Banjir Jakarta: "Terima Kasih, Tzu Chi"

Jurnalis : Teddy Lianto, Fotografer : Teddy Lianto
 
 

foto
Selain membagikan bantuan kepada warga Muara Baru, relawan Tzu Chi juga memberikan bantuan kepada beberapa anggota Polri yang mengalami kebanjiran.

Sejak hari Sabtu (18/1/2014), warga Muara Baru harus mengungsi dari rumah mereka karena air yang menggenangi rumah mereka telah mencapai setinggi dada orang dewasa (lebih dari 1 meter). Warga dari empat Rukun Tetangga (RT) di wilayah ini yaitu RT 16 – RT 19 dari RW 17, mengungsi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Jalan Muara Baru Ujung Penjaringan, Jakarta Utara. Total warga yang mengungsi lebih kurang 900 orang.

 

Relawan Tzu Chi telah mendengar bahwa warga di daerah ini mengalami kesulitan, karena dari tahun ke tahun, bila banjir melanda Jakarta, Muara Baru termasuk salah satu yang tak luput dari banjir. Senin, 20 Januari 2014, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan Polsek Muara Baru, Jakarta Utara menuju ke posko untuk memberikan bantuan berupa beras, mi instan, selimut, handuk, popok, sarung, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, dan lilin. Sebanyak 900 paket bantuan diberikan pada pukul 11.00 WIB.  

AKBP Asep Adi Saputra, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priuk yang juga menaungi Pelabuhan Muara Baru menyampaikan bahwa sudah hampir tiga hari lamanya pengungsi berdiam di pelabuhan ini. AKBP Asep Adi Saputra juga berpendapat paket bantuan yang diberikan Tzu Chi cukup lengkap karena dalam paket bantuan juga disertakan selimut, popok, dan perlengkapan mandi untuk warga.

foto   foto

Keterangan :

  • Gustara Muhammad, ketua RW 17 menyatakan kebahagiaannya atas perhatian dari relawan Tzu Chi kepada warga Muara Baru setiap kali terjadi bencana (kiri).
  • Barang bantuan Tzu Chi memberikan sebuah kehangatan bagi Tania, terutama adanya sebuah selimut yang dapat menghangatkan putranya yang sedang sakit (kanan).

Jangan  Sampai Tidak Keburu Mengungsi
Seperti yang Master Cheng Yen sampaikan, bahwa meski bantuan materi yang diberikan akan habis (dikonsumsi) namun perhatian dan cinta kasih yang diberikan akan dikenang selalu oleh para penerima bantuan. Perhatian dari relawan Tzu Chi kepada warga Muara Baru terekam dalam lubuk Ketua RW 17 Muara Baru, Gustara Muhammad. Ia merasa sangat berterima kasih karena setiap kali warga Muara Baru mengalami musibah pasti relawan Tzu Chi akan datang membantu. “Jangankan diberikan bantuan, ditengok saja (oleh relawan) saya sudah mengucapkan terima kasih banyak,” tegas Gustara Muhammad.  

“Senang karena sudah dikunjungi dan apalagi ternyata diberi bantuan, rasanya terima kasih sekali,” ujar Tania, warga Muara Baru yang tinggal di RT 19/ RW 17 ini. Tania yang pada banjir tahun lalu (2013) juga mengungsi di PPS Nizam Zachman karena ketinggian air di rumahnya mencapai 2 meter, mengaku merasa trauma. Tania bercerita bahwa pada tahun lalu ada beberapa warga yang nekat tinggal di rumah ketika banjir. Saat itu menjelang malam hari ketinggian air semakin bertambah dan akhirnya menenggelamkan warga yang menetap. Karena itu, ketika ketinggian air di rumahnya telah mencapai dada orang dewasa, ia langsung mengungsikan seluruh keluarganya ke PPS dengan barang seadanya. “Jangan sampai kaya banjir 2013, pengen keluar sudah ngga keburu,” tutur Tania.

Tiupan angin kencang dan cuaca dingin serta kurangnya lapisan pelindung seperti jaket, membuat putra sulung Tania terserang demam. Beruntung di PPS juga tersedia pelayanan kesehatan, sehingga anaknya yang sakit dapat segera diobati. Tania pun semakin gembira ketika melihat dalam barang bantuan Tzu Chi terdapat sarung dan selimut yang dapat menghangatkan putra sulungnya yang tengah terlelap di sampingnya. “Terima kasih, Tzu Chi,”ucapnya dengan senyum merekah.

  
 

Artikel Terkait

Inilah Saatnya

Inilah Saatnya

10 April 2013 Kantor lama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang terletak di gedung ITC Mangga Dua lantai 6, yang kini menjadi kantor dan pusat kegiatan relawan He Qi Pusat, menjadi saksi atas terselenggaranya acara ini dengan baik.
Jing Si Talk: Mengembangkan Kebijaksanaan

Jing Si Talk: Mengembangkan Kebijaksanaan

09 November 2011 Dengan melihat, mendengarkan dengan hati dan turut merasakan penderitaan orang lain dan makhluk lainnya seperti hewan, dan merasakan penderitaan mereka sebagai penderitaan kita sendiri, maka akan menimbulkan jiwa welas asih dan timbul rasa bersyukur dalam diri kita.
Sinergi Dukungan Relawan Sinar Mas untuk HUT Bhayangkara Ke-78

Sinergi Dukungan Relawan Sinar Mas untuk HUT Bhayangkara Ke-78

01 Agustus 2024

Relawan Xie Li Kalimantan Timur 1 dan 2 turut mendukung sunatan massal yang dilakukan Polsek Muara Wahau, Kalimantan Timur sebagai bagian dari perayaan HUT Bhayangkara ke-78.

Hadiah paling berharga di dunia yang fana ini adalah memaafkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -