Berbuat Kebaikan dan Berbakti
Jurnalis : Teddy Lianto, Fotografer : Teddy Lianto
|
| |
| Pada pukul 08.00 WIB, para relawan dan tim medis Tzu Chi mulai berkumpul di Bandara International Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta Barat. Dua puluh relawan Tzu Chi yang terdiri dari 6 relawan dan 14 tim medis Tzu Chi mulai mempersiapkan perlengkapan medis yang diperlukan untuk acara baksos kesehatan nanti. Kami (relawan Tzu Chi dan tim medis) tiba di Bandara Radin Inten Bandar Lampung pada pukul 11.00 WIB dan langsung berangkat menuju Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat IV Polda Lampung. Di sana telah ramai pasien penderita katarak yang telah lulus dari prosedur screening dan siap untuk dioperasi pada hari itu. Ada sekitar 85 pasien yang siap untuk dioperasi. Satu diantaranya adalah pasangan suami-istri bernama Markus Slamet Darmadi (75) dan Bernada Sutinah ( 70 ). Mereka menderita katarak sejak 3 tahun yang lalu. Dalam proses screening sebelumnya, Markus dan Sutinah diputuskan akan dioperasi pada hari Jumat, 25 November 2011, tetapi karena mata sebelah kiri (yang terkena katarak) Markus tiba-tiba merasa sakit sehingga dirinya tidak bisa mengikuti operasi hari itu. “Hari ini cuma menemani ibu, mata saya yang kiri lagi sakit jadi nggak boleh operasi. Kata dokter tunggu sampai sakitnya hilang baru boleh operasi,” ujar Markus, ayah dari 4 orang anak dan buyut dari 2 cicit ini. Sutinah juga menambahkan jika dengan adanya kegiatan baksos kesehatan ini dirinya berharap dia dapat melihat dengan baik kembali. ”Kalau lihat kaya ada buram-buramnya, semoga abis operasi bisa lihat lebih jelas,” kata Sutinah berharap.
Keterangan :
Memberikan Kesempatan untuk Berbuat Baik “Kegiatan mencuci kaki sendiri sudah bukan suatu hal yang asing bagi saya, karena biasanya saya selalu mengelap punggung ayah jika sedang mandi,” jelas Arif (25), anak bungsu dari 4 bersaudara. Arif yang bekerja sebagai sales farmasi meminta izin datang siang dan sorenya akan digunakan Arif untuk bekerja, melobby para dokter. Tanggal 24 November, Arif mengantarkan Madaru Sarief (54), ayahnya untuk mengikuti proses screening Baksos Kesehatan Tzu Chi di RS Bhayangkara Polda Lampung dan pada tanggal 25 untuk mengikuti jadwal operasi katarak. ”Hari ini sebenarnya kerja, tetapi saya sudah minta izin. Saya sebenarnya kerja pada siang dan malam hari, kalau siang hari saya bertugas membuat laporan-laporan dan pada malam harinya saya harus memantain para dokter,” jawab Arif. Arief sendiri merasa sedih melihat Madaru yang harus berjalan dengan sambil meraba–raba dinding. “Saya tidak tega melihat bapak di malam hari harus meraba-raba sekitarnya untuk berjalan. Ini karena katarak di matanya yang membuat penglihatannya semakin hari makin buruk,” ujar Arif yang tinggal di Jalan Tamin, Bandar Lampung.
Keterangan :
Selagi masih ada kesempatan. Pada saat mengunjungi salah satu dokter di Apotik Florence, Jalan Yos Sudarso, Bumi waras Teluk Betung, Bandar lampung pada bulan Oktober lalu, Arif mendapat informasi mengenai adanya baksos kesehatan untuk penyakit katarak dari seorang temannya yang bernama Li Mei, seorang pemilik Apotik Florence. Dengan berbekal info tersebut, Arif langsung menghampiri Tzu Chi kantor penghubung Lampung untuk mendaftarkan ayahnya. Setelah mendaftarkan ayahnya, Madaru mendapat jadwal operasi pada hari jumat. Ketika akan melakukan operasi, Madaru harus mencuci kakinya dan sebagai tanda bakti maka Arif yang mencucikan kaki Madaru.“ Saya pikir waktu kita di dunia tidak banyak. Kalau masih dikasih kesempatan, ya kenapa nggak,” ujar Arif. | ||
Artikel Terkait
Suara Kasih: Jalan Cinta Kasih
10 Juli 2012Saya berharap setiap orang dapat berhati lapang dan berpikiran murni. Terhadap hal yang tidak sesuai dengan keinginan, kita harus bersikap penuh pengertian dan berlapang dada. Dengan begitu, selamanya kita akan memiliki kesatuan hati yang murni bagaikan bola kristal, selamanya kita akan tumbuh bersama bagai hutan bodhi yang tumbuh dari satu akar.
Suara Kasih : Kondisi Batin yang Indah
19 November 2010 Sumber daya alam di dunia ini sesungguhnya banyak yang dapat kita gunakan. Namun, jika tidak menggunakannya dengan bijak, kita akan merusak bumi. Melihat semua yang kalian kerjakan, saya sangat tersentuh. Berapa pun usianya, para relawan yang bekerja di sini akan merasakan kedamaian dan kebahagiaan dalam batin mereka.
Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-131: Sebuah Kehormatan Dapat Membantu Sesama Melalui Kegiatan Kemanusiaan
28 Juni 2022Bagi Ipda Irwan, menjadi seorang koordinator pada Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-131 merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan karena ia bisa membantu sesama. “Di sini banyak warga saya, banyak masyarakat dari daerah saya, yang saya bisa membantu," ujarnya.










Sitemap