Beras Cinta Kasih Untuk Pendekar Bumi

Jurnalis : Nur Azizah (Daai Tv Medan), Fotografer : Lily Hermanto, Zusin, Gunawan Halim, Novelia Tania (Tzu Chi Medan)
 
 

foto
Minggu, 21 Juli 2013, relawan Tzu Chi Medan mengadakan bakti sosial pembagian beras kepada para petugas kebersihan setempat.

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Di bulan ini manusia diajarkan untuk selalu berbuat amal dan kebajikan kepada sesama. Bertepatan dengan datangnya bulan suci ini, maka relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan memanfaatkannya dengan menggelar Bakti Sosial Pembagian Beras Cinta Kasih yang berlangsung di Lapangan Merdeka Medan pada hari Minggu, 21 Juli 2013.

Pembagian beras kali ini diberikan kepada para petugas kebersihan Kota Medan, seperti yang  sudah dilakukan pada tahun lalu. Mereka terdiri dari petugas melati bestari, petugas honor pertamanan, para supir dan kondektur truk pengangkut sampah.

Meski terkadang pekerjaan sebagai petugas kebersihan sering dipandang sebelah mata oleh banyak orang, namun sejatinya mereka memiliki peran besar dalam hal menjaga kebersihan alam. Maka, sudah selayaknyalah mereka mendapat predikat pendekar bumi yang sangat berjasa dalam menjaga kebersihan kota.

“Nah, inilah para pahlawan kebersihan kota Medan. Di sini kita berkumpul setiap akhir tahun di dalam bulan suci Ramadhan. Di sini kita bisa saling bertemu dan saling membantu,” ujar Mujianto, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan.

Acara ini juga bukan sekadar aksi berbagi beras, karena di acara ini para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi juga ingin mengajak masyarakat agar menghargai jasa para petugas kebersihan. “Acara ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat Medan agar ikut membantu membersihkan kota dan tidak sembrono membuang sampah. Kita lihat sendiri pahlawan kebersihan itu bertugas dari pagi sampai sore untuk membersihkan lingkungan kota. Karena itulah kami terpanggil untuk kerjasama membantu mereka,” ujar Mujianto.

Sekitar pukul 08.30 WIB, acara pun dimulai dengan penyerahan beras cinta kasih secara simbolis. Acara penyerahan beras itu dilakukan oleh Mujianto yang didampingi oleh Drs. H Zulmi Eldin, Msi selaku plt Walikota Medan serta para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan.

foto   foto

Keterangan :

  • Dengan penuh syukur dan bahagia, relawan mendampingin para petugas kebersihan Kota Medan membawakan beras cinta kasih (kiri).
  • Sebagai rasa simpati kepada kepedulian, beberapa warga yang dibantu langsung memberikan bantuan berupa donasi sekedarnya ke dalam kotak dana (kanan).

Dalam acara ini, Pelaksana tugas Walikota Drs. H Zulmi Eldin, Msi merasa sangat senang dengan acara amal ini. “Kami merasa senang dan berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi ini, bahwa ini adalah perlakuan kemanusiaan yang diberikan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Walaupun bukan ini saja, tetapi masih banyak kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi kepada siapa saja yang mengalami musibah tentunya,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, ia juga berharap agar kegiatan amal ini bisa menjadi motivasi bagi yayasan lain untuk bisa menggelar aksi yang sama. “Kami berharap ini menjadi motivasi bagi kita semua, dan tentunya kepada stake holder lain, yayasan-yayasan lain untuk bisa berbuat kepada membantu pemerintah kota dalam rangka meringankan beban masyarakat yang kita tahu bahwa kondisi perekonomian kita saat ini yang naik turun dengan kenaikan-kenaikan harga tentunya, ini sangat membantu sekali dari Yayasan Buddha Tzu Chi ini,” lanjutnya.

Di sini, para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi juga dengan sigapnya membantu para petugas mengangkat beras mereka. Senyum dan keramahan para relawan semakin membuat acara ini semakin penuh hikmat. Tak hanya itu, para petugas dinas kebersihan juga tak lupa memberikan sumbangan ke kotak amal. Ya, acara ini juga merupakan ladang berkah untuk semua. Acara yang berlangsung hinga jam 12.00 siang ini pun berjalan tertib dan lancar.  Sebanyak 3.120 petugas dinas kebersihan yang mendapat bantuan beras cinta kasih.

Salah satu petugas kebersihan yang mendapat bantuan beras cinta kasih bernama Wahyudi mengungkapkan suka cita dan terima kasihnya pada Yayasan Buddha Tzu Chi. “Acaranya cukup bagus, terutama membantu kami pekerja petugas kebersihan. Ini memotivasi kami untuk lebih giat lagi bekerja. Tentunya di tengah sembako yang semakin mahal, Yayasan Buddha Tzu Chi ini yang membantu memberikan bantuan seperti ini ya cukup baguslah,” ucapnya. “Kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, kami atas nama keluarga besar dinas kebersihan banyak mengucapkan terima kasih atas bantuannya,” tambahnya kemudian.

Hal senada juga dirasakan oleh petugas kebersihan yang bernama Damria Ariani Nasution. “Saya sangat senang sekali, alhamdulillah yang ngadakan acara ini, lantaran sangat menolong sekali. Mudah-mudahan dan seterusnya murah rezekinya yang ngasih sumbangan ini,” ungkapnya bahagia.  

Senyum bahagia para pendekar kebersihan ini sudah menunjukkan betapa mereka begitu bahagia akan aksi amal pembagian beras cinta kasih. Ini adalah bukti nyata bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Maka dari itu, sudah saatnya kita peduli akan peran para petugas kebersihan yang sangat berjasa dalam kebersihan kota Medan tercinta. Tanpa pendekar bumi ini, bisa jadi lingkungan kota ini tidak terjaga kerapian dan kebersihannya.

  
 

Artikel Terkait

Derita dan Harapan

Derita dan Harapan

19 Februari 2009 Bila dilihat dari latar belakangnya, memang tidaklah mudah hidup dengan satu anak tanpa memiliki pekerjaan dan suami. Terlebih Horiyah menderita tumor perut yang sudah membesar bagai orang hamil 9 bulan. Derita ini ia alami selama 12 tahun lamanya, hingga menyulitkannya untuk bersosialisasi dan beraktivitas. Wajar bila semangat hidupnya menjadi redup. Bagaikan bara yang tersiram air dingin. Beku meredupkan semangat dan harapan.
Konvensi TIMA 2020:

Konvensi TIMA 2020: "Mengatasi Pandemi, Melindungi Bumi dan Batin"

08 Oktober 2020

Karena pandemi, Konvensi Tahunan TIMA yang diadakan di Hualien, Taiwan tahun ini diikuti relawan TIMA seluruh dunia secara online pada 1-3 Oktober 2020. Isi pertemuan mencakup laporan, sharing inspiratif, sharing informatif, serta sharing kesan peserta, dengan tema “Mengatasi Pandemi, Melindungi Bumi dan Batin”.

Pelatihan Relawan: Dharma Tak Bersuara

Pelatihan Relawan: Dharma Tak Bersuara

24 Juni 2013 Pelatihan kali ini terkesan menarik dan unik, pasalnya pelatihan yang biasanya berlangsung di dalam ruangan dengan peserta yang duduk diam serta disuguhi dengan materi dan sharing relawan, saat itu justru hanya terjadi dalam sedikit sesi.
Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -