Berbagi Kini Semakin Mudah
Jurnalis : Beti Nurbaeti (Tzu Chi Tangeran), Fotografer : Beti Nurbaeti (Tzu Chi Tangeran)
Mengetahui ada informasi penuangan celengan bambu dari media sosial, Agnes tak melewatkan kesempat ini. Ia menuangkan celengan bambunya yang sudah penuh terisi, yang isi setiap hari untuk membantu sesama.

Relawan juga menjelaskan cara menggunakan QRIS dan bahwa melalui fasilitas ini maka berdonasi bisa dilakukan kapan saja, lebih cepat, mudah, dan aman. Dananya juga langsung masuk ke rekening Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk mendukung kegiatan-kegiatan kemanusiaan Tzu Chi Indonesia.

Niat baik relawan disambut hangat pemilik dan karyawan toko. Mereka turut mendukung kegiatan kemanusiaan Tzu Chi melalui celengan bambu Tzu Chi.


Yuniwati, relawan Tzu Chi Tangerang menjelaskan dan menempelkan stiker QRIS di salah satu toko.

Kata Perenungan Master Cheng Yen dan Buletin Tzu Chi juga diberikan kepada pemilik dan karyawan toko, serta pengunjung mal agar lebih mengenal Tzu Chi.

Dengan penuh semangat relawan menjelaskan tentang program QRIS ini kepada para pemilik dan karyawan toko, serta pengunjung mal.
Artikel Terkait
Menebar Kasih di Pedalaman Asmat
01 Maret 2018Relawan Tzu Chi memberikan perhatian untuk masyarakat Kabupaten Asmat yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk pada anak dan campak dengan membagikan sembako. Bantuan terdiri dari gelombang 1 dan 2 supaya bisa menunjang pemulihan masyarakat Asmat setelah KLB tersebut statusnya dicabut.
SMAT: Celengan Bambu untuk Para Duta Pariwisata
20 Maret 2014 BNNP juga menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam kegiatan ini untuk melakukan Sosialisasi Misi Amal Tzu Chi (SMAT). Ali Johardi mengaku bahwa antara BNN dan Tzu Chi memiliki kesamaan, yaitu sama-sama menjadi relawan sosial untuk Indonesia.
Wujudkan Cinta Kasih Melalui Celengan Bambu
16 Juli 2019Xie Li Downtream Lampung menjadikan program donasi yang sudah menjadi budaya Tzu Chi sebagai program relawan yang tidak hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun. Setelah dilaksanakan pada bulan Maret 2019, para relawan kembali melaksanakannya pada 28 Juni 2019.







Sitemap