Beras Cinta Kasih untuk Singkawang

Jurnalis : Bambang Mulyantono (Tzu Chi Singkawang), Fotografer : Bambang Mulyantono (Tzu Chi Singkawang)
 
 


fotoRelawan akan membantu membawakan beras tersebut hingga ke rumah warga jika mereka tidak mampu mengangkatnya.

 

“Dalam ajaran Islam ada tuntunan untuk membina hubungan dengan Tuhan yang disebut hablum minallah juga tuntunan membina hubungan dengan sesama manusia yang disebut hablum minnanas. Kemudian dalam hablum minnanas ada yang disebut ukuwah atau persaudaraan. Hidup rukun atas dasar persaudaraan sesama umat Islam disebut ukuwah Islamiyah, hidup rukun sesama warga satu negara disebut ukuwah watoniyah, dan kerukunan sesama warga satu dunia disebut ukuwah insaniyah.

Nah, Yayasan Buddha Tzu Chi yang didirikan oleh seorang biksuni bernama Master Cheng Yen ini menjalankan misi kemanusiaan atas dasar cinta kasih universal sesama penghuni satu dunia, tidak membeda-bedakan agama, ras dan suku bangsa.” Demikian sambutan dari Walikota Singkawang Dr. Hasan Karman pada acara Bakti Sosial Pembagian Beras Cinta Kasih oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Singkawang, yang bertempat di halaman Kantor Kecamatan Singkawang Utara, tanggal 13 Agustus 2011.

“Oleh sebab itu,” lanjut Walikota, “kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang membagikan beras secara cuma-cuma kepada warga Singkawang Utara yang kebetulan banyak (umat) Muslim yang saat sekarang menjalankan ibadah puasa Ramadan dan tidak lama lagi merayakan Idul Fitri. Semoga beras yang diterima menjadi berkah, benar-benar bermanfaat, dan rasa syukur yang terkandung di dalamnya semoga berlangsung sepanjang masa.”

Selain Walikota Singkawang yang didampingi istri, dalam acara seremoni pembagian beras ini, hadir pula pejabat dan aparat dari Koramil, Polsek, Camat Singkawang Utara, Lurah dan tokoh masyarakat lainnya. Di awal acara, perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Singkawang, Susiana Bonardy (Bong Chi Djiu) membacakan surat dari pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi, Master Cheng Yen. Dilanjutkan sambutan Walikota Singkawang, yang kemudian diteruskan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Beras Cinta Kasih Tzu Chi 2011, yang secara simbolis diberikan oleh Ha Jit Chiong, selaku koordinator lapangan kepada penerima dalam hal ini Camat Singkawang Utara, Momie Muljomintarno, S.Sos., MA.

foto  foto

Keterangan :

  • Pembagian beras ini dilakukan di halaman Kantor Kecamatan Singkawang Utara pada tanggal 13 Agustus 2011. (kiri)
  • Pembagian beras berlangsung lancar karena barisan antrian diatur menjadi tiga jalur, antrian wanita, pria dan manula. (kanan)

Seusai acara seremoni, Camat Singkawang Utara memberi penjelasan kepada wartawan  bahwa bantuan beras dari Taiwan ini dikhususkan kepada warga yang benar-benar tidak mampu. “Dari  6.078 keluarga yang tercatat sebagai warga Singkawang Utara, yang menerima kupon untuk mengambil beras hari ini sebanyak 3.560 keluarga. Angka ini di atas penerima Raskin yang sekitar 2.500 keluarga. Karena pendataan dari pihak Yayasan Buddha Tzu Chi ini berbeda dengan yang kami punya, maka kami mohon izin untuk meng-copynya sebagai rujukan,” ungkap Momie, “proses pembagian beras juga berjalan lancar. Barangkali ke depan, kalau ada kegiatan yang sama, dari lembaga manapun, cara pembagian model Yayasan Tzu Chi bisa ditiru.”

Selanjutnya ditambahkan, wilayah Singkawang Utara terdiri dari 7 (tujuh) kelurahan, yakni: Setapuk Besar yang padat penduduknya, Setapuk Kecil, Sungai Rasau, Naram, Sungai Garam, Semelagi Kecil, dan Sungai Bulan. “Karena terbentang cukup luas dan terbagi antara daerah Hulu dengan Hilir, maka pembagian beras dilakukan pada dua tempat pada hari yang sama, pagi hari di halaman kantor kecamatan yang terletak di wilayah Kelurahan Sungai Bulan dan sore harinya di halaman rumah kediaman Kong Sung yang berada di wilayah Kelurahan Sungai Rasau,” ucap Momie.

Sabtu, 13 Agustus 2011, pagi yang cerah dengan tanah dan rerumputan yang masih basah, karena  semalaman diguyur hujan deras. Hujan bahkan turun sejak sore hari sebelumnya ketika para relawan usai memasang tenda, garis antrian, spanduk dan bendera.

Kegiatan pembagian beras di lokasi pertama rencananya dimulai pukul 08.00 WIB, namun sejak pagi hari sekitar dua ribu lebih warga Hulu telah datang memadati halaman Kantor Camat Singkawang Utara. Barisan antrian segera diatur; dibagi menjadi tiga jalur: antrian wanita, pria dan manula alias mereka yang sudah uzur. Segera setelah acara seremoni ditutup dengan doa bersama, pintu antrian dibuka. Satu per satu warga yang memegang kupon maju menyerahkan kupon lalu menerima sekarung beras berisi 20 kg. Rona wajah tersungging senyuman menghiasi mereka yang mengulurkan maupun yang menerima.

foto  foto

Keterangan :

  • Relawan Tzu Chi membantu seorang warga membawa beras dengan penuh kehangatan. (kiri)
  • Tidak hanya sekadar memberi, namun relawan juga menjalin rasa kekeluargaan dengan para penerima bantuan. (kanan)

Sungguh pun begitu banyak warga yang tak berdaya membawa sekarung beras seberat itu, maka dengan sigap relawan Tzu Chi membantu. Kepada yang memang benar-benar tidak mampu, beras bahkan diantar langsung ke rumahnya. Proses pembagian beras sesi pertama berakhir hingga pukul sebelas. Selanjutnya istirahat sejenak untuk berangkat lagi ke lokasi pembagian kedua yang dimulai pukul tiga.

Halaman ditambah pekarangan samping rumah Kong Sun terbilang luas, namun masih kalah luas dengan lapangan Kantor Kecamatan, sehingga meskipun jumlah warga yang mengambil beras di lokasi kedua ini lebih sedikit, namun kesannya lebih padat. Hal ini karena lokasinya persis berada di pinggir jalan raya Singkawang – Sambas.

Pembagian beras di lokasi kedua dimulai dengan pembacaan sambutan dari Kantor Penghubung Singkawang yang di dalamnya dibacakan surat dari Master Chen Yen. Dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh seorang tokoh masyarakat setempat, secara simbolis dilakukan penyerahan beras kepada warga yang tidak mampu dari relawan Tzu Chi maupun aparat TNI dan Polri yang hadir.

Proses pembagian beras berjalan lancar meskipun diawalnya sempat berdesak-desakan. Pembagian beras tetap dipisahkan menjadi dua jalur antara antrian wanita dengan pria. Semoga cinta kasih dari Taiwan ini menjadi kenangan kasih bagi masyarakat Singkawang yang tak terlupakan.

  
 

Artikel Terkait

Mengajar dengan Cinta Kasih

Mengajar dengan Cinta Kasih

25 Juli 2017

Setelah mengikuti pelatihan Ayo Belajar SMART dan mempelajari modul-modul yang diberikan, para relawan Tzu Chi siap berbagi ilmu dengan peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6 di SDN 06 Belutu, Siak. Kehadiran relawan Tzu Chi disambut begitu positif, baik dari pihak sekolah maupun para pelajar.

Bantuan Darurat Tzu Chi untuk Warga Batu Malang

Bantuan Darurat Tzu Chi untuk Warga Batu Malang

11 November 2021

Relawan Tzu Chi Surabaya menyalurkan bantuan sembako untuk warga yang sangat terdampak bencana banjir bandang di Dusun Gintung, Desa Bulukerto Kota Batu, Malang pada Minggu, 6 November 2021.

Semangat Mariam Melawan Kanker Serviks

Semangat Mariam Melawan Kanker Serviks

05 Maret 2018
Mariam, wanita asal Teluk Betung Selatan, salah satu penerima bantuan Tzu Chi yang menderita kanker serviks. Bantuan diberikan pertama kali pada 14 September 2017, mulai dari pengobatan, biaya makan, dan biaya transportasi.
Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Jangan menunggu sehingga terlambat untuk melakukannya!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -