Berita Internasional: Makanan Hangat untuk Korban Gempa Sichuan
Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Dokumentasi Tzu Chi
| |
| ||
| Sejak terjadinya gempa hingga sekarang, pasokan untuk air dan listrik dihentikan, banyak warga yang sudah tidak makan makanan hangat selama berhari-hari, mereka hanya makan biskuit dan minum air mineral untuk meredakan rasa lapar mereka. Salah seorang warga menyatakan bahwa untuk sementara ada yang menyumbangkan mie instan dan air minum, ini merupakan hal yang paling mereka syukuri.
Keterangan :
Saat gempa terjadi, ada orang tua yang tidak sempat melarikan diri, dan terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Ada beberapa warga dan relawan menggambarkan kondisi sekolah di sekitar, “Sekarang sekolah sudah kosong, terus bangunannya juga sudah runtuh, seperti kamar dan ruangan lainnya, memang sudah bisa dipakai lagi.”
| |||
Artikel Terkait
Menerapkan Pendidikan Melalui Kegiatan Sehari-hari
21 Oktober 2014 Yayasan Buddha Tzu Chi mengadakan kamp Ertongban (Kamp kelas budi pekerti) selama 2 hari satu malam. Adapun para peserta kamp adalah anak-anak usia 8 – 12 tahun. Acara diadakan di Aula Jing Si lantai 2, Ruang Fu Hui Ting, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara (18-19 Oktober 2014). Sebanyak 288 anak datang untuk mengikuti kamp.Syukuran 7 Tahun Depo Titikuning
11 November 2019Peringatan Tujuh Tahun Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning Medan ditandai dengan doa bersama dan pemotongan kue yang dilakukan dengan ucapan syukur dan terima kasih kepada setiap orang yang berpartisipasi.








Sitemap