Bersumbangsih dengan Hal yang Paling Mudah

Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)

Para karyawan Harris Hotel Cimbuleuit Bandung, menyaksikan video kilas balik Tzu Chi yang menyuguhkan misi-misi kemanusian yang telah diberikan kepada masyarakat penerima bantuan.  

Program Sosialisasi Misi Amal Tzu Chi atau SMAT, terus disebarkan ke perusahaan, sekolah-sekolah serta tempat usaha bersekala kecil hingga menengah. Tujuannya adalah mengajak masyarakat yang tergabung dalam grup untuk menggalang relawan informasi, menggalang hati dan menggalang dana melalui celengan bambu.

Pada 29 Januari 2019, Tzu Chi Bandung kembali memperkenalkan program SMAT kepada karyawan Harris Hotel Bandung yang berlokasi Jl. Ciumbuleuit No.50 - 58, Hegarmanah, Kota Bandung. Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan itu mengundang Tzu Chi Bandung untuk mensosialisasikan SMAT serta visi misi Tzu Chi kepada para karyawannya.

Relawan Tzu Chi membagikan celengan bambu kepada para karyawan Harris Hotel Cimbuleuit Bandung, pada acara sosialisasi SMAT.

Sebanyak 40 peserta dari berbagai divisi mengikuti sosialisasi ini. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai Tzu Chi termasuk di dalamnya menyaksikan video misi amal Tzu Chi. Dari tayangan tersebut, mereka dapat melihat lebih jelas mengenai tindakan nyata Tzu Chi dalam menolong serta menyebarkan cinta kasih antarsesama tanpa membeda-bedakan.

Bagi yang berpartisipasi dalam program SMAT, mereka menyadari betapa pentingnya memberikan cinta kasih guna menolong sesama. Hal ini karena dalam jangka waktu tertentu, dana yang telah terkumpul akan dibuka secara bersama-sama yang nantinya akan dipergunakan untuk kegiatan sosial Tzu Chi. Hasil positif tersebut dinilai sangat baik karena banyaknya uluran tangan untuk membantu sesama.

Para karyawan Harris Hotel Cimbuleuit Bandung antusias mengisi data pribadi setelah menerima celengan bambu.

“Suatu kesan yang sangat luar biasa mendapatkan kesempatan mengenal Tzu Chi, gimana kita bisa melihat sebegitu banyaknya orang yang masih membutuhkan bantuan uluran tangan, terutama cinta kasih, dan itulah yang membuat kami bergetar untuk bisa ikut memberikan cinta kasih ini untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan,” ucap Benedictus Jodie, General Manager Harris Hotel Cimbuleuit Bandung.

Melalui program SMAT ini, relawan berharap benih-benih Tzu Chi akan tumbuh semakin luas di setiap lapisan masyarakat. Selain itu, hal ini pun menjadi ajang pelatihan diri agar lebih peka lagi untuk membantu orang lain.

Roselyn N Tirta, relawan Tzu Chi mengatakan bahwa antusias para karyawan Harris Hotel untuk membantu sesama begitu terlihat. “Semoga barisan Tzu Chi semakin panjang sehingga bisa menyentuh hati lebih banyak orang lagi,” ucap Roselyn.


Editor: Metta Wulandari


Artikel Terkait

Mengembangkan Cinta Kasih Melalui Celengan Bambu Tzu Chi

Mengembangkan Cinta Kasih Melalui Celengan Bambu Tzu Chi

09 Mei 2023

Tzu Chi Tanjung Balai Karimun kembali menggalang cinta kasih masyarakat melalui pengumpulan celengan bambu di wilayah Meral dan Sungai Pasir, Tanjung Balai Karimun. 

Mencipta Keindahan Kasih dari Kumpulan Koin

Mencipta Keindahan Kasih dari Kumpulan Koin

15 Juni 2016
Sebelumnya, pada  23 November 2015 lalu, rombongan pastor dan frater dari Wisma Xaverian berkunjung ke Aula Jing Si, PIK, Jakarta Utara. Mereka diperkenalkan dengan kegiatan Tzu Chi dan celengan bambu. Sejak saat itulah, cinta kasih terus  terjalin. Selasa, 14 Juni 2016, gemerincing koin pun terdengar dari Wisma Xaverian.
Pengumpulan Titik-Titik Cinta Kasih

Pengumpulan Titik-Titik Cinta Kasih

27 Mei 2014 Demikian pula para muridnya, mereka sebagian besar sudah mengenal Tzu Chi. Ia menceritakan pengalaman mengenai anaknya sendiri yang setiap harinya hampir tidak pernah lupa untuk memasukkan uang koin ke dalam celengan . Hal senada juga didapat dari cerita para orang tua murid lainnya  bahwa anak-anak mereka sangat bersemangat untuk mengisi celengan bambu mereka.
Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -