Bakti Sosial Kesehatan untuk Masyarakat Wilayah Bantaran Sungai Jagir
Jurnalis : Imelda Kristanti (Tzu Chi Surabaya), Fotografer : Ferry, Hendra surya, Stanley (Tzu Chi Surabaya)|
|
|
||
|
Baksos pengobatan yang di mulai pada pukul 08.30 WIB ini meliputi baksos pengobatan umum, gigi, anak-anak, pembagian kacamata, dan potong rambut. Acara ini bertempat di Hall Mangga Dua Centre, komplek kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya yang kebetulan berada tidak jauh dari wilayah pemukiman bantaran sungai Jagir. Baksos pengobatan ini melibatkan 9 orang dokter umum, 14 orang dokter gigi, 9 orang perawat yang tergabung dalam TIMA (Tzu Chi International Medical Association) yaitu wadah bagi relawan dan profesional Tzu Chi di bidang medis. Dengan penuh kesabaran dan semangat, para relawan medis memeriksa, dan merawat para pasien yang datang. Tercatat sejumlah 29 orang pasien gigi, 120 orang pasien umum, 91 orang pasien mata, 22 orang pasien anak-anak dan 34 orang yang potong rambut, telah berhasil ditangani dengan baik. “Kami berterima kasih sekali dengan adanya bakti sosial ini, karena masyarakat Kelurahan Jagir khususnya di wilayah bantaran sungai Jagir, memang membutuhkan bantuan layanan kesehatan, terlebih dengan kondisi tempat tinggal penduduk yang di dekat sungai, banyak kemungkinan terjangkit penyakit, juga balita gizi buruk “ kata Bambang Kusmianto, selaku kepala Lurah wilayah Jagir.
Keterangan :
Dalam kegiatan baksos pengobatan ini, juga dilakukan sosialisasi celengan bambu, memperkenalkan kepada masyarakat yang hadir untuk ikut membantu orang lain dengan menjadi donatur celengan bambu, sekaligus pengenalan kantor Tzu Chi Surabaya dan kegiatan-kegiatan sosial Tzu Chi. Diharapkan dengan demikian, masyarakat di wilayah Jagir juga dapat ikut bersumbangsih membantu orang lain yang membutuhkan. Sosialiasi celengan bambu ini mendapatkan tanggapan yang cukup bagus dari masyarakat yang hadir, tercatat sekitar 88 orang menjadi donatur celengan bambu. Ayu dan Nurul, dua orang siswi yang duduk di sekolah dasar, juga mendaftarkan diri sebagai donatur celengan bambu. “ Saya tahu tentang Tzu Chi dari kakek. Ini pertama kalinya saya datang ke sini, dan saya mau menyisihkan uang jajan, di masukkan ke celengan, supaya bisa menolong orang lain.” Kilah Ayu dengan polos. Hakim Shixiong, selaku Ketua panitia Baksos Kesehatan juga menambahkan ,“Baksos ini bukan semata-mata hanya untuk bantuan pengobatan, namun juga untuk menjalin jodoh baik, menjalin tali persaudaraan, karena dengan adanya persaudaraan, dapat menghindarkan timbulnya masalah. Seperti yang pernah di ajarkan oleh Master Cheng Yen, selain pengobatan, kita juga harus menggugah hati mereka untuk saling peduli, saling membantu satu sama lain” . Bila semua orang dapat bersumbangsih dengan cinta kasih yang tulus dan murni, pelita harapan akan menyala di berbagai pelosok gelap di dunia.(Kata Perenungan Master Cheng Yen) |
|||
Artikel Terkait
Relawan Cepat Tanggap Membantu Warga Terdampak Kebakaran TPA Rawa Kucing
25 Oktober 2023Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tanggerang bergegas meringakan beban para warga terdampak kebakaran di TPA Rawa Kucing Jumat, 20 Oktober 2023.
Perhatian untuk Warga Kampung Gang Marlina
23 April 2020Warga Kampung Gang Marlina di Penjaringan Jakarta Utara menyambut bantuan paket sembako dari Tzu Chi Indonesia dengan penuh rasa syukur. Bantuan ini sangat membantu karena banyak di antara mereka adalah karyawan dan buruh yang terkena PHK akibat wabah Covid-19.
Menanamkan Nilai-nilai Luhur Sejak Dini
01 Oktober 2015Sebanyak 18 anak mengikuti Kelas Budi Pekerti Tzu Chi pada Minggu, 20 September 2015 di Mal Ciputra Seraya, Pekanbaru . Tema kali ini adalah “Menjadi Bodhisatwa”. Anak-anak diajarkan untuk berpikir dengan niat yang baik, bertutur kata yang baik, dan melakukan perbuatan baik yang juga ditampilkan melalui pementasan drama.








Sitemap