Banjir Jakarta: Ragam Kisah Pengungsi di Tzu Chi Center
Jurnalis : Yuliati, Fotografer : Yuliati|
|
| ||
Sesekali, ada dokter yang mengunjungi lokasi pengungsian untuk memeriksa kalau-kalau ada yang jatuh sakit. Seperti salah seorang pengungsi, Nurjati (75 tahun) yang terlihat menghampiri dokter. Nurjati bermaksud memeriksa tekanan darahnya. Penyakit darah tinggi yang dimilikinya membuatnya khawatir setelah merasakan sakit kepala pada Kamis lalu. Saat itu ia belum mengungsi dan sempat periksa ke dokter di rumah sakit dan diberikan obat. “Sudah periksa dokter, dan rutin minum obat juga. Jadi tadi periksa tekanan darah aja”, Ucap Nurjati. Tempat tinggalnya di daerah Pluit terendam banjir, hingga Nurjati mengungsi di Tzu Chi Center sejak hari Jumat hingga Minggu. Ia memanfaatkan waktu yang ada dengan beristirahat agar kondisinya segera pulih di pengungsian. Tempat Mengungsi yang Kedua
Keterangan :
Di luar kendala bantal kesayangannya, sesungguhnya Apui adalah anak yang gampang berinteraksi dengan lingkungan. Di lingkungan yang baru pun, bocah ini tampak bisa menikmatinya. Keceriaan terpancar dari wajah bocah kecil yang sedang bermain bola dan gelas bersama saudaranya ini. “Apui, anaknya tidak takut orang baru,” jelas Bong Miau Kiun tersenyum mengembang. Kini, Bong Miau Kiun merasa bersyukur bisa tinggal bersama keluarganya di pengungsian yang nyaman dan melihat keceriaan di wajah cucunya. | |||
Artikel Terkait
Semangat Toleransi, Relawan Tzu Chi Bagikan Takjil di Tiga Masjid di Kota Binjai
28 Maret 2025Selama bulan Ramadan, relawan Tzu Chi di Kota Binjai menunjukkan semangat toleransi dengan membagikan takjil kepada umat muslim di masjid-masjid setempat.
Gerak Jalan Kerukunan
06 Januari 2014 Rasa kekeluargaan dalam keberagaman agama selalu dapat kita rasakan dalam setiap aktivitas di Yayasan Buddha Tzu Chi di negara manapun. Keberagaman justru menjadi kekuatan karena adanya cinta kasih universal yang tanpa membedakan dari setiap orang.








Sitemap