Bedah Buku: Berbagi Kebahagiaan
Jurnalis : Felita (He Qi Barat), Fotografer : James (He Qi Barat)|
|
| ||
Sederhana Namun Bermakna Hari Jumat di awal bulan November 2012 ini jatuh pada tanggal 2 November 2012. Hari itu langit sangat cerah, bintang-bintang bertebaran di angkasa seakan mereka ikut mendukung sukses dan lancarnya kegiatan bedah buku. Bedah buku kali ini, membahas mengenai bab "Sebuah Panggilan Jiwa (Misi)” dari buku Lingkaran Keindahan karya Master Cheng Yen. Hadir juga malam itu Lulu Jong shijie, relawan komite Tzu Chi yang kisah hidupnya telah juga menginspirasi para relawan Tzu Chi lainnya. Bedah buku dibuka oleh Felita dengan mengajak para peserta untuk memberikan penghormatan kepada Master Cheng Yen dengan membungkukkan tubuh sebanyak 3 kali. Felita juga mengajak para peserta untuk berdoa dan menyatukan hati agar dunia terbebas dari bencana dengan melantunkan lagu "Cinta dan Damai" Mimik penuh kedamaian terlihat jelas di wajah para peserta seraya melantunkan lagu dengan segenap hati, jiwa, dan raga. Mereka berharap agar dunia selalu damai dan terbebas dari segala macam bencana. Dalam kata pembukanya, Lulu merasa berbahagia karena kegiatan bedah buku Kebon Jeruk 1 ini dirasakannya selalu dilingkupi suasana kekeluargaan. Lulu juga salut kepada Acu selaku tuan rumah yang senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik kepada para peserta. Dua Suara Hati yang Berbeda
Keterangan :
Dalam mencapai misinya tersebut, Master Cheng Yen tidak pernah mengenal rasa lelah karena bagi beliau itu adalah panggilan jiwanya. Seperti halnya juga dengan Lulu. Bermula dari kesenangannya melayani orang lain hingga kemudian menemukan panggilan jiwa dan lantas bergabung dengan Tzu Chi. Saat bergabung dengan Tzu Chi lah, barulah ia mengerti makna kehidupan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan orang banyak. "Suatu tugas sekecil apapun itu pasti bermanfaat," pungkasnya. Lagi, menurut Lulu shijie, suara hati itu terbagi menjadi dua. Suara hati yang lebih kecil (ego) dan suara hati yang lebih besar (misi). Dalam praktiknya, suara hati yang lebih kecil seringkali menutupi suara hati yang lebih besar. Semua itu dapat terjadi karena adanya kesombongan dalam diri kita. "Sedangkan sebuah misi (suara hati yang lebih besar) baru bisa terwujud bila kita bekerja secara berkelompok. Maka kita harus selalu giat dan semangat agar tercapai tujuan misi kita," jelasnya. Senantiasa Rendah Hati Usai pembahasan tersebut, para peserta kemudian secara bergantian mengutarakan pendapat seraya mengajukan beberapa pertanyaan yang dapat dijawab dengan baik oleh Lulu yang ditemani oleh Oey Hoey Leng . Waktu terus bergulir dan tak terasa penghujung acara pun telah tiba. Dipandu Felita shijie, bedah buku pun diakhiri dengan memberikan penghormatan kepada Master Cheng Yen. Usai itu, para peserta kemudian dipersilahkan menyantap hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah dan para relawan. Seluruh peserta yang hadir, tampak asyik bertukar dan berbagi cerita. Sungguh sebuah acara yang sangat hangat dan penuh kekeluargaan. Sebuah contoh dari dunia Tzu Chi yang sesungguhnya. Gan en | |||
Artikel Terkait
Mempraktikkan Bahasa Kasih dalam Perayaan Hari Ibu
18 Desember 2024Kelas Budi Pekerti di He Qi Pusat selalu memberikan materi yang bermakna bagi para muridnya. Kali ini anak-anak belajar merangkai bunga sekaligus merayakan Hari Ibu. Sementara para orang tua belajar tentang parenting.
Jalinan Kasih Penuh Suka Cita di Tanjung Priok
26 April 2017Senin 24 April 2017 bertepatan dengan hari libur nasional Isra Mi’raj. Pagi itu, sekitar 60 insan Tzu Chi dan tujuh muda-mudi Tzu Chi komunitas He Qi Timur, Hu Ai Kelapa Gading sudah berkumpul di pelataran parkir Gereja Katolik Fransiskus Xaverius, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka bersiap membagikan 1.193 paket beras 10 kg kepada warga lingkungan paroki gereja dan wilayah di sekitarnya.








Sitemap