Berbagi Kasih di Panti Asuhan Kasih Mandiri Bersinar

Jurnalis : Suyanti (He Qi Pusat), Fotografer : Nasandi (He Qi Pusat)

Kunjungan kasih

Pada 13 Maret 2016, sebanyak 20 relawan Tzu Chi melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Kasih Mandiri Bersinar. Kunjungan ini untuk melakukan pemeriksaan mata kepada anak-anak di panti ini.

Minggu pagi, 13 Maret 2016, sebanyak 20 relawan Tzu Chi komunitas Xie Lie Selatan dengan antusias berangkat menuju Panti Asuhan Kasih Mandiri Bersinar yang berlokasi di Jalan Bambu Kuning, Pasar Minggu, Jakarta Selatan untuk melakukan kegiatan kunjungan kasih.

Panti Asuhan Kasih Mandiri Bersinar didirikan oleh Sr. M. Alexa Yonsion, OP pada tanggal 31 Mei 1996 dengan latar belakang keprihatinan yang mendalam terhadap kehidupan anak anak jalanan. Saat ini terdapat 78 anak yang tinggal di panti ini mulai dari balita hingga remaja. “Jalinan jodoh Panti Asuhan Kasih Mandiri Bersinar dimulai pada tahun 1996 melalui beasiswa pendidikan yang diberikan kepada anak panti oleh Yayasan Buddha Tzu Chi,“ jelas Suster Alexa.

Kunjungan kasih

Relawan Tzu Chi memeriksa mata 29 anak-anak di panti ini.

Hubungan baik kembali terjalin kala para relawan Tzu Chi mengadakan kunjungan ke panti asuhan ini secara berkala untuk mengadakan kegiatan bersama anak anak di panti tersebut.

Pada kunjungan Maret ini, para relawan mengadakan pemeriksaan mata bagi anak-anak panti. Sebanyak 29 anak-anak ikut ambil bagian dalam pemeriksaan mata. Dua di antaranya adalah Nadya (10) dan Yoanita (11). Hasil pemeriksaan menunjukkan mata Nadya ternyata tidak ada masalah.  Sementara mata Yoanita menderita rabun jauh dengan skala minus satu. Dia dianjurkan memakai kacamata untuk memperjelas penglihatannya. “Awalnya melihat agak buram. Setelah mendapat bantuan kacamata, saya bisa melihat dengan jelas, senang rasanya,” ujar Yoanita.

Bermain sambil belajar

Sambil menunggu giliran pemeriksaan mata, para relawan mengajak anak-anak mewarnai gambar. Bagi anak-anak yang bisa memberikan warna gambar yang bagus akan diberikan hadiah.

Yuly, relawan Tzu Chi turut mengajak para anak remaja untuk bermain. Dia membuat permainan yang bertemakan berbisik Kata Perenungan Master Cheng Yen secara berantai. Sekitar 20 anak remaja ikut dalam kegiatan ini yang terbagi dalam tiga kelompok.

Kunjungan kasih

Sembari mengisi waktu, relawan mengajak para anak-anak panti bermain dengan tema berbisik Kata Perenungan Master Cheng Yen.

Pada kesempatan pertama, ketiga kelompok diberikan kata perenungan yang sama yaitu ”Saat satu kaki melangkah maka kaki yang lainpun ikut melangkah.” Setiap pemimpin kelompok harus berbisik kata perenungan yang ia dapat kepada teman di belakangnya dan berlanjut bak rantai hingga ke orang terakhir.  

Pada babak kedua, para relawan memberikan Kata Perenungan Master Cheng Yen dalam tiga bagian. Kali ini kata perenungan yang diberikan adalah, ”Kita harus berlomba dengan waktu, menggenggam dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa menghasilkan sesuatu.” Di akhir permainan, orang terakhir dalam barisan diminta untuk menyebutkan bagian potongan yang ia dapat dan digabungkan menjadi satu rangkaian utuh.

 “Dengan permainan ini, diharapkan mereka bisa saling bekerja sama antara anak yang satu dengan yang lainnya. Mereka harus bisa melakukan secara jujur. Kejujuran adalah suatu nilai yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap insan. Kata perenungan tadi berarti berharap setelah mereka merenungi kata perenungan tersebut mereka bisa belajar lebih menghargai waktu,” jelas Yuly saat ditanya mengenai makna permainan tersebut.

Kunjungan kasih

Anak-anak nampak antusias mengikuti permainan berbisik kata perenungan yang melatih kerja sama kelompok.

Messy (15), salah satu remaja yang ikut ambil bagian dalam permainan ini merasa senang karena bisa bersukacita dan belajar bekerja sama dengan teman-temannya.

Manfaat kunjungan hari itu juga dirasakan oleh para relawan. Salah satunya, Septian yang baru dua kalinya mengikuti kegiatan Tzu Chi. “Awalnya saya tahu tentang Tzu Chi dari DAAI TV dan tertarik untuk ikut bergabung. Setelah mengikuti kegiatan saya merasa kebahagiaan yang saya dapatkan melebihi yang saya bayangkan. Setelah mengikuti kegiatan di panti asuhan ini, saya merasa harus lebih bersyukur dengan kondisi saya saat ini,” pungkas Septian.


Artikel Terkait

Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -