Benih Kebajikan Bertumbuh Menjadi Tak Terhingga

Jurnalis : Beh Guat Ngo (He Qi Pusat) , Fotografer : Denasari, Susi Christine (He Qi Pusat)

Para peserta berbaris dengan rapih sebelum masuk ke ruang training.

“Lahan batin manusia bagaikan sepetak tanah, jika tanahnya tidak ditebar dengan benih yang baik, juga tidak akan membuahkan hasil yang baik"
Kata perenungan Master Cheng Yen.

Mengusung tema "Benih Kebajikan Bertumbuh Menjadi Tak Terhingga" He Qi Pusat kembali mengadakan pelatihan Abu Putih 2 pada 30 April 2023. Ini merupakan rangkaian dari empat pelatihan Abu Putih. Pelatihan ini digelar di Lantai 3 Tzu Chi Center PIK, Ruang Guo Yi Ting dan dimulai pukul 08.00 WIB.

Pelatihan Abu Putih merupakan kegiatan pelatihan diri serta memberi pengetahuan kepada para relawan yang baru bergabung di Tzu Chi. Kegiatan ini diikuti 143 peserta dan dibantu 86 relawan sebagai panitia acara.

Para relawan membacakan 10 sila Tzu Chi dan mars Tzu Chi sebelum memulai pelatihan.

Pelatihan dibuka dengan Mars dan 10 sila Tzu Chi. Pelatihan diawali dengan materi Profil Master Cheng Yen yang dibawakan oleh Hun Hun, Wakil Fungsionaris Training Hu Ai. Sedikit kilas balik mengenai Master Cheng Yen yang dilahirkan di kota Ching Sui, sebuah kota kecil di Taiwan Tengah pada 14 Mei 1937, dengan nama keluarga Wang Jin-yun. Ditempa dengan berbagai cobaan hidup, akhirnya Master Cheng Yen menemukan titik balik kesadaran dan Dharma.

Kesederhanaan hidup dan Prinsip “sehari tidak bekerja maka sehari tidak makan” menegaskan kemandirian Master Cheng Yen bahwa dana yang dihimpun Tzu Chi seratus persen digunakan untuk kemanusiaan. Master Cheng Yen juga terus memikirkan cara agar bisa membantu orang miskin, menunjukkan betapa welas asihnya kepada semua makhluk hidup.

Hun Hun membawakan materi mengenai profil Master Cheng Yen.

Cinta dan welas asih Master Cheng Yen yang tercermin dari tindakan para relawan Tzu Chi selaras dengan keinginan dari Deddy Laksana dan Melissa Sucianto untuk bersumbangsih waktu dan tenaga untuk membantu sesama lewat jalan Tzu Chi. "Saya memang sudah berkeinginan jika sudah senggang waktu hendak mengisi hari dengan kegiatan amal. Saya senang sewaktu diperkenalkan Tzu Chi oleh teman saya Noni Thio shijie. Di Tzu Chi banyak kegiatan amal yang dapat kami ikuti, seperti kunjungan kasih, pelestarian lingkungan, bagi paket,” ujarnya.

Deddy Laksana dan Melissa Sucipto berharap bisa selalu bersumbangsih dan menjalin jodoh baik di jalan Tzu Chi.

Membimbing mereka yang mampu, merangkul mereka yang tidak mampu, tujuan misi amal ini membuka sharing materi berikutnya mengenai misi amal yang dibawakan San Ing, Koordinator Bidang Misi Amal He Qi Pusat. Kunjungan kasih dan survei kasus yang dilakukan di misi amal membuat relawan mengetahui apa saja yang dibutuhkan para penerima bantuan sehingga Tzu Chi bisa memberikan bantuan secara cepat, tepat dan langsung sesuai yang dibutuhkan. Sharing mengenai penerima bantuan menginspirasi para peserta pelatihan mengenai sumbangsih yang dapat diberikan dan berkah kebahagiaan yang didapat dari membantu sesama.

Henny Rosita memberikan sharing inspiratif mengenai dirinya dan jaliann jodohnya dengan Tzu Chi.

Merasa sangat penuh berkah bisa bergabung didunia Tzu Chi, terlepas dari banyaknya batu kerikil yang terhampar di perjalanan kehidupan baik sebelum dan sesudah di jalan Tzu Chi membuat Henny Rosita Ketua koordinator bidang pengobatan Hu Ai Pusat Sehati komunitas Xie Lie Bekasi 1, belajar memahami makna dari perkataan “Jalinan Jodoh”. Ia pertama kali kali mengenal Tzu Chi lewat tayangan DAAI TV, menggelitik rasa penasaran mengenai apa itu Tzu Chi, akhirnyaia mulai mencari informasi lewat saudaranya, relawan Tzu Chi Cikarang. Namun saat itu jodoh belum matang, pertemuan dengan Denasari, relawan Tzu Chidi tahun 2010 memantapkan hatinya untuk bersumbangsih.

"Dukungan keluarga juga sangat penting men-support, saya selalu berpegang pada ucapan Master “Di mana ada tekad tentu akan ada kekuatan“ senantiasa memegang niat awal masuk ke Tzu Chi, membuat saya sampai sekarang tetap teguh, konsisten serta bahagia dalam bersumbangsih di jalan Tzu Chi." Ujarnya.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Melatih Diri Menumbuhkan Kebijaksanaan

Melatih Diri Menumbuhkan Kebijaksanaan

06 Agustus 2018
Selalu menggenggam waktu tanpa menyia-nyiakan sedetik pun serta tekun dan bersemangat dalam menggarap lahan batin menjadi tekad dari 38 relawan Tzu Chi Tebing Tinggi dalam mengikuti kegiatan Pelatihan Relawan Abu Putih.
Menaati Sila dan Melakukan Pelatihan Diri

Menaati Sila dan Melakukan Pelatihan Diri

05 November 2014 Insan Tzu Chi kita harus memiliki semangat Bodhisatwa yaitu memiliki hati Buddha, hati yang tercerahkan dan tekad guru yang ingin menolong semua makhluk yaitu jalan Bodhisatwa di dunia. Dalam segmen “Semangat Bodhisatwa”, Kiho Shixiong mengatakan bahwa, “kita bisa belajar dari semangat Buddha Sakyamuni yang penuh welas asih dan kebijaksanaan.
Ikrar 1.000 Hati untuk DAAI TV

Ikrar 1.000 Hati untuk DAAI TV

12 Desember 2017
Yessie Christina, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 1 pada pertengahan bulan November 2017 lalu dilantik sebagai komite Tzu Chi di Hualien, Taiwan. Di hadapan Master Cheng Yen, ia berikrar untuk menggalang 1.000 hati untuk mendukung DAAI TV Indonesia.
Jika menjalani kehidupan dengan penuh welas asih, maka hasil pelatihan diri akan segera berbuah dengan sendirinya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -