Hardy dengan penuh semangat melayani dan menawarkan pakaian kepada warga di tengah suasana Bazar Amal Kamal Muara yang ramai dan penuh antusiasme.
“Dengan memiliki berkah, kita harus menciptakan berkah. Dengan menerima bantuan, kita juga harus membantu orang lain”. Kata Perenungan Master Cheng Yen
Di balik hiruk-pikuk stan pakaian, deretan baju berwarna-warni, dan teriakan promo yang menggema, ada detak kepedulian yang tak terdengar namun terasa kuat. Pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 1 bekerja sama dengan pengurus wilayah setempat menyelenggarakan bazar amal di Kamal Muara, Jakarta Utara.
Begitu bazar dibuka, para pengunjung yang telah menunggu segera membanjiri stan. Wajah-wajah berseri memenuhi area bazar hingga menciptakan lautan kebahagiaan yang tak ternilai. Pakaian dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp25.000 tergantung jenis dan ukuran.
Penataan stan disusun terstruktur agar pengunjung nyaman berbelanja. Meja kanan menyediakan pakaian anak balita hingga SD dengan gambar kartun lucu, serta pakaian anak SD hingga SMP termasuk baju bermotif merah putih sebagai simbol menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Meja tengah berisi pakaian dewasa pria dan wanita seperti baju kasual, celana panjang, dress, dan lainnya. Meja kiri menjadi yang cukup unik karena menyediakan boneka dan peralatan rumah tangga ringan, bersebelahan dengan meja kasir.
Para relawan melayani warga dan mengelola stan dengan penuh sukacita, menciptakan suasana hangat selama berlangsungnya Bazar Amal.
Senyum bahagia terpancar dari wajah warga yang datang dan berpartisipasi dalam Bazar Amal, menunjukkan antusiasme mereka dalam memilih pakaian yang dibutuhkan.
Para relawan yang terlibat merupakan gabungan dari para relawan komunitas Jakarta Utara 1, ASG, dan juga calon relawan umum yang bekerja sama mengelola stan yang terletak di kantor RW 01. Mengusung konsep “Satu Beli, Satu Berbagi,” setiap pembelian pakaian layak pakai Ini bukan sekedar promosi, melainkan jembatan berbagi yang melibatkan donatur pakaian, relawan, dan juga penerima manfaat dalam solidaritas untuk mengubah helai kain bekas menjadi kehangatan bagi yang membutuhkan. Namun Tidak hanya itu, setiap pembeli pakaian ini secara tidak langsung juga ikut berpartisipasi berdonasi kepada orang yang juga membutuhkan. Semua hasil penjualan pakaian ini akan diberikan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi untuk membantu yang membutuhkan.
Salah satu kesan yang diberikan oleh salah satu relawan yang terlihat di kerubungi oleh para ibu yang sibuk memilih pakaian yakni Hardy. “Saya melihat wajah para warga sangat bahagia, semua terlihat antusias, bahkan ada yang sampai kembali lagi mengajak teman lain untuk datang ke area bazar. Warga juga ternyata senang karena tahu bahwa dengan setiap pembelian artinya mereka juga telah ikut berbagi kepada yang lain, itu membuat saya pun makin sukacita rasanya,” tutur Hardy.
Kesan mendalam juga diberikan oleh Yuliana, salah satu relawan generasi muda yang juga ikut berpartisipasi dalam acara bazar amal kali ini.
“Ini merupakan pengalaman pertama saya menjaga stan khusus baju tidur anak. Banyak warga minta bantuan untuk cari model baju yang mereka mau dan kalau dapat yang pas, mereka sangat senang. Saya juga ikut senang. Ada yang sudah selesai belanja banyak, kemudian pulang mengajak tetangga untuk ikutan belanja. Menurut saya, ini bukan hanya sekedar jual beli, tetapi menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan warga,” ucapnya.
Banner Bazar Amal beserta suasana lokasi kegiatan di Kamal Muara yang menjadi tempat warga mendapatkan pakaian layak pakai dengan harga terjangkau.
Yuliana dengan penuh perhatian membantu warga memilih pakaian di stan khusus baju tidur anak selama berlangsungnya Bazar Amal.
PIC acara, Ng Tjai Phin Sj, yang telah sibuk mempersiapkan persiapan Bazar Amal 1 minggu sebelum acara ini berlangsung, merasa sangat bahagia. “Walaupun ini pertama kalinya saya memegang tanggung jawab ini, saya merasa bersyukur karena kegiatan berlangsung dengan sangat ramai,” ujar Ng Tjai Phin. “Pada momen ini saya mengajak banyak teman dan relasi untuk ikut menyumbangkan pakaian yang layak pakai. Kemudian melalui kesempatan ini saya bisa ikut merasakan antusiasme warga Kamal Muara menyambut 17 Agustus, hadir di acara bazar ini. Antusias para warga membeli pakaian membuat saya merasakan sukacita merayakan kemerdekaan dalam kebersamaan dan kehangatan di acara hari ini,” lanjutnya.
Meski hanya berlangsung sehari, pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, antusiasme warga sejak bazar dibuka menjadi bukti bahwa kemerdekaan dapat dirayakan melalui kepedulian dan saling membantu di tengah keterbatasan. Di balik setiap helai pakaian yang berpindah tangan, tersimpan makna untuk menghargai setiap barang dengan sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakan berkah yang masih dapat dimanfaatkan.
Melalui konsep “Satu Beli, Satu Berbagi”, warga mendapatkan pakaian layak pakai dengan harga terjangkau, sekaligus turut menyalurkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Dengan demikian, bazar amal ini bukan sekadar tempat membeli pakaian, tetapi menjadi ruang untuk berbagi kebahagiaan, mempererat kebersamaan, dan belajar menerima berkah sekaligus menciptakan berkah bagi sesama.
Editor: Metta Wulandari