Berkunjung ke Rumah Insan Tzu Chi Indonesia

Jurnalis : Virny Apriliyanty (He Qi Barat), Fotografer : Rudy D,Halim Ong, (He Qi Barat)
 
 

foto
Pada tanggal 12 Mei 2013, diadakan open House Aul Jing SI untuk masyarakat umum.

Masih dalam rangka Perayaan Waisak, Tzu Chi Indonesia mengadakan Open House Aula Jing Si di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Kegiatan Open House ini diadakan sebanyak 5 sesi di 2 minggu pertama di bulan Mei 2013. 

Pada setiap sesinya, diadakan pemutaran film, pameran poster Visi dan Misi Tzu Chi, dan diakhiri dengan makan malam bersama. Pada kesempatan luar biasa ini, He Qi Barat yang bekerja sama dengan He Qi Tangerang berjodoh mendapatkan ladang berkah untuk mempersiapkan Open House di hari Sabtu, tanggal 18 Mei 2013. 

Sebelum open house, para relawan telah terlebih dahulu menyebarkan undangan kegiatan kepada para donatur dan masyarakat umum. Berdasarkan data, sekitar 450 tamu hadir dan berkenan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 15.00-20.00 WIB ini diselenggarakan sebagai ajang memperkenalkan Tzu Chi kepada masyarakat luar. “Kegiatan dari He xin ini punya tujuan supaya banyak orang kenal Tzu Chi itu seperti apa dan penggunaan dana yang donatur berikan ke Tzu Chi. Jadi kesempatan ini juga dibuka bagi banyak orang untuk bisa datang dan melihat rumah insan Tzu Chi Indonesia,” ungkap Hendra Tanumihardja shixiong, relawan Tzu Chi yang bertugas membantu kelancaran alur di lantai 3 Jing Si Tang. 

Awal Acara yang Mengharukan
Di awal acara, para tamu yang hadir berkumpul di Guo Yi Ting, lantai 3 Aula Jing Si dan menyaksikan sebuah film kisah nyata berdurasi 120 menit yang berjudul “Kemilau Hati Bunda”. Film ini mengisahkan tentang perjuangan seorang ibu yang juga relawan Komite Tzu Chi dalam mendidik anak-anaknya agar dapat hidup mandiri sembari berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. Alur film yang mengharukan kontan membuat banyak tamu dan relawan tak kuasa menahan tangis mereka. 

An Un adalah salah satu tamu yang terharu dan menitikkan air matanya. Wanita berusia 63 tahun ini mengatakan, “Filmnya sangat bagus dan mengharukan. Anak-anaknya juga sangat tegar dan luar biasa.” An Un sendiri bersedia datang ke open house ini karena ingin mengetahui lebih banyak tentang Tzu Chi dan ingin melihat Jing Si Tang (Aula Jing Si) lebih dekat karena sebelumnya hanya melihat dari luar saja. An Un yang datang bersama keempat temannya ini mengaku senang bisa hadir pada kesempatan kali ini. Ia merasa para relawan sangat ramah menyambut setiap tamu yang hadir.

foto   foto

Keterangan :

  • Selain menyaksikan tayangan fil, para warga juga menyaksikan penampilan budaya humanis shou yu yang dibawakan oleh anak-anak qin Zi ban( kelas budi pekerti Tzu Chi) (kiri).
  • Relawan juga melakukan sosialisasi kepada para warga yang tertarik untuk bergabung ke Tzu Chi (kanan).

Selain itu, adapula Bing Hun yang datang bersama mama tercinta dan keempat putrinya. Bing Hun mendapatkan undangan Open House ini dari Sekolah Tzu Chi Internasional Pantai Indah Kapuk, di mana kedua putrinya bersekolah. Ibu berusia 40 tahun ini datang dengan niat memperkenalkan Jing Si Tangsekaligus menyaksikan rangkaian acara di bulan Waisak yang diadakan oleh Tzu Chi kepada ibunda dan putri-putrinya. “Dari acara ini saya jadi makin tau tentang Tzu Chi. Apalagi film yang ditayangkan sangat bermakna dan mengharukan, sangat bagus,” kata Bing Hun saat ditanya mengenai kesannya terhadap kegiatanini. “Relawan juga sangat ramah, baik, sopan, dan menyambut kami dengan baik," tambahnya. 

Jejak Sejarah Tzu Chi dalam Poster
Setelah menonton film, para tamu kemudian diajak untuk melihat pameran poster Visi Misi Tzu Chi di Exhibition Hall. Di ruangan ini para tamu dapat belajar banyak hal tentang Tzu Chi melalui berbagai poster sejarah Tzu Chi Taiwan, sejarah Tzu Chi Indonesia, Kali Angke, berbagai Misi di Tzu Chi dan masih banyak lagi. Para tamu diberikan kelulaasan untuk berkeliling dan melihat foto-foto kegiatan Tzu Chi. Setiap stan poster juga dijaga oleh para relawan yang siap menjelaskan lebih rinci mengenai foto dan gambar yang terdapat di dalam setiap poster.

Tidak itu saja, di Exhibition Hall ini juga terdapat stan donasi bagi para tamu yang berkenan untuk menyumbangkan sedikit cinta kasihnya untuk membantu korban bencana gempa bumi di Si Chuan. Bagi para tamu yang hendak mendaftarkan diri dalam barisan cinta kasih Tzu Chi (menjadi relawan Tzu Chi-red), sebuah stan penerimaan relawan juga tersedia di Exhibition Hall. Selain itu, anak-anak dari Qin Zi Ban (kelas budi pekerti) dan Tzu Ching (muda-mudi Tzu Chi) juga ikut berpartisipasi  menghibur para tamu dengan pertunjukan isyarat tangan (Shou Yu) yang indah dan sarat makna.

Dari sekian undangan yang hadir, ada seorang tamu yang menginspirasi dengan semangatnya yang luar biasa. Ia adalah Ando. Laki-laki berusia 40 tahun ini kakinya kurang sempurna sehingga mengharuskan dirinya untuk berjalan menggunakan tongkat. Ando, didampingi seorang temannya dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.  Ando bahkan menolak mempergunakan lift saat turun dari Guo Yi Ting menuju Exhibition hall dan memilih menyusuri lorong demi lorong karena ia ingin melihat-lihat poster kegiatan Tzu Chi yang terpasang di sepanjang lorong. Keingintahuannya tentang Tzu Chi sungguh besar dan luar biasa. 

Awalnya Ando datang ke Jing Si Tang hanya karena ingin bertemu dengan temannya yang juga adalah seorang relawan Tzu Chi, namun ternyata jodoh baiknya dengan Tzu Chi menyambungkannya dengan kegiatan Open House yang menurutnya sangat menarik ini. “Kegiatannya sangat bagus, saya tidak bosan atau capek sama sekali. Saya punya kesan yang bagus sekali dengan relawan Tzu Chi, mereka sangat ramah, baik, dan semangat mereka luar biasa,” ujar Ando mengungkapkan kesannya akan sikap dari relawan Tzu Chi. 

Makan Bersama dan Bervegetarian
Acara Open House hari itu diakhiri dengan menikmati makanan vegetaris bersama. Relawan Tzu Chi yang bersumbangsih di dapur telah mempersiapkan berbagai hidangan vegetaris yang lezat sebagai makan malam para tamu yang hadir. Dari makan malam ini, Tzu Chi ingin memperkenalkan kepada setiap orang akan makanan vegetaris yang bukan hanya sehat tetapi juga lezat. 

Selain itu yang tak kalah penting adalah bahwa dengan bervegetaris kita tidak hanya menyehatkan diri sendiri tetapi juga menyehatkan bumi. Karenanya insan Tzu Chi senantiasa mengingat pesan yang disampaikan oleh Master Cheng Yen bahwa sebuah kehidupan yang jernih dimulai dari bervegetaris dan taat pada sila.

  
 

Artikel Terkait

Hati yang Tulus Melayani Kesehatan Warga

Hati yang Tulus Melayani Kesehatan Warga

16 April 2018
Seorang pasien bernama Saroh (57) mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti baksos Tzu Chi. “Dulu hampir setiap hari saya merasakan sakit pegal dan linu,” ucap Saroh. “Kini keadaan saya membaik dan lebih sehat,” tambahnya. Sebagai ungkapan syukur dan ingin membantu sesama, Saroh membawa dan menuangkan celengan bambu.
Persiapan Perayaan Waisak

Persiapan Perayaan Waisak

05 Mei 2011
Rabu, 4 Mei 2011, relawan Tzu Chi memasang poster di lantai 2 dan membuat garis penanda jalan di Aula Jing Si lantai 4. Kain-kain panjang menutupi sekeliling aula yang masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.
Belajar Humanis dari Da Ai Mama

Belajar Humanis dari Da Ai Mama

18 Oktober 2013 Semenjak beberapa bulan yang lalu saat relawan Tzu Chi mengajaknya untuk bergabung dalam perkumpulan Da Ai Mama, Pong langsung menyanggupinya. Dan menurutnya, di Da Ai Mama ia justru mendapatkan banyak kebahagiaan yang tak didapat di luar.
Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -