orang lain dan dapat memupuk karma baik dalam melangkah di jalan Bodhisatwa ini.

  
 

Artikel Terkait

Berbakti Pada Ibu di Waisak Tzu Chi

Berbakti Pada Ibu di Waisak Tzu Chi

06 Juni 2014 Wajah Nenek Hartati diliputi senyuman, walau kini umurnya telah mencapai 88 tahun, dengan kondisi pergerakannya sudah tidak leluasa lagi, tapi di umurnya yang telah lanjut nenek Hartati masih bisa mengikuti acara waisak yang di adakan oleh Tzu Chi di Aula Jing Si, Pantai Indah Kapuk, pada hari Minggu 11 Mei 2014.
Merekam Sejarah Tzu Chi

Merekam Sejarah Tzu Chi

20 Oktober 2014 Minggu, 12 Oktober 2014, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan pelatihan khusus untuk membekali relawan yang berminat pada bidang dokumentasi dengan menjadi relawan Zhen Shan Mei. Relawan berkumpul di Coastal area, yang merupakan tempat wisata bagi penduduk sekitar, pukul 07.30 WIB.
Menanam Hal Baik, Memetik Hal Baik Pula

Menanam Hal Baik, Memetik Hal Baik Pula

09 Mei 2017

Relawan Tzu Chi di komunitas Kebonjeruk 1 memanen sayuran yang telah mereka tanam dan rawat dengan baik. Hasil panen yang berkualitas merupakan gambaran dari apa yang seharusnya kita tanam dalam kehidupan sehari-hari.

Benih yang kita tebar sendiri, hasilnya pasti akan kita tuai sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -