Bantu Sesama Selamatkan Nyawa

Jurnalis : Beh Guat Ngo (He Qi Jakarta Pusat), Fotografer : Fanny Khemadashi, Beh Guat Ngo (He Qi Jakarta Pusat)

Para peserta melakukan donor darah meskipun hujan mengiring sejak pagi.

Menjalin kasih di awal tahun, relawan Tzu Chi komunitas Xie Li Jatinegara menggelar donor darah yang melibatkan warga sekitar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Donor darah awal tahun ini diselenggarakan di Sekolah Silaparamita, Jalan Cipinang Jaya No. 1, dan dimulai pukul 09.00 WIB.

“Dulu saya sudah donor saat Tzu Chi masih di PGC (Pusat Grosir Cililitan). Sekarang pindah ke sini. Sudah lupa berapa kali, tapi setiap ada kegiatan donor saya selalu ikut. Dulu saya juga rutin mengumpulkan barang daur ulang, baik milik sendiri maupun dari toko-toko sekitar, untuk disalurkan ke depo Tzu Chi. Kegiatan di sini sangat baik dan saya senang bisa terlibat,” ujar Ko Asia, salah satu donor yang rutin mendonorkan darahnya di kegiatan yang digelar Tzu Chi.

Salah satu mahasiswa Andalusia membantu seorang donor menimbang berat badan sebelum pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter dari PMI Buaran memeriksa tensi pasien yang hendak donor.

Pada kegiatan ini, Beti Susanti mengoordinasikan 24 relawan, dengan dukungan delapan petugas dari PMI Buaran.

“Jumlah donor memang tidak bisa ditebak. Seperti hari ini, meski hujan, kami bersyukur masih banyak yang hadir. Informasi kegiatan sudah dibagikan melalui komunitas kelurahan dan umat wihara,” jelasnya.

Ia menambahkan, persiapan sebelum donor darah penting agar para donor merasa lebih nyaman. Hal itu dirasakan Rafa Haya Nabilah, salah satu dari 57 donor hari itu. “Saya sempat merasa sedikit pusing. Tadi sudah sarapan, tapi mungkin hanya kaget karena ini pertama kali donor. Sekarang sudah tidak apa-apa. Untuk donor berikutnya, saya akan lebih siap,” ujarnya.

Sejak dahulu Ko Asia telah menjadi pendonor rutin di kegiatan donor darah Komunitas relawan Tzu Chi di Jatinegara.

Haya merasa pusing setelah melakukan donor pertamanya, dokter dengan sigap memeriksa keadaannya.

Tim medis dengan sigap segera memberikan penanganan. Pada kegiatan ini, setiap donor menyumbangkan 350 cc darah.

Selain dibantu relawan komunitas, donor darah ini juga melibatkan empat mahasiswi STIKES Andalusia yang turut terjun langsung bersumbangsih. Sejalan dengan perenungan Master Cheng Yen, “Mampu bersumbangsih adalah sebuah berkah.”

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Aksi Donor Darah Mengawali Rangkaian Perayaan HUT DAAI TV ke-15

Aksi Donor Darah Mengawali Rangkaian Perayaan HUT DAAI TV ke-15

18 Mei 2022

Bersama PMI Jakarta Pusat, DAAI TV bersama Tzu Chi menggelar donor darah. Kegiatan ini adalah rangkaian HUT DAAI TV ke-15.

Membalas Budi Orang Tua Melalui Donor Darah

Membalas Budi Orang Tua Melalui Donor Darah

05 April 2019

Ketika mendengar kata donor darah yang terpikir langsung oleh kita adalah mendonorkan darah untuk membantu orang yang membutuhkan, oleh karena itu banyak orang berusaha untuk mendonorkan darahnya.

Mari Berdonor Darah

Mari Berdonor Darah

29 Mei 2011 Sehari sebelum acara dimulai para relawan seperti Akam Shixiong, Ali Kuku Shixiong, Abun Shixiong, Kasim Tunggono Shixiong dan Ayung Shixiong sibuk mempersiapkan tempat dan stan-stan untuk bazar dan donor darah.
Apa yang kita lakukan hari ini adalah sejarah untuk hari esok.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -