Bodhisatwa Daur Ulang

Jurnalis : Mettayani, Fotografer : Elisah, Mimi

 

fotoSeruan atas pentingnya pelestarian lingkungan hendaknya perlu ditanamkan sejak dini. Dan hal ini dilakukan di pembelajaran kelas budi pekerti Tzu Chi Kantor Penghubung Pekanbaru.

Menyadari akan kondisi bumi yang sudah rentan, Master Cheng Yen sejak 20 tahun yang lalu telah menyerukan kepada seluruh insan Tzu Chi di dunia untuk giat melakukan gerakan pelestarian lingkungan. Dan apa yang dikhawatirkan oleh Master saat itu sudah mulai dirasakan kini, dimana terjadi perubahan cuaca dan iklim yang begitu ekstrim, bencana terjadi dimana-mana. Akankah kita tinggal diam menyaksikan kondisi bumi kita yang kian hari kian mengkhawatirkan?

Seruan atas pentingnya pelestarian lingkungan perlu ditanamkan sejak dini. Dan hal ini dilakukan di pembelajaran kelas budi pekerti Tzu Chi Kantor Penghubung Pekanbaru. Murid-murid tidak hanya disuguhi informasi tentang pelestarian lingkungan, namun juga diajak ke lapangan untuk mempraktikkan proses pemilahan sampah daur ulang di posko daur ulang Tzu Chi Pekanbaru.

Piknik ke Posko Daur Ulang
Pada kelas budi pekerti sebelumnya para murid telah dibekali dengan berbagai informasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan tindakan nyata yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk misi penyelamatkan bumi yang sedang sakit parah. Tanggal 27 Februari 2011, sekitar pukul 13.00 Wib, para murid kembali berkumpul di kantor Tzu Chi dengan satu tujuan: praktik daur ulang sampah. Sekitar 20 murid dan 17 relawan telah menyiapkan diri untuk menjadi Bodhisatwa daur ulang. Semua terlihat begitu semangat dan gembira.

Sesampai di posko, Ling-Ling, relawan Tzu Chi memberikan pengarahan singkat tentang proses pemilahan sampah daur ulang. Semua murid tampak begitu tertib mendengarkannya. Begitu pengarahan singkat selesai, semua langsung menyingsingkan lengan dengan semangat memulai aktivitas pemilahan. Bagi sebagian besar murid, kegiatan ini merupakan pengalaman pertama mereka melakukan kerja daur ulang. Kondisi sampah yang masih kotor dan berdebu tidaklah menyurutkan semangat mereka. Dengan keringat bercucuran, semua tetap semangat dan gembira melakukan pemilahan.

foto  foto

Keterangan :

  • Bagi sebagian besar murid, kegiatan ini merupakan pengalaman pertama mereka melakukan kerja daur ulang. (kiri)
  • Penuh perhatian para Bodhisatwa daur ulang cilik ini belajar melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah daur ulang. (kanan)

Setelah menyelesaikan pemilahan, semua murid pun beristirahat sambil sharing mengungkapkan perasaan mereka. "Hari ini saya merasa begitu senang dapat turut serta di kegiatan ini dan semua menjadi begitu kompak dan semoga kekompakan akan terus terpelihara," kata Sally saat memberikan sharing. Sementara Valentinus juga menyatakan, "Sangat senang bisa ikut kegiatan daur ulang."

Praktik Menjadi Bodhisatwa Cilik
Mengikuti jejak murid-murid sebelumnya, murid kelas budi pekerti yang berusia lebih muda juga begitu antusias untuk turut andil melakukan pelestarian lingkungan dalam pertemuan berikutnya. Ini merupakan kali pertama kelas murid-murid melakukan praktik langsung ke lapangan.

Pada hari Minggu tanggal 6 Maret 2011, sebelum pukul 13.00 para murid sudah berkumpul di kantor Tzu Chi untuk mendengarkan ceramah Master Cheng Yen dan pengarahan tentang pemilahan sampah. Untuk mempermudah dalam pemilahan, Chia Chai Chua memberikan tips mengingat jenis-jenis sampah daur ulang dengan menggunakan 10 jari. Tips yang diajarkan begitu mudah dicerna dan diingat serta dapat langsung dipraktikkan saat tiba di posko daur ulang.

foto  foto

Keterangan :

  • Pada hari Minggu tanggal 6 Maret 2011, para murid sudah berkumpul di kantor Tzu Chi untuk mendengarkan ceramah Master Cheng Yen dan pengarahan tentang pemilahan sampah. (kiri)
  • Di Tzu Chi sampah adalah "emas" yang dari hasil penjualan sampah daur ulang dapat digunakan untuk kegiatan amal sosial. (kanan)

Jumlah murid yang ikut kali ini lebih besar, yaitu 33 orang. Dan lokasi posko yang dituju adalah Posko Daur Ulang Jondul yang letaknya tidak begitu jauh dari Kantor Penghubung Tzu Chi Pekanbaru. Semua melakukan pemilahan dengan begitu semangat. Cuaca panas tidaklah meluluhkan semangat mereka mempraktikkan pemilahan sampah bahkan ada 2 anak, yaitu Jason dan Hans ikut bersama relawan untuk menjemput sampah daur ulang di rumah-rumah penduduk di sekitar Perumahan Jondul. Dalam sharing-nya Jason mengatakan, "Saya merasa senang sekali bisa ikut ambil bagian dalam pelestarian lingkungan dan berharap ada lagi kegiatan seperti ini dilakukan nantinya."

Kegiatan daur ulang biasanya dilakukan setiap hari Minggu dan semoga ke depannya akan ada banyak anak yang tertarik untuk ikut dalam kegiatan daur ulang. Mari sama-sama menyemangati diri untuk menjadi Bodhisatwa daur ulang dengan memanfaatkan kedua tangan yang kita miliki agar bumi kita kembali hijau, bersih, dan dunia bebas bencana.

 
 

Artikel Terkait

Asa yang Kembali Terbentang

Asa yang Kembali Terbentang

25 November 2008 “Akhir tahun 2005, usaha yang saya rintis dari tahun 1990 hancur. Di saat kondisi keuangan menipis, cobaan lebih berat datang bertubi-tubi. Saya terserang osteoporosis (pengeroposan tulang –red) dan akhirnya tidak bisa berjalan. Istri yang saya harapkan dapat mengambil alih kendali usaha dan tanggung jawab, justru pergi meninggalkan saya.”
Bersyukur dan Berbakti Kepada Orang Tua

Bersyukur dan Berbakti Kepada Orang Tua

06 Desember 2017
Pertemuan Anak Asuh Tim Teratai He Qi Pusat pada Minggu, 3 Desember 2017 bertepatan dengan Hari Bakti Orang Tua untuk Anak Asuh. Karena itu kegiatan ini diisi dengan membasuh kaki kepada orang tua dan memberikan surat cinta kasih.
Jalankan Tekad Luhur Dalam Diri

Jalankan Tekad Luhur Dalam Diri

08 Oktober 2015 Minggu, 27 September, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan Pelatihan Abu Putih untuk relawan baru. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan Tzu Chi bagi relawan yang akan bergabung di Tzu Chi.
Mengonsumsi minuman keras, dapat melukai orang lain dan mengganggu kesehatan, juga merusak citra diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -